Rabu, 10 Februari 2021

Update Vaksinasi COVID-19, 969.546 Nakes Sudah Disuntik Per 10 Februari

 Per 10 Februari 2021, sebanyak 969.546 tenaga kesehatan (nakes) telah divaksin COVID-19 dosis 1. Menurut laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka tersebut sudah mencakup 66,01 persen dari total sasaran nakes penerima vaksin.

Angka tersebut merupakan akumulasi nakes penerima vaksin sejak vaksinasi pertama pada 13 Januari 2021 kepada Presiden Joko Widodo. Tercatat, angka hari ini mengalami penambahan sebanyak 124.139 sejak Selasa (9/2/2021).


Saat ini, pemberian vaksin COVID-19 memang masih diprioritaskan untuk nakes. Pasalnya, kelompok inilah yang memiliki risiko penularan yang tinggi dari interaksi langsung dengan pasien setiap hari.


Sementara untuk vaksin dosis 2 sudah diberikan ke 279.251 nakes. Klaim Kemenkes, angka tersebut sudah mencakup 19,01 persen dari total sasaran nakes penerima vaksin. Dengan pertambahan sebanyak 57.798 sejak Selasa (9/2/2021).


Berikut rincian update vaksin COVID-19 per 10 Februari 2021 berdasarkan laporan harian dari akun resmi Kemenkes pukul 14.00:


Total sasaran vaksin: 181.554.465 orang

Sasaran vaksinasi tenaga kesehatan: 1.468.764 nakes

Vaksinasi dosis 1: 969.546 (+ 124.139 orang)

Vaksinasi dosis 2: 279.251 (+ 57.798 orang)

https://movieon28.com/movies/are-you-here/


Facebook Akan Hapus Informasi Salah Tentang Vaksin


- Facebook mengumumkan rencana untuk menghapus konten disinformasi tentang vaksin. Raksasa jejaring sosial ini mengatakan akan mengarahkan orang-orang ke situs tentang vaksinasi yang kredibel.

Head of Health di Facebook, Kang-Xing Jin, melalui postingan blog resmi Facebook mengatakan bahwa perusahaan media sosial mereka akan memastikan pengguna platformnya mendapatkan informasi tentang vaksin yang valid dan bisa dipercaya.


"Jalan kita masih panjang dalam menghadapi pandemi, dan di 2021 kami fokus membantu kerja para pemimpin dan petugas di sektor kesehatan untuk memvaksinasi miliaran orang melawan COVID-19," kata Jin seperti dikutip dari blog Facebook, Selasa (9/2/2021).


Sejumlah informasi salah tentang vaksin yang akan diberangus Facebook antara lain klaim tidak terbukti yang menyebutkan bahwa vaksin menyebabkan autisme dan pandemi virus Corona adalah sengaja dibuat oleh pihak tertentu.


Jin mengatakan Facebook akan secara khusus mengawasi halaman dan group yang melanggar kebijakan. Jika kedapatan ada yang menyebarkan hoax dan informasi yang salah tentang vaksin, akun yang bersangkutan akan dihapus Facebook.


Oktober lalu, Facebook mulai melarang iklan yang membuat orang enggan divaksin. Jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini sudah lama dikritik pedas oleh otoritas berwenang dan para pejabat di sektor kesehatan karena dinilai kurang berbuat banyak untuk menghentikan penyebaran disinformasi tentang vaksin.


Tokopedia Gelar Diskon Flash Sale Perabotan Rumah Tangga hingga 90%


 Adanya pandemi Corona membuat kegiatan masyarakat di luar semakin terbatas karena harus di rumah saja. Akibatnya, masyarakat pun banyak mengandalkan platform online untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli produk rumah tangga.

Category Development Senior Lead (Home & Living Category) Tokopedia, Fifa Italia mengatakan sepanjang tahun 2020 transaksi pada kategori Home & Living di Tokopedia naik hingga 2 kali lipat ketimbang tahun sebelumnya. Hal ini karena semakin meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah selama pandemi.


Melihat peningkatan tren tersebut, ia mengungkapkan bahwa Tokopedia kembali menghadirkan Home Living SALEbrations Special 2nd Anniversary yang berlangsung hingga 28 Februari 2021. Kampanye besar ini digelar agar masyarakat semakin mudah dalam memenuhi berbagai kebutuhan akan produk rumah tangga tanpa harus keluar rumah.

https://movieon28.com/movies/you-are-here/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar