Seorang perawat yang ditugaskan untuk mengecek kondisi Diego Maradona mengaku ia tidak melakukan pemeriksaan di hari legenda sepak bola itu meninggal karena serangan jantung.
Pengungkapan ini menambah semakin banyak teka-teki terkait penyebab meninggalnya Maradona, termasuk klaim bahwa hidupnya masih bisa diselamatkan.
Perawat yang bekerja untuk legenda sepak bola tersebut mengatakan kepada penyidik bahwa ia berbohong jika memeriksa kliennya pada pagi saat Maradona meninggal.
Dalam sebuah laporan dari Mirror, para perawat yang bertugas mengatakan bahwa pada pukul 6.30 pagi waktu setempat, Maradona masih bernapas dengan normal. Kemudian perawat lain yang bertugas pada gilirannya mengatakan dia mendengar Maradona pergi ke toilet pada pukul 07.30 pagi waktu setempat tetapi tidak memeriksa ke kamarnya.
Ia kemudian mengklaim telah mencoba memeriksa tanda-tanda vital Maradona di pukul 9.20 pagi tetapi ditolak. Namun sebuah laporan menyatakan klaim tersebut merupakan sebuah kebohongan.
"Apa yang ditambahkan saksi ... adalah bahwa dia diminta untuk menulis dalam laporan untuk Medidom ... bahwa dia telah mencoba untuk memantau tanda-tanda vital Maradona namun kenyataannya dia membiarkannya beristirahat." ujar penyelidik.
Perawat mengatakan bahwa ketika dia melihat Maradona pada siang hari, waktu kritis saat ia hampur meninggal namun tidak responsif memberi pijat jantung atau resusitasi mulut ke mulut.
Pihak Medidom, firma medis yang menangani sang legenda sepak bola tersebut, belum menanggapi laporan yang dikeluarkan oleh Mirror.
Jaksa penuntut saat ini tengah menganalisis rekaman CCTV dari perkebunan tempat tinggal Maradona dan telepon genggam perawat yang menjaganya beberapa jam sebelum kematiannya.
Hasil awal post-mortem mengungkapkan Maradona meninggal setelah mengalami gagal jantung yang menyebabkan pembekuan darah.
Namun pengacara Maradona, Matias Morla, mengklaim legenda yang diberi julukan 'Tangan Tuhan' itu tidak menerima pemeriksaan medis dalam 12 jam terakhir. Dia juga mempertanyakan keputusan dokter yang mengizinkan Maradona meninggalkan rumah sakit hanya delapan hari setelah operasi otaknya.
https://nonton08.com/movies/criminal-lawyer/
Studi Terbaru Perkuat Bukti Golongan Darah Ini Lebih Kebal Corona
Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti mengungkap golongan darah O maupun Rh-negatif kemungkinan lebih kebal virus Corona. Temuan ini pun memperkuat bukti-bukti yang sudah ada sebelumnya.
Pandemi virus Corona COVID-19 sendiri merupakan hal yang sangat baru bagi dunia medis. Sebelum ditemukan di Wuhan, China, SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 belum pernah dilaporkan.
Hal ini pun membuat para ilmuwan dan peneliti di dunia terus meneliti bukan hanya mengenai bagaimana cara menghentikan penyebarannya, namun juga meneliti bagaimana efek samping dan golongan darah manusia yang mungkin bisa terhindari dari infeksi virus tersebut.
Berbagai riset mengungkap temuan-temuan yang mengejutkan, termasuk yang baru-baru ini dilaporkan adalah soal golongan darah.
Dikutip dari laman Reuters, sebuah penelitian yang dilakukan di Kanada mengungkap bahwa pemilik golongan dari darah O maupun Rh-negatif mungkin berisiko sedikit lebih rendah untuk terinfeksi COVID-19.
Di antara 225.556 orang Kanada yang dites dalam penelitian ini, risiko terdiagnosis COVID-19 adalah 12 persen lebih rendah dan risiko COVID-19 parah atau kematian 13 persen lebih rendah pada orang dengan golongan darah O, dibandingkan dengan golongan darah A, B, atau AB.
Para peneliti melaporkan temuan ini pada hari Selasa (24/11/2020) lalu di jurnal Annals of Internal Medicine.
dr Joel Ray dari Rumah Sakit St. Michael di Toronto mengatakan bahwa hasil riset ini akan membawa penelitian kepada fokus yang besar terhadap antibodi pada manusia.
"Studi kami selanjutnya secara khusus akan melihat antibodi semacam itu, dan apakah mereka menjelaskan efek perlindungan," kata Ray.
Ray menyebut, masih belum jelas betul apakah informasi ini dapat mempengaruhi pencegahan atau pengobatan COVID-19. Namun, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar