Selasa, 24 November 2020

Gejala yang Diidap Mamah Dedeh Sebelum Terinfeksi COVID-19

  Tak seperti pasien COVID-19 pada umumnya, Mamah Dedeh kala terinfeksi COVID-19 tak mengeluhkan banyak gejala kecuali demam. Pasalnya, banyak gejala COVID-19 yang biasanya muncul di awal infeksi termasuk gangguan indra penciuman hingga batuk terus menerus.

Anak-anak dari Mamah Dedeh juga mengira kondisi sang ibu kala itu seperti mengidap penyakit tifus. Rasa curiga sang ibu, Mamah Dedeh, terkena tifus karena anak-anaknya mengira Mamah Dedeh kelelahan.


"Kalau COVID itu bingung ya, saya pribadi aja yang saya tahu ya kalau COVID itu (cirinya) batuk, flu gitu ya yang umumnya gitu, Mamah tuh nggak ada. Tapi, Mamah memang badannya agak meriang," ungkap Nisa kepada detikcom melalui sambungan telepon.


"Seperti yang kita tahu pada umumnya kalau gejala COVID itu, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nggak (bisa) mencium bau. Nah, setahu aku gejala-gejala ini nggak ada di Mamah, yang terlihat lebih ke lemas kali ya. Tadinya aku curiga mamah sakit tifus karena kecapekan," sambungnya.


Terlebih anak Mamah Dedeh menyebut sang ibu selama ini tak banyak mengeluh. Batuk, muntah atau gejala pilek juga disebut tak diidap Mamah Dedeh.


"Kalau ditanya 'Iya nih nggak enak badan makannya lemas'. Paling gitu jawabnya. Kalau muntah keliatan gitu, nggak ada juga. Batuk juga kan keliatan, nggak ada juga. Terus pilek, nggak ada juga. Atau Mamah ngeluh biasanya masalah sakit tenggorokan nggak juga. Tapi, mungkin memang lebih ke gejala tifus aku lihatnya," ceritanya.


Awal mula Mamah Dedeh dibawa ke RS tidak untuk melakukan swab karena tak mencurigai tertular COVID-19, tetapi pemeriksaan lebih lanjut membuat Mamah Dedeh perlu melakukan swab.


Lanjutkan membaca, KLIK DI SINI.

https://nonton08.com/movies/himalaya/


Nadiem Perbolehkan Sekolah Tatap Muka Januari 2021, Ini Protokol Terbarunya


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi. Nadiem kini memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai 2020/2021.

"Pemerintah pada hari ini melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kanwil atau kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya," kata Nadiem Makarim dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, Jumat (20/11/2020).


Nadiem menegaskan kembalinya sekolah tatap muka kini dengan menerapkan beberapa protokol baru. Termasuk dengan memastikan kapasitas siswa di dalam kelas serta tidak diperkenankan memicu kerumunan.


Berikut protokol kesehatan COVID-19 di lingkungan institusi pendidikan.

1. Jaga jarak minimal 1,5 meter

2. Jumlah maksimal peserta didik per ruang kelas:


PAUD: 5 (dari standar 15 peserta didik)

Pendidikan dasar dan menengah: 18 (dari standar 36 peserta didik)

SLB: 5 (dari standar 8 peserta didik)

3. Sistem pembelajaran bergiliran atau shifting:


- Ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan


4. Wajib pakai masker


- Masker kain 3 lapis

- Masker bedah sekali pakai


5. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir


- Opsi lain menggunakan hand sanitizer


6. Tidak melakukan kontak fisik

7. Menerapkan etika batuk/bersin


Adapun kondisi fisik yang perlu diperhatikan saat sekolah kembali tatap muka adalah sebagai berikut.

Sehat dan jika mengidap komorbid harus dalam kondisi terkontrol

Tidak memiliki gejala COVID-19 termasuk pada orang yang serumah dengan warga sekolah

Kantin tidak diperbolehkan buka

Olahraga dan ekstrakurikuler tidak diperbolehkan

Pembelajaran di luar lingkungan sekolah diperbolehkan dengan protokol kesehatan.

Catatan: Diperbolehkan jika kegiatan menggunakan protokol bersama, minimal menjaga jarak 1,5 meter dan tidak menggunakan peralatan bersama.

https://nonton08.com/movies/the-himalayas/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar