Kamis, 17 Desember 2020

Sri Mulyani Beberkan Kelebihan Perempuan Jadi Pemimpin

 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara soal kesetaraan gender, dan juga peran perempuan dalam membuat kebijakan yang berpengaruh pada negara, bahkan dunia. Menurut Sri Mulyani pemimpin perempuan juga lebih sensitif dalam menciptakan kebijakan untuk masyarakat.

"Kalau bicara pemimpin perempuan, mungkin mereka lebih sensitif dan secara natural memahami bagaimana sebuah rumah tangga bisa tertekan, dan ketika membuat kebijakan. Saya pikir pemimpin perempuan cenderung lebih sensitif. Cara mereka berpikir dan merancang kebijakan itu dengan menggunakan empati dan pemahaman rinci, kritis, dan memperhatikan kesetaraan untuk semua kalangan," kata Sri Mulyani dalam seminar internasional yang digelar oleh International Budget Partnership (IBP) yang disiarkan virtual, Rabu (16/12/2020).


Khususnya di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), ia menilai perempuan juga menanggung beban besar, tak hanya pria.


"Saya memiliki 84.000 pegawai di Kementerian Keuangan. Sebagian besar dari mereka sudah berkeluarga dan pegawai perempuan sebagai ibu punya beban yang lebih besar. Bukan hanya karena pandemi memaksa mereka harus di rumah, tapi juga mereka harus bekerja dari rumah, dan pada saat yang sama anak mereka harus sekolah dari rumah. Anak-anak itu membutuhkan guru di rumah. Jadi orang tuanya, terutama sang ibu harus menanggung beban yang lebih besar dari sang ayah. Saya yakin ini juga terjadi di semua negara," ujarnya.


Sementara itu, dalam menangani pandemi Corona di Indonesia, Sri Mulyani menilai ada beberapa program yang memang harus langsung ditujukan pada perempuan. Contohnya bantuan sosial (Bansos) untuk keluarga di kelas menengah bawah.


Menurut Sri mulyani Bansos itu disalurkan pemerintah dengan syarat yakni diterima oleh sang ibu.


"Jaringan pengaman sosial yang kami tingkatkan 3 kali, sebagian besar ditujukan untuk membantu keluarga di kelas menengah bawah, bantuannya itu harus diterima oleh Ibu sebagai kepala keluarga. Sehingga, bantuan itu digunakan dengan baik, terutama untuk pendidikan anak," imbuh dia.


Sri Mulyani menambahkan peran perempuan tak hanya di satu area saja, seperti perekonomian rumah tangga atau negara, tapi juga punya peran besar di bidang lainnya.


"Jadi itulah kenapa kita membicarakan bagaimana kaum wanita bisa mendorong perannya dalam ekonomi, politik, dan di area lainnya," tandas dia.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil-the-final-chapter/


Pandemi COVID-19 Dorong PLN Lebih Cepat Digitalisasi Proses Bisnis


Pandemi COVID-19 mendorong percepatan digitalisasi proses bisnis di tubuh PLN. Digitalisasi proses bisnis juga termasuk dalam program transformasi PLN untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Disampaikan Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo pada acara Indonesia Digital Conference 2020 bertajuk 'Inovasi di Tengah Pandemi' yang digelar oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) secara daring, transformasi tersebut salah satunya dilatarbelakangi oleh adanya perubahan kondisi kelistrikan di Indonesia dari sebelumnya defisit menjadi surplus.


"Adanya perubahan ini juga membuat perubahan arah strategi, dari yang sebelumnya supply driven menjadi demand driven," ungkap Darmawan dalam keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).


Transformasi PLN mencakup empat aspirasi yaitu, Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused, dengan 4 enabler, 2 di antaranya yaitu organization and people dan technology advancement. Melalui aspirasi Green, PLN meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan untuk menghasilkan listrik.


Lean, untuk memastikan pengadaan listrik yang handal dan efisien. Innovative, untuk meraih pendapatan dari sumber-sumber baru. Customer Focused untuk menjadi pilihan nomor satu pelanggan dan mencapai 100 persen elektrifikasi.


Dari empat aspirasi tersebut, PLN memiliki 20 terobosan dalam program transformasi. Sebanyak 13 terobosan di antaranya merupakan pembangunan berbasis digital, antara lain Digital Power Plant, Digital Procurement, Digitally Enabled Distribution Excellence, Dispatch Optimization, Anti Black Out, Green Booster, Billing and Collection Organization, Fiber Optics Rollout, Electric Vehicles Infrastructure, Captive Power, Outage Management, PLN Mobile Relaunch, dan Digitally Enabled Execution Machine.


Darmawan menjelaskan tantangan terbesar dalam melakukan transformasi tidak hanya membangun sistem, tetapi juga membangun kapasitas human resource yang harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.


"Penting bagi kita untuk mengelola organisasi yang lebih streamline. Setiap orang perlu bekerja dengan efektif, tidak ada redundance, perlu sinergi, kolaborasi, dan bagaimana kami harus mengelola lebih dari 100 ribu pegawai itu, maka kami membangun platform digital," lanjut Darmawan.

https://maymovie98.com/movies/resident-evil-extinction/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar