Sudah hampir dua bulan terakhir, China melaporkan tidak adanya kasus penularan virus Corona COVID-19 secara lokal di negaranya.
Dikutip dari Reuters, data tersebut didapat dari data resmi pada hari Senin (8/2/2021). Disebutkan, ini bisa menjadi tanda bahwa China telah berhasil mengatasi gelombang kedua COVID-19 karena langkah agresif yang diambil oleh pemerintah setempat untuk menghentikan penyebaran virus.
Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan bahwa dalam 12 hari terakhir terhitung hingga 7 Februari 2021 hanya ada penambahan 14 kasus COVID-19. Namun, semua kasus tersebut merupakan kasus impor, bukan transmisi lokal.
Tujuh kasus terjadi di Shanghai dan sisanya di Provinsi Guangdong. Ini menandai pertama kalinya China tidak memiliki kasus penularan virus Corona secara lokal sejak 16 Desember 2020.
Hingga saat ini, total kasus COVID-19 di China sudah mencapai 89.706 kasus. Sementara itu, jumlah kasus kematian tidak mengalami perubahan, yakni 4.636 kasus.
https://movieon28.com/movies/the-time-that-remains/
Ridho Rhoma 2 Kali Kena Kasus Narkoba, Ini Pemicu Kambuh Usai Rehabilitasi
Pedangdut Ridho Rhoma kembali terjerat kasus narkoba. Ia ditangkap polisi pada Kamis (4/2/2021), dengan barang bukti ekstasi. Dalam pengakuannya, ia meminta maaf karena tidak bisa melawan ketergantungannya terhadap narkotika.
"Saya ingin menyampaikan saya memohon maaf atas kegagalan saya tidak berusaha melawan adiksi saya," kata Ridho Rhoma kepada wartawan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/2/2021).
Sebelumnya, Ridho juga pernah terjerat kasus narkoba pada 25 Maret 2017. Ia divonis hukuman penjara 10 bulan dan rehabilitasi di RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) Cibubur selama 6 bulan 10 hari.
Dikutip dari Addiction Center ada hal yang menjadi pemicu kekambuhan. Banyak mantan pecandu yang sering kembali ke lingkungan tempat mereka pernah menggunakan narkoba.
Selain itu, pikiran, perasaan, situasi, baru, bahkan lagu juga bisa kembali mengingatkan seseorang untuk menggunakan narkoba lagi.
Adapun beberapa faktor yang bisa mempengaruhi mantan pecandu untuk kembali mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu. Berikut 5 faktor penyebabnya yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dr Diah Setia Utami, SpKJ.
1. Jenis zat
Jenis zat narkotika juga bisa meningkatkan risiko kambuhnya mantan pecandu. Ada dua jenis yang paling disalahgunakan, yaitu jenis opioid dan ATS (amphetamin dan stimulan).
"Opioid itu heroin atau morfin. Sementara ATS yang paling sering digunakan adalah ganja atau sabu," tutur dr Diah yang pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) pada detikcom, beberapa waktu lalu.
2. Komplikasi medis
Mantan pecandu yang memiliki gangguan kesehatan, terutama kejiwaan juga rentan kambuh. Gangguan jiwa ini bisa menyebabkan kerusakan otak karena faktor genetik dan bawaan yang sudah diidap sebelum menggunakan narkoba.
"Misalnya sebelum pakai narkoba pasien sudah dari awalnya sangat depresi, atau ternyata pasien mengidap bipolar. Ketika fase manik ingatnya narkoba, ketika depresi apalagi yang diingat narkoba. Tentunya kemungkinan untuk kambuh lebih besar," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar