Senin, 14 Desember 2020

Oracle Minggat dari Silicon Valley

 Dalam pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS pekan ini, Oracle menyebutkan telah memindahkan kantor pusat perusahaannya dari Redwood City, California ke Austin, Texas.

Salah satu raksasa Silicon Valley ini juga telah menerapkan kebijakan lokasi kerja karyawan yang lebih fleksibel. Perubahan tersebut, menurut Oracle, akan memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada personel terkait di mana dan bagaimana mereka bekerja.


Langkah Oracle adalah bagian dari tren yang sedang yang sedang meluas di Silicon Valley saat ini, yang dipercepat dengan dua C: California dan Corona. Baik individu maupun bisnis semakin meninggalkan California karena masalah pajak, kelebihan penduduk, tingginya biaya hidup di sana, dan banyak lagi.


Dikutip dari TechSpot, selain Oracle, Hewlett Packard (HP) juga akan memindahkan kantor pusatnya ke kampus baru yang sedang dibangun di Spring, Texas, awal bulan ini.


HP menyebutkan, Houston telah lama menjadi pusat ketenagakerjaan terbesar mereka di AS karena merupakan pasar yang menarik untuk merekrut dan mempertahankan bakat, dan tempat yang bagus untuk berbisnis. Beberapa hari lalu, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk pun mengumumkan dirinya pindah ke Texas.


Namun keputusan Oracle sejatinya tidak terlalu mengejutkan mengingat mereka telah mulai memindahkan sumber daya dari California setidaknya sejak 2018. Tahun itu, Oracle membuka kampus di Austin dengan harapan dapat merekrut bakat-bakat baru yang lebih terjangkau.


Di luar itu, tren ini memperlihatkan bahwa situasi pandemi yang memaksa orang untuk bekerja dari rumah menyadarkan betapa mahalnya Silicon Valley.


California adalah rumah bagi perusahaan teknologi papan atas. Selain Oracle dan HP, nama besar lainnya seperti Intel, Google, Apple, hingga Facebook bermarkas di sini. Penyebutan Silicon Valley atau Lembah Silicon dikarenakan sebagian besar perusahaan teknologi ini berhubungan dengan silikon, komponen yang lazin menjadi bahan baku utama prosesor.


Salah satu pendiri Apple, Steve Wozniak, mengatakan Silicon Valley adalah tempat bermukimnya kreativitas tertinggi manusia. Sahabat mendiang Steve Jobs ini menyatakan bahwa Silicon Valley akan sangat berarti bagi sejarah umat manusia karena banyak perusahaan teknologi yang mengubah dunia berasal dari sini.


Namun belakangan, Silicon Valley perlahan menjadi tempat yang mahal untuk ditinggali. Pandemi COVID-19 pun semakin menyadarkan akan hal itu. Perusahaan teknologi mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk menekan laju penyebaran virus Corona. Beberapa di antaranya, seperti Twitter, bahkan memperbolehkan para karyawan bekerja dari rumah selamanya.


WFH membuat pusat bisnis teknologi itu dipertanyakan keberadaannya. Sebagai dampak kebijakan WFH yang diberlakukan perusahaan teknologi di wilayah California, para pekerja mereka pun berpikir ulang tentang alasan untuk tinggal di Silicon Valley yang semakin mahal.

https://indomovie28.net/movies/whipped-2/


5 Tanda Kita Hidup di Dunia yang Tidak Nyata alias di Dalam Matrix!


 - Semua yang terjadi pada kita adalah sebuah simulasi? Apakah kita di dalam Matrix? Mungkin pertanyaan ini terdengar cukup aneh bagi sebagian orang, kendati demikian sudah banyak ahli yang mendalami 'simulation hypothesis' itu sendiri.

Simulation hypothesis mengusung pemikiran bahwa adanya suatu peradaban dengan teknologi yang lebih maju dan mampu membuat sebuah kehidupan simulasi yang memiliki karakter dengan kesadaran penuh. Singkatnya seperti 'The Sims' versi lebih maju dengan kemampuan mempunyai perasaan, pemikiran, dan kapasitas untuk menciptakan sesuatu.


Dengan kata lain, kita manusia, adalah karakter dalam Matrix yang diciptakan itu!


Percaya tidak percaya, berikut ini sejumlah tanda yang bisa jadi mendukung kemungkinan ini dikutip dari The Things:


1. Video game mendemonstrasikan kemampuan kita membuat simulasi

Semakin banyak virtual reality yang terasa begitu sangat nyata. Kamu bisa merasakan dunia lain yang diciptakan oleh seseorang.


Filsuf Nick Bostrom dari Universitas Oxford berpendapat bahwa sangat mungkin kita hidup dalam simulasi. Bostrom mendasarkan ini pada prinsip bahwa sangat mungkin semua peradaban mencapai titik di mana teknologi mereka sangat maju sehingga mereka dapat menjalankan simulasi di mana para anggotanya tidak pernah curiga bahwa mereka sedang berada dalam simulasi.

https://indomovie28.net/movies/crazy-awesome-teachers/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar