Menikah selama 30 tahun, sepasang suami istri yang bekerja sebagai guru meninggal akibat COVID-19. Keduanya meninggal dalam kondisi tengah berpegangan tangan.
Adalah Paul Blackwell dan Rose Mary yang meninggal dunia pada 13 Desember kemarin. Tepatnya setelah dua minggu menjalani perawatan intensif dan beberapa hari menggunakan alat bantu napas, ventilator, di Harris Methodist Hospital, Texas.
Suami istri yang menjadi guru di Grand Prairie Independent School District di Grand Prairie, Texas, ini sebelumnya bekerja keras menghidupi keluarga sampai akhirnya mereka tertular Corona. Kondisinya terus mengalami pemburukan hingga kritis, sang anak pun terpaksa membuat keputusan sulit dalam hidupnya.
Keputusan sulitnya ini datang usai dokter mengatakan tak ada lagi kemungkinan keduanya untuk sembuh. Akhirnya, para dokter pun melepaskan ventilator yang terpasang pada suami istri ini dengan persetujuan sang anak.
"Dokter mengatakan mereka tidak melihat perkembangan sama sekali, dan mereka perlahan-lahan menurun dalam fungsi vital mereka secara keseluruhan," curhat anak Blackwell, dikutip dari CNN.
Anak-anak dari suami istri ini berharap, mereka berdua bisa pergi dengan tenang dan tak merasakan sakit kembali.
"Aku dan kakakku sampai pada kesimpulan untuk membiarkan mereka pergi dengan damai bersama. Mereka bersama dan berpegangan tangan. Kakakku dan aku sama-sama berpegangan tangan pada orang tuaku juga, jadi kami berempat berpegangan tangan satu sama lain sebagaimana adanya, keduanya dilepas dari ventilator," kata anaknya.
Sang dokter kala itu berinisiatif untuk mengaitkan jari mereka. Tak lama, beberapa menit setelahnya, mereka berdua dinyatakan meninggal dunia.
"Mereka berpegangan tangan dan mereka berdua pergi dalam beberapa menit. Saya belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya dan bahkan sulit untuk mengatakannya dengan kata-kata," curhat dokter yang menangani.
"Mereka mengatakan 'sampai kematian memisahkan kita'. Dan begitulah yang terjadi," lanjut cerita dokter tersebut.
Masih belum jelas awal mula mereka berdua tertular Corona hingga akhirnya mengalami gejala berat COVID-19 sampai fatal. Padahal mereka berdua disebutkan terus mematuhi protokol COVID-19.
Dalam sebuah pernyataan, sekolah tempat mereka mengajar turut berduka cita atas meninggalnya pasangan ini. "Pikiran dan doa kami ditujukan kepada keluarga, teman, rekan kerja, dan siswa mereka baik saat ini maupun sebelumnya," begitu pernyataan duka sekolah tersebut.
https://indomovie28.net/movies/suzanna/
4 Jenis Risiko Mobilitas yang Wajib Dihindari agar Tak Tertular Corona
Tingginya mobilitas masyarakat di masa pandemi berisiko tinggi terhadap penularan. Jelang libur akhir tahun, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat tak perlu melakukan perjalanan jika tidak mendesak.
"Saya menghimbau masyarakat, jika perjalanan tidak mendesak, diharapkan tidak melakukannya," tegasnya seperti dikutip dari laman covid19.go.id, Kamis (17/12/2020).
Wiku juga mengatakan masyarakat diharapkan perlu mengenali risiko jenis mobilitas dan kegiatan yang dilakukan, ia membagi tingkat risiko mobilitas menjadi 4 jenis, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Kondisi Risiko Rendah
Kondisi risiko rendah, yakni beraktivitas di rumah dan hanya berinteraksi dengan keluarga inti dan melakukan perjalanan singkat dengan kendaraan pribadi bersama keluarga tanpa berhenti selama perjalanan.
2. Kondisi Lebih Berisiko
Kemudian kondisi yang lebih berisiko yakni perjalanan dengan kendaraan pribadi bersama keluarga tanpa melakukan pemberhentian selama perjalanan, selain itu juga melakukan interaksi dengan bukan anggota keluarga inti di ruang terbuka dan mematuhi 3M atau memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar