Jumat, 18 Desember 2020

Satgas Sayangkan Kapasitas Testing COVID-19 Turun Jadi 81,9%

 Kapasitas testing atau pemeriksaan laboratorium COVID-19 secara nasional pekan ini mengalami penurunan menjadi 81,9% dari pekan lalu sebesar 96,35%. Hal ini disayangkan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito.

"Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat kita sudah mendekati target dari WHO (World Health Organization) pada minggu lalu," ujarnya dikutip dari laman covid19.go.id, Kamis (17/12/2020).


Wiku meminta para pemimpin daerah untuk melakukan evaluasi. Pemerintah daerah diminta mempertajam permasalahan yang terjadi sehingga berujung pada menurunnya angka testing secara nasional.


"Segera koordinasikan dengan Satgas di pusat jika terjadi kendala yang sulit diselesaikan," tegasnya.


Menurutnya hal tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi pimpinan daerah dalam upaya penanganan COVID-19 agar jangan sampai kejadian serupa terjadi di masa yang akan datang. Ia juga mengatakan upaya 3T, yakni testing, tracing, dan treatment harus dilakukan secara konsisten agar deteksi dini penanganan pasien COVID-19 bisa berjalan baik.


Kemudian bagi daerah-daerah yang sudah memenuhi target testing WHO diharapkan fokus melaksanakan targeted testing, yakni testing kepada kontak erat hasil tracing dari kasus positif COVID-19.


"Bagi daerah yang belum memenuhi target testing, agar segera meningkatkan angka testing yang targeted," pungkas Wiku.


Selain 3T, Satgas COVID-19 juga mengingatkan pentingnya 3M untuk menanggulangi penyebaran COVID-19, yakni dengan #IngatPesanIbu untuk #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencucitangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik.

https://indomovie28.net/movies/turn-right-barcelona/


Tes Corona RI Dinilai Tak Akurat, Pekerja Indonesia Dilarang Masuk Taiwan


 Taiwan melarang masuk sementara pekerja migran Indonesia ke negaranya. Central Epidemic Command Center Taiwan (CECC) menilai tes Corona Indonesia tak akurat.

Penangguhan sementara ini mulai berlaku pada 4 Desember, di tengah meningkatnya lonjakan kasus Corona di Indonesia. Masih belum jelas berapa lama batas waktu yang ditetapkan terkait pelarangan sementara masuknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI).


Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Chen Shih-chung mengatakan kasus COVID-19 di Indonesia belum mereda. Menanggapi laporan lebih dari 6 ribu kasus baru setiap harinya.


"Masalah lainnya adalah kredibilitas hasil tesCOVID-19 yang dikeluarkan di Indonesia, yang semakin memburuk dari waktu ke waktu," kata Chen pada konferensi pers.


Oktober lalu, ada 11 orang Indonesia yang dinyatakan positif COVID-19 di Taiwan. Ada dua di antaranya yang memiliki bukti hasil tes negatif COVID-19 dari pemeriksaan di Indonesia dalam waktu beberapa hari usai penerbangan.


"Pada November, 42 dari 81 orang Indonesia yang dites positif Corona di Taiwan mendapatkan hasil yang sama, lebih dari separuh total. Antara 1-15 Desember, 32 dari 40 kasus positif COVID-19 dari Indonesia, atau 80 persen, memiliki bukti hasil tes COVID-19 negatif yang dikeluarkan dalam tiga hari setelah penerbangan mereka," lanjut Chen.


"Hasil tes ini semakin tidak akurat dari waktu ke waktu. Kami tidak yakin apa masalahnya," pungkasnya.


Chen mengaku sudah berbicara dengan pihak berwenang Indonesia terkait masalah ini. Namun, ia menilai belum ada kemajuan dari Indonesia terkait permintaan Taiwan untuk meningkatkan akurasi tes COVID-19.


Chen menegaskan pelarangan sementara ini tidak akan dicabut sebelum situasi di Indonesia membaik dan akan terus memantau perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Bagaimana nasib pekerja migrain Indonesia di Taiwan? Baca lebih lengkap di halaman berikutnya.

https://indomovie28.net/movies/nini-thowok/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar