Hubungan seksual merupakan aktivitas fisik yang mewarnai kehidupan berpasangan. Dalam berhubungan seks, mencapai orgasme tidak semudah yang dibayangkan. Faktanya kadang terjadi kesenjangan karena pria lebih mudah orgasme ketimbang wanita saat bercinta.
Sebuah survei Cosmopolitan tahun 2015 terhadap 2.300 wanita berusia antara 18-40 tahun menemukan bahwa hanya 57 persen wanita yang melaporkan mengalami orgasme paling banyak atau setiap kali mereka berhubungan seks. Selain itu, 27 persen dari mereka yang disurvei mengatakan mereka memalsukan orgasme untuk mengakhiri hubungan seks karena mereka tahu mereka tidak akan orgasme.
Namun wanita juga menginginkan hubungan seks yang memuaskan. Untuk mencapai hal tersebut, para pria perlu melakukan hal-hal yang dapat membuat wanita terangsang.
Dikutip dari Times of India, berikut trik agar wanita mudah terangsang di ranjang.
1. Cobalah menggoda dirinya
Bersikaplah perlahan dan bertahap. Itulah triknya sambil mendorong bagian diri Anda ke dalam dirinya. Cium dirinya dengan pelan-pelan dan dia akan semakin dekat dengan orgasme.
2. Gunakan bantal
Bantal selalu berguna setiap saat. Letakkan satu di bawah pinggulnya agar panggulnya juga naik. Ini memberi Anda lebih banyak ruang untuk menyentuh area erotis dan dirinya akan menikmati sentuhan itu.
3. Rayuan emosional
Rapikan kamar, nyalakan beberapa lilin, gunakan seprai satin cantik dan putar musik lembut. Bicaralah padanya dengan seksi, katakan pada dirinya apa yang ingin dilakukan dan lakukan percakapan yang akan merangsang indranya.
4. Beri sentuhan di area sensitif
Temukan titik rangsangan seksual pasangan yang ingin disentuh atau distimulasi. Dia bisa merasa sangat rileks dan terstimulasi dengan cara ini sehingga mudah mencapai orgasme.
5. Peka terhadap suara
Pahami desahannya, apakah itu kesenangan atau rasa sakit? Tegang atau santai? Mintalah dirinya memberi tahu tempat-tempat sensitifnya dan lakukan apa yang dia mau. Dia akan lebih mencintai Anda karena aktivitas tersebut.
https://nonton08.com/movies/sweet-alibis/
Positif Corona, Pengantin Baru Asal Sragen dan Orang Tuanya Meninggal
L (28) pengantin baru asal Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Sragen, meninggal dalam kondisi positif terpapar virus Corona atau COVID-19. Tragisnya, hanya berselang beberapa hari, kedua orang tua L menyusul meninggal juga akibat terpapar COVID-19.
"Yang bersangkutan positif COVID-19. Meninggal tanggal 5 November di RSUD Moewardi. Ibunya meninggal tanggal 6 November dan ayahnya meninggal Senin kemarin (9 November). Orang tuanya juga positif," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto, dihubungi detikcom, Selasa (10/11/2020).
Hargiyanto mengatakan, ibu L menjalani perawatan di RSUD Ngipang Solo. Sementara ayahnya dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong. Menurut Hargiyanto, kuat dugaan kedua orang tua tersebut terpapar Corona dari L.
"Dua-duanya kemungkinan terpapar dari anaknya. Sementara anaknya kemungkinan terpapar dari Jakarta karena bekerjanya di Jakarta," terangnya.
Hargiyanto mengaku sudah melakukan tracing terkait temuan kasus ini. Tracing dilakukan kepada 113 warga Desa Wonorejo.
"Kita tracing. Hari ini 62 warga di-swab, kemarin 52 warga. Seluruhnya kontak erat dengan ketiga pasien positif," imbuhnya.
Seluruh warga yang sudah dilakukan tes swab, lanjutnya, diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Hasil swab diperkirakan akan keluar besok (11/11).
"Nanti kita lihat hasilnya. Sementara ini kita edukasi untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing. Nanti jika hasilnya ada yang positif baru kita lakukan intervensi," papar Hargi.
Dihubungi terpisah, Kepala Desa Wonorejo, Edi Subagyo mengatakan L selama ini bekerja sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas di daerah Cakung, Jakarta. L pulang ke rumahnya tanggal 22 Oktober, dengan maksud akan melangsungkan pernikahan.
"Tanggal 24 Oktober dilangsungkan ijab dan resepsi kecil-kecilan. Hanya mengundang tetangga kampung. Memang terkait hajatan, kalau tidak besar dan memenuhi protokol kesehatan kami memberikan izin," ujarnya.
Edi mengatakan, tanggal 26 Oktober, keluarga L hendak melangsungkan prosesi ngunduh manten di rumah suaminya di Wonogiri. Namun di tengah perjalanan, L kolaps.
"Sebelum berangkat sudah mengeluh sakit dan sempat dibawa ke klinik sekitar satu kilometer dari rumah. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Wonogiri, namun di tengah perjalanan sudah nggak kuat sehingga langsung dilarikan ke RSUD Moewardi," kata Edi.
L dinyatakan meninggal tanggal 5 Oktober, disusul kedua orang tuanya dalam selang waktu beberapa hari saja. Menurut Edi, ketiga pasien tersebut memang memiliki riwayat penyakit.
"L kecilnya punya riwayat asma. Sementara ayah dan ibunya, kedua-duanya sakit gula. Ibunya bahkan sempat opname di rumah sakit sepekan sebelum pelaksanaan resepsi," urainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar