- iPhone 12 Mini 5G menjadi salah satu line up Apple di iPhone 12 dengan ukuran paling kecil dan juga banderol paling murah. Handset ini jadi alternatif bagi yang ingin iPhone terbaru yang tak terlampau jumbo dan juga cukup ramah di kantong. Namun demikian, Apple agaknya tak puas.
Meski awalnya dianggap cukup menggoda, sepertinya iPhone 12 Mini kurang diminati dibandingkan para saudaranya. Mungkin karena baterainya cukup kecil, 2.227 mAh atau memang Apple fanboy lebih mantap dengan iPhone 12 ukuran lebih besar.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh My Drivers, penjualan iPhone 12 Mini adalah yang terendah ketimbang varian iPhone 12 lainnya. Penjualan globalnya hanya mencakup 6% dari seluruh pendapatan yang diraup Apple dari seluruh line up iPhone 12.
Maka ada spekulasi bahwa Apple mungkin saja bakal menghentikan produksi iPhone 12 Mini agar stok tidak berlebihan dan hanya tersimpan di gudang. Hal itu diprediksi oleh analis dari JP Morgan, William Yang.
Dalam catatan yang disampaikan pada investor, analis William Yang merevisi sebagian prediksinya soal produksi iphone 12. Ia meyakini Apple mendapatkan paling banyak keuntungan dari iPhone 12 Pro Max dan iPhone 12 Pro serta versi sebelumnya, iPhone 12.
Yang pun memangkas perkiraan produksi dari iPhone 12 dan iPhone 12 Mini, bahkan iPhone 12 Mini mungkin akan setop produksi. "Yang mencatat bahwa karena sepertinya permintaan iPhone 12 Mini lemah, rantai suplai mungkin akan menghentikan produksinya di kuartal II 2021," tulis Apple Insider yang dikutip detikINET, Minggu (7/2/2021).
Hal ini bukan berarti iPhone 12 Mini berhenti dijual. Dihentikannya produksinya lebih karena stoknya mungkin sudah dianggap cukup memadai sehingga tidak perlu dibuat lagi. Seperti biasa, Apple tidak berkomentar terhadap spekulasi pasar ini.
https://kamumovie28.com/movies/the-truth-beneath/
Blokir Internet Myanmar Berangsur Pulih
Akses internet di Myanmar secara bertahap mulai pulih. Blokir internet secara nasional rupanya gagal meredam kemarahan publik dan protes terhadap kudeta yang berupaya menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.
"Pemulihan sebagian konektivitas internet dikonfirmasi di #Myanmar mulai pukul 14:00 waktu setempat pada beberapa penyedia layanan internet, menyusul adanya pemberitahuan pemadaman," kata lembaga pemantauan internet Netblocks lewat Twitter.
Dikutip dari AFP, rakyat Myanmar harus kehilangan akses internet atas blokir yang diperintahkan pihak militer yang berkuasa. Netblocks melaporkan, platform media sosial tetap diblokir hingga Minggu (7/2/2021) sore waktu setempat, namun pelanggan ponsel yang menggunakan layanan MPT, Ooredoo, Telenor dan Mytel sudah bisa mengakses data internet seluler dan WiFi.
Sebelumnya, Netblocks menyebutkan konektivitas internet di Myanmar berada pada status 14% dari level biasanya. Meski internet padam, beberapa feed Facebook tampak masih berhasil disiarkan dari puluhan ribu pengunjuk rasa yang berbaris di jalan-jalan Yangon, Myanmar.
Reporter khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar Tom Andrews melaporkan, gangguan akses internet secara disengaja sangat berbahaya dan merupakan pelanggaran hak asasi manusia.
"Para jenderal militer Myanmar saat ini mencoba melumpuhkan gerakan perlawanan warga dan menghalangi mereka dari dunia luar dengan mematikan hampir semua akses internet," tweetnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar