Pandemi COVID-19 membawa dampak negatif untuk banyak bisnis, termasuk startup. Bahkan menurut pemodal ventura seperti CEO BRI Ventures Nicko Widjaja startup yang tidak mau adaptasi di tengah pandemi lebih baik tutup saja.
"Untuk beberapa startup yang kekeuh nggak mau pivot, tidak mau berubah bisnis, tidak mau mengganti ide di saat seperti ini, lebih baik tutup saja," kata Nicko seusai acara kelulusan Grab Ventures Velocity, Kamis (1/10/2020).
"Karena susah juga untuk bilang cara lama nggak akan berhasil sedangkan dunia terus berubah. Dinamika startup ini didasarkan dengan keadaan yang harus terus berubah," imbuhnya.
Menurutnya saat ini ada beberapa segmen startup yang bisa berhasil di tengah pandemi, misalnya startup kesehatan, pendidikan dan agrikultur.
Untuk startup yang saat sudah memiliki produk dan layanan, Nicko menyarankan untuk menjajal use case baru. Ia mengatakan saat ini validasi use case bisa memakan waktu lebih cepat dan bisa langsung dilihat apakah use case berhasil atau gagal.
Meski saat ini kondisi ekonomi masih lemah akibat pandemi, menurut Nicko sekarang justru waktu yang tepat untuk mendirikan startup.
Ia berkaca pada beberapa perusahaan besar yang berdiri di era krisis, seperti Uber dan AirBnB yang berdiri setelah krisis keuangan global tahun 2008. Ia mengatakan krisis adalah bagian dari startup.
"Harapan saya untuk para startup adik-adik yang baru memulai, mulai sekarang itu paling benar. Di mana sekarang semua orang lagi tiarap, Anda yang harusnya maju sekarang," kata Nicko.
Untuk startup yang baru berdiri di tengah pandemi, Nicko menyarankan untuk tidak terburu-buru mencari pendanaan dan lebih baik menghemat modal yang ada. Jika ingin bergabung dengan akselerator atau inkubator juga harus pilih-pilih.
"Jadi menurut saya masuk ke akselerator yang punya impact ke bisnis Anda. kalau Grab jelas punya ekosistem jadi nggak hanya uang. Karena uang itu mudah dicari, tapi ekosistem itu nggak ada. Jarang ada yang bisa ngasih ekosistem kayak Grab," pungkasnya.
https://indomovie28.net/movies/toko-barang-mantan/
Bantu Sistem Transaksi UMKM, Grab Kerja Sama dengan Startup Qasir
Grab Indonesia baru-baru ini menjalin kerja sama dengan startup Qasir yang bergerak dalam bidang platform point of sales (POS). Kerja sama tersebut memungkinkan para usahawan Qasir, yang bergerak di bidang makanan dan minuman (F&B) untuk menikmati keuntungan automasi pencatatan transaksi langsung ke sistem POS aplikasi Qasir.
Fitur kerja sama Grab dan Qasir ini dapat digunakan oleh merchant kasir dengan biaya berlangganan yang lebih terjangkau.
"Untuk mendukung usahawan secara optimal di tengah pandemi, kami telah menyediakan layanan paket kerja sama usaha dengan GrabFood, di mana usahawan dapat langsung menyimpan data transaksi GrabFood-nya di sistem POS Qasir," ujar CEO Qasir Michael Williem, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2020).
Menurut Michael, kemitraan dengan Grab ini dilatarbelakangi komitmen perusahaan untuk mendampingi usahawan terutama di masa-masa sulit akibat pandemi. Oleh karena itu, fitur yang diberikan juga mengusung prinsip tepat guna dan terjangkau.
"Merchant F&B sendiri telah merepresentasikan sekitar 50% dari merchant base Qasir. Menjalin kemitraan dengan Grab yang memiliki jaringan luas akan membantu mitra usaha kami untuk menyasar basis pelanggan yang lebih besar. Hal ini juga menambah peluang kami untuk melakukan akuisisi merchant F&B," imbuh Michael.
Ia juga mengatakan jumlah pelaku usaha UMKM di dalam negeri yang sudah memanfaatkan platform online untuk mengembangkan bisnisnya perlu ditingkatkan. Saat ini hanya 13% UMKM yang telah bertransformasi ke pemasaran digital.
"Sejak pandemi, platform digital yang tadinya hanya dinilai sebagai alat bantu alternatif untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari berubah menjadi suatu kebutuhan penting. Mereka yang belum terbiasa dengan teknologi digital pun seolah dipaksa keadaan untuk menggunakan teknologi jika ingin bertahan. Ini juga terjadi pada UMKM kita. Di mana penjualan online berbasis digital terbukti menyelamatkan mereka yang tidak bisa lagi berjualan secara offline," ujar Michael.
Atas permasalahan itu Qasir berupaya membantu para usahawan UMKM, salah satunya lewat integrasi platform POS miliknya dengan layanan GrabFood.
"Salah satu manfaat yang paling dirasakan oleh merchant ialah mereka dapat lebih mudah untuk mempromosikan produknya secara online dan membuat multi-channel transactions sehingga dapat merasakan pengalaman jualan online yang mulus dan akhirnya berdampak pada kenaikan penjualan merchant itu sendiri," pungkas Michael.
https://indomovie28.net/movies/i-know-when-you-are-going-to-die/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar