Sabtu, 06 Februari 2021

Apple Bikin Produk Hardware Kesehatan Baru?

 Saat ini Apple Watch adalah satu-satunya produk hardware atau perangkat keras milik Apple yang berhubungan dengan kesehatan.

Nah, kabarnya Apple sedang mengerjakan sebuah produk perangkat keras berbasis kesehatan yang baru. Hal tersebut terlihat dari daftar pekerjaan baru di situs web Apple yang sedang mencari seorang manajer produk baru.


Pada daftar tersebut tertulis, "The Health Hardware group sedang mencari Engineering Project Manager (EPM) untuk memimpin desain dan pengembangan produk Perangkat Keras Kesehatan bermerek Apple."


Dilansir detiKINET dari Ubergizmo, Rabu (3/2/2021) daftar tersebut tidak benar-benar merinci bagaimana dan seperti produk Apple tersebut akan dibuat. Namun hal ini dinilai tidak mengejutkan karena banyak perusahaan akan secara terbuka menyatakan produk tanpa pemberitahuan apa yang dapat mereka kerjakan.


Seperti dijelaskan sebelumnya, Apple Watch adalah satu-satunya produk perangkat keras dari Apple yang berfokus pada kesehatan. Apple memang menjual produk kesehatan terhubung lainnya di tokonya, seperti alat tekanan darah, termometer, timbangan pintar, dan sebagainya.


Yang cukup menarik, perusahaan belum mengubah nama Beddit Sleep Monitor yang telah diakuisisi perusahaan pada tahun 2017.


Dan juga meski ada kabar di mana Apple akan menerapkan pemantauan gula darah di Apple Watches masa mendatang,namun itu belum tentu merupakan produk perangkat keras baru dan lebih mirip peningkatan dari produk yang sudah ada.


Artinya, pengguna harus tetap bersabar dan berharap Apple akan mengumumkan sesuatu secara resmi di masa mendatang.

https://kamumovie28.com/movies/river/


Sebulan PDKT, Sejauh Mana Proses Merger Indosat dan Tri?


Pendekatan antara Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan Indosat Ooredoo sebelum sepakat untuk merger, baru berlangsung satu bulan. Wakil Direktur Utama Tri M Danny Buldansyah mengungkapkan perkembangan terbaru proses merger kedua operator seluler tersebut.

Danny mengatakan sejak nota kesepahaman ditandatangani akhir 2020, kedua operator seluler sama-sama mengumpulkan data perusahaan masing-masing. Begitu juga mereka telah menunjuk konsultan legal, keuangan, bisnis, dan lainnya.


"Kemudian bertukar data. Mudah-mudahan semua selesai sebelum akhir April. Kalau bisa dipercepat lebih baik lagi. Itu tahapannya sampai sekarang," ujar Danny dalam sebuah diskusi online yang digelar Alinea, Rabu (3/2/2021).


Dalam kesempatan ini, Danny menggarisbawahi bahwa nota kesepahaman yang sudah disepakati itu tidak main-main, begitu juga tidak ingin gagal untuk mencapai kata sepakat merger.


"Kalau kedua para pemegang saham yang kita tahu pemain kelas dunia itu, sudah MoU, bukan untuk gagal dong, bukan cuma asal main-main tandatangan, sudah serius. Tapi, kedua belah pihak sangat serius dalam menyikapi atau menindaklanjuti MoU tersebut," ucap Danny.


Selama proses pendekatan yang berjalan sampai April 2021, Danny mengharapkan, adanya kecocokannya yang bisa memberikan dampak ke perusahaan ke depannya.


"Dua perusahaan yang berdiri sendiri nantinya bersatu, tentu sinergi kedua perusahaan itu membawa keuntungan. Diharapkan, kalau satu tambah satu tidak sama dengan dua, tapi bisa jadi empat atau lima," tuturnya.


"Nah, realisasi harapan itu tidak mudah. Kita fokus merger atau konsolidasi ini terjadi secepatnya, baik secara administrasi, regulasi bisa memenuhi semuanya. Ini fokus kita dulu sebelum kita ngomong setelah merger kita mau ngapain," pungkasnya.

https://kamumovie28.com/movies/the-river/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar