Tingginya mobilitas masyarakat di masa pandemi berisiko tinggi terhadap penularan. Jelang libur akhir tahun, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat tak perlu melakukan perjalanan jika tidak mendesak.
"Saya menghimbau masyarakat, jika perjalanan tidak mendesak, diharapkan tidak melakukannya," tegasnya seperti dikutip dari laman covid19.go.id, Kamis (17/12/2020).
Wiku juga mengatakan masyarakat diharapkan perlu mengenali risiko jenis mobilitas dan kegiatan yang dilakukan, ia membagi tingkat risiko mobilitas menjadi 4 jenis, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Kondisi Risiko Rendah
Kondisi risiko rendah, yakni beraktivitas di rumah dan hanya berinteraksi dengan keluarga inti dan melakukan perjalanan singkat dengan kendaraan pribadi bersama keluarga tanpa berhenti selama perjalanan.
2. Kondisi Lebih Berisiko
Kemudian kondisi yang lebih berisiko yakni perjalanan dengan kendaraan pribadi bersama keluarga tanpa melakukan pemberhentian selama perjalanan, selain itu juga melakukan interaksi dengan bukan anggota keluarga inti di ruang terbuka dan mematuhi 3M atau memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
3. Kondisi Lebih Tinggi Berisiko
Lalu kondisi yang lebih tinggi berisiko adalah perjalanan dengan kendaraan pribadi bersama bukan anggota keluarga, perjalanan kereta atau bus jarak jauh, berinteraksi dengan beberapa orang yang bukan keluarga inti di ruang tertutup dengan sebagian besar mematuhi 3M.
4. Kondisi Risiko Tertinggi
Terakhir kondisi risiko tertinggi, yakni penerbangan dengan transit, perjalanan dengan kapal atau perahu, dan berinteraksi dengan orang dari berbagai sumber di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk yang sebagian kecil mematuhi 3M.
Guna memitigasi risiko mobilitas, Wiku menyebut Pemerintah memfinalisasi kebijakan terkait pelaku perjalanan antarkota yang meliputi persyaratan hingga mekanisme perjalanan dan kembali ke tempat asalnya.
"Pengambilan kebijakan terkait pelaku perjalanan dilakukan karena selalu ada tren kenaikan kasus setiap adanya masa liburan panjang," ujarnya.
Jadi, lebih baik tetap berada di rumah ya ketika liburan. Bila terpaksa pergi karena keadaan mendesak, perhatikan 4 jenis risiko mobilitas agar terhindar dari COVID-19 tersebut.
Selain itu, tetap #IngatPesanIbu ketika bepergian dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik agar virus Corona tidak menular.
https://indomovie28.net/movies/the-secret-suster-ngesot-urban-legend/
Model Ini Wajibkan Pria yang Berkencan Dengannya Sudah Divaksin Corona
Seorang model Instagram membuat kriteria khusus untuk pria yang ingin berkencan dengannya. Model bernama Iasmin Santos ini cukup selektif dalam memilih pria yang akan ia kencani beberapa bulan terakhir ini.
Wanita berusia 27 tahun ini mengatakan ingin berkencan dan bercinta dengan pria yang sudah mendapatkan vaksin virus Corona. Ini dilakukannya demi mencegah terjadinya penularan dan kontaminasi virus COVID-19.
"Saya ingin seorang pria yang sudah mendapatkan vaksin virus Corona, ini persyaratan pertama yang saya ajukan," kata Iasmin yang dikutip dari laman Daily Star, Kamis (17/12/2020).
"Saya memiliki banyak harapan saat saya bertemu seseorang, saya juga ingin dia menjadi pria yang spesial," lanjutnya.
Iasmin sendiri merupakan model dan influencer yang cukup sukses. Ia terkenal di beberapa negara seperti Dubai, Paris, dan Milan.
Sebelum permintaannya soal vaksin ini, ia juga sempat membuat kriteria untuk para pria yang akan mengencaninya. Dalam aplikasi kencan miliknya, ia menuliskan bahwa pria yang akan bertemu dengannya harus dipastikan negatif COVID-19.
Akibat permintaannya itu, aplikasi kencan itu pun menuntut para penggunanya untuk mencantumkan hasil tes COVID-19 negatif.
Saat ini, wanita asal Brazil tersebut tengah mencari pria yang telah mendapatkan vaksin. Di tempat tinggalnya, di London, pun diketahui telah menyetujui penggunaan vaksin dosis pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar