Jumat, 27 November 2020

Susul Pfizer, Vaksin COVID-19 Sputnik V Rusia Diklaim Efektif 95 Persen

 Kabar baik datang dari vaksin buatan Sputnik V. Berdasarkan data interim kedua uji klinis fase akhir menyatakan bahwa vaksin COVID-19 buatan Rusia ini 95 persen efektif lawan COVID-19.

Efektivitas vaksin Sputnik V berasal dari data awal yang diperoleh 42 hari setelah dosis pertama. Pada hari ke-28 efektivitas vaksin mencapai 91,4 persen dan pada hari ke-42 setelah dosis kedua kemanjuran di atas 95 persen.


"Kemanjuran vaksin di atas 95 persen," ujar Kementerian Kesehatan Rusia seperti dikutip dari laman The Moscow Times.


Data ini berasal dari 39 relawan COVID-19, tetapi tidak disebutkan jumlah kasus virus Corona yang digunakan untuk membuat perhitungan akhir.


"Analisis kedua dilakukan seminggu setelah sukarelawan mendapat dosis kedua, yang berarti tubuh mereka sebagian bereaksi terhadap dosis tersebut," ujar Direktur Gamaleya Alexander Ginzburg.


Ia mengatakan pihaknya berharap tingkat kemanjuran menjadi lebih tinggi tiga minggu setelah dosis kedua. Uji vaksin Sputnik V saat ini sedang berlangsung di Uni Emirat Arab, Venezuela, Belarusia, dan beberapa negara lainya.


Rusia menjadi negara pertama yang mematenkan vaksin COVID-19 pada Agustus lalu, padahal vaksin ini belum lulus uji klinis. Rusia juga baru saja mematenkan vaksin COVID-19 bernama Epi VacCorona.


Hasil uji klinis ini sama efektifnya dengan vaksin Pfizer dan BioNTech yang juga telah mengumumkan vaksin buatannya memiliki tingkat kemanjuran hingga 95 persen lawan COVID-19.

https://indomovie28.net/movies/merry-riana-mimpi-sejuta-dolar/


Kandungan Mi Instan yang Membuatnya Tak Sehat Jika Dikonsumsi Berlebihan


Siapa sih yang nggak tergoda makan mi instan? Rasanya yang nikmat dan gurih membuat makanan ini digemari oleh banyak orang.

Makan mi instan sesekali tak masalah, tapi jika berlebihan tentu akan memicu ragam penyakit. Walaupun mi instan yang beredar di pasaran sudah terjamin keamanannya oleh BPOM, tapi ada kandungan di dalam mi instan yang membuatnya tak sehat apabila dikonsumsi berlebihan.


Seperti yang sudah sering disinggung, mi instan memiliki kadar karbohidrat yang cukup tinggi sehingga jika dikonsumsi berlebihan akan membuat kadar gula darah naik dengan cepat. Makan mi instan rutin juga dikaitkan dengan risiko obesitas.


Dikutip dari laman Healthline, orang yang hanya makan mi instan akan kekurangan banyak nutrisi penting, termasuk protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, dan kalium.


"Mi sendiri sebenarnya ada di makanan pokok karena mengandung karbohidrat, tapi kalau hanya dikonsumsi mi saja artinya tidak sehat karena nutrisinya tidak lengkap," kata ahli gizi Prof dr Endang L Achadi, MPH, Dr.PH, saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.


Selain itu kandungan garam pada bumbu seperti monosodium glutamat (MSG) yang tinggi dapat memicu hipertensi, kegemukan, dan diabetes.


Beberapa penelitian telah menemukan bahwa terlalu banyak makan mi instan dikaitkan dengan kualitas gizi yang buruk secara keseluruhan.


Makan mi instan berlebihan juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan sindrom metabolik, suatu kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

https://indomovie28.net/movies/my-moms-new-boyfriend/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar