Selasa, 15 Desember 2020

Siapkan Rp 546 T, AstraZeneca Mau Beli Perusahaan Farmasi AS

 Perusahaan asal Inggris, AstraZeneca akan membeli perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Alexion Pharmaceuticals. Seperti diketahui, AstraZeneca adalah salah satu produsen vaksin COVID-19.

Nilai transaksi tersebut mencapai US$ 39 miliar atau sekitar Rp 546 triliun (kurs Rp 14.000). Dilansir dari Reuters, Sabtu (12/12/2020), pembelian ini dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan ini dalam teknologi imunologi dan penyakit langka.


"Akuisisi ini memungkinkan kami untuk meningkatkan kehadiran kami di bidang imunologi," kata Kepala Eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot.


"Alexion telah menetapkan diri sebagai leader dalam biologi, membawa manfaat yang mengubah hidup bagi pasien dengan penyakit langka," sambung Soriot


AstraZeneca menyatakan pemegang saham Alexion akan menerima US$ 60 dalam bentuk tunai dan 2,1243 AstraZeneca American Depositary Shares (ADSs) dari setiap saham Alexion.


Berdasarkan harga ADR rata-rata referensi US$ 54,14, maka harga per saham sebesar US$ 175 atau Rp 2,45 juta. Kinerja saham Alexion sempat dipertanyakan investor soal prospek sebagai waralaba terlaris yang mengobati penyakit langka.

https://trimay98.com/movies/jamon-jamon/


Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan


Dalam jurnal medis Lancet yang dipublikasikan pada Selasa (08/12), dilaporkan bahwa vaksin virus corona produksi AstraZeneca-Universitas Oxford menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman dan mempunyai tingkat efektivitas rata-rata 70%.

Uji klinis tahap akhir dilakukan di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan menunjukkan vaksin aman digunakan kepada 23.745 peserta dan memberikan perlindungan terhadap virus corona kepada lebih dari 11.600 peserta.


Vaksin AstraZeneca menunggu persetujuan

Namun, masih belum jelas apakah persetujuan penggunaan vaksin ini akan diberikan oleh regulator di Inggris maupun tempat lain.


Mene Pangalos, kepala penelitian dan pengembangan di AstraZeneca, mengatakan bahwa pembuat vaksin akan mengajukan permohonan persetujuan regulasi di seluruh dunia.


"Kami berharap setelah otoritas regulasi meninjau data, kami bisa mendapatkan persetujuan kapan saja dari penyelesaian pengajuan, yang berarti bisa kapan saja mulai akhir tahun ini hingga awal tahun depan," katanya, seraya menambahkan bahwa hasil "dengan jelas menunjukkan" vaksin tersebut efektif dan memenuhi kriteria untuk persetujuan regulasi.


Pertanyaan penting muncul

Pada akhir November, AstraZeneca dan Universitas Oxford mengumumkan bahwa vaksin tersebut rata-rata efektif hingga 70%, dan hingga 90% orang dapat terlindungi jika dosis yang lebih rendah diberikan sebelum disuntik dosis penuh.


Para ilmuwan pun menunggu informasi lebih detail tentang hasil uji coba vaksin.


Dalam jurnal medis Lancet tidak diberikan jawaban mengapa peserta yang diberi dua dosis penuh vaksin COVID-19, tingkat efektivitasnya sebesar 62%. Sementara, peserta yang awalnya diberi dosis separuhnya, tingkat efektivitasnya mencapai 90%. Namun, kelompok kedua dinilai masuk ke golongan risiko rendah dan jumlahnya terlalu kecil, yakni berjumlah 2.741 peserta. Angka itu berarti kurang dari 6% total peserta dan berusia di bawah 55 tahun.


Temuan itu "akan membutuhkan penelitian lebih lanjut karena lebih banyak data akan tersedia dari uji coba," kata studi tersebut.

https://trimay98.com/movies/extreme-lesson/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar