Viral di media sosial Ustaz Das'ad Latif membubarkan jemaahnya di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). Jemaah berkumpul untuk mendengar kan tausiahnya, sementara Ustaz Das'ad tidak menduga jika ada banyak jemaah yang datang.
Dia lalu membubarkan jemaah demi mencegah terjadinya penularan virus Corona COVID-19. Setelah itu, Ustaz Das'ad Latif kemudian naik ke atas panggung dan langsung mengambil mikrofon dan menjelaskan bahaya wabah Corona jika massa jemaah tidak segera bubar.
"Saya jelaskan bahwa orang berkumpul seperti ini, kalau dia berselawat ramai-ramai, akan dicurahkan rahmat dan kasih sayang Allah. Tapi, kalau dalam pandemi seperti ini, bukan rahmat dan kasih sayang Allah yang dia dapat, tapi wabah Corona," katanya.
"Maka Saudara-saudara sekalian, saya paham Anda cinta dengar dakwah. Tapi, kalau mau dengar dakwah saya, boleh melalui YouTube. Tapi, kalau sudah kena COVID, tidak bisa lagi dengar dakwah," lanjutnya.
Meski demikian, langkah yang dilakukan oleh Ustaz Das'ad diapresiasi oleh Kepala Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, yang menyebut bisa membubarkan kerumunan.
"Langkah yang dilakukan oleh dia sudah benar, mengurangi kerumunan," jelas dr Miko saat dihubungi detikcom, Rabu (18/11/2020).
"Jangan dianggap kerumunan kecil itu penularannya kecil," tambahnya.
Apakah yang dilakukan Ustad Das'ad untuk membubarkan jemaah patut dicontoh?
"Perkataannya itu yang bisa dijadikan contoh, perkataannya ya, bahwa 'Anda ini baik, Insya Allah bermanfaat, akan lebih bermanfaat lagi kalau Anda tidak berkerumunan'. Perkataan ini yang bisa menggugah semua orang," pungkasnya.
Bagaimana jika jemaah tetap ingin berada di tempat tersebut dengan kerumunan banyak orang?
dr Miko kembali menegaskan penularan risiko COVID-19 tentu semakin tinggi. Jumlah orang yang tertular COVID-19 akan lebih banyak.
"Penularan COVID-19 akan lebih tinggi bisa 1,5; 1,8; atau 2. Artinya jumlah yang tertular lebih banyak," pungkasnya.
https://nonton08.com/movies/dead-sexy/
Ciri-ciri COVID-19 dan Gejala Terbaru, Perlu Tahu!
Ciri-ciri COVID-19 dan gejalanya banyak mengalami perkembangan. Usia penyakit yang belum setahun membuat para ilmuwan tertantang untuk terus menelitinya.
Angka kasus terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona di Indonesia sampai Selasa (17/11/2020) telah mencapai 470 ribu orang. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda berakhirnya pandemi COVID-19.
Berbagai upaya pencegahan COVID-19 telah dilakukan untuk menekan angka penularan virus Corona. Upaya lain adalah memiliki pengetahuan terbaru tentang ciri-ciri COVID-19 dan gejalanya.
Dengan mengetahui ciri-ciri dan gejala virus Corona, masyarakat akan lebih waspada jika merasa kondisi tubuh kurang baik. Masyarakat dapat berkonsultasi ke dokter atau melakukan tes untuk mengetahui kondisi tubuh.
Dikutip dari situs Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional, virus merupakan materi genetik yang diselubungi oleh lapisan protein atau disebut kapsid yang hidup pada sel inang. Berdasarkan definisi tersebut, virus Corona dikategorikan bukan termasuk makhluk hidup.
Sama seperti virus lainnya, virus Corona memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali.
Berikut ciri-ciri virus Corona:
Tidak dapat melakukan metabolisme sendiri
Tidak dapat melakukan replikasi tanpa sel inang
Tidak tumbuh
Tidak merespons lingkungannya
Dengan empat ciri tersebut, virus Corona telah menginfeksi ribuan manusia hingga menjadi pandemi hampir di sepanjang 2020. Dikutip dari badan kesehatan dunia WHO, ada berbagai gejala virus Corona yang bisa dikenali.
Gejala virus Corona beragam mulai dari yang paling umum, jarang, hingga yang serius. Biasanya gejala muncul antara 2-14 hari setelah terinfeksi virus.
A. Gejala virus Corona paling umum
Demam
Batuk
Merasa lelah
B. Gejala virus Corona tak biasa
Hilang kemampuan mencium atau merasakan
Hidung tersumbat
Konjungtivitis (mata merah)
Sakit tenggorokan
Sakit kepala
Nyeri otot atau sendi
Berbagai jenis ruam kulit
Mual atau muntah
Diare
Menggigil atau pusing
C. Gejala virus Corona berat
Sesak napas
Kehilangan selera makan
Kebingungan
Nyeri yang terus-menerus di dada
Temperatur tinggi (di atas 38 derajat Celcius).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar