Penyanyi Ari Lasso dalam video terbaru di kanal Youtubenya membagikan cerita ketika ia terinfeksi virus Corona COVID-19. Ari Lasso ditemani dua anggota timnya yang lain berbagi cerita tentang beragam gejala unik COVID-19 saat mereka jatuh sakit.
"COVID ini setiap orang punya ciri serangan masing-masing... Kita bukan ahli kesehatan, ahli kedokteran, tapi kita bercerita berdasarkan pengalaman pribadi," kata Ari Lasso seperti dikutip dari ARI LASSO TV pada Senin (8/1/2021).
Anggota pertama, sang manajer Yunski bercerita awalnya merasakan gejala mirip sakit flu yaitu radang tenggorokan. Awalnya sempat percaya diri mengalami gejala ringan, namun beberapa hari kemudian muncul gejala pencernaan yang semakin parah hingga tidak bisa makan dan akhirnya Yunski harus dirawat di rumah sakit.
"Awalnya gaya, seperti yang saya liat di Wisma Atlet, (pasien) COVID ketawa-ketawa, bisa olahraga, makan enak. Saya juga gitu, beranggapan seperti itu," kata Yunski.
"Hari keempat isoman baru itu udah enggak bisa ngerasain makanan... Mencium bau ketek pun enggak bisa. Hari kelima sudah hilang semua," lanjut Yunski yang mengaku masih perlu waktu untuk pulih setelah dinyatakan sembuh.
Sementara itu sang pemain bass, Ruddy, mengaku gejala pertama yang dialami adalah demam menggigil. Muncul juga rasa nyeri di seluruh badan.
"Saya demam, badannya sakit banget memang. Sakit banget. Sini ngilu, sini ngilu, semualah pokoknya," ungkap Ruddy.
Untuk Ari Lasso sendiri ia merasakan gejala hampir mirip dengan Ruddy, yaitu demam tinggi yang naik turun dan nyeri di seluruh badan. Hanya saja yang berbeda adalah Ari menunjukkan tanda-tanda gangguan fungsi pernapasan dan darah.
"Hasil CT scan thorax dan (pemeriksaan -red) darahnya kurang bagus. Infeksinya tinggi makanya kok 11 hari enggak turun-turun demam," kata Ari.
"Aku (napasnya) pendek-pendek. Jadi begitu ambil napas panjang itu enggak bisa, batuk, batuknya menyakitkan. Coba tes oximeter rendah," pungkasnya.
Dikutip dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala COVID-19 memang bisa beragam. Gejala yang paling umum adalah demam, batuk, dan rasa lelah.
Gejala lain infeksi COVID-19 menurut WHO meliputi:
1. Rasa nyeri
2. Radang tenggorokan
3. Diare
4. Konjungtivitis (mata merah karena peradangan)
5. Sakit kepala
6. Penurunan atau hilangnya fungsi indra pengecap dan penciuman
7. Bintik-bintik merah atau ruam di kulit
8. Meriang
9. Mual dan muntah
10. Pilek
11. Gangguan tidur
Gejala serius dari infeksi COVID-19 yang perlu diwaspadai meliputi:
1. Sulit bernapas atau napas pendek
2. Nyeri sesak di dada seperti tertekan
3. Sulit berbicara atau bergerak
4. Kebingungan (delirium)
5. Hilangnya nafsu makan
"Orang-orang dari segala usia yang mengalami demam dan atau batuk-batuk sampai sulit bernapas, sesak di dada, hingga kesulitan berbicara atau bergerak maka segera cari bantuan medis," tulis WHO.
https://movieon28.com/movies/the-host-2/
Kenali Efek Penyalahgunaan Ekstasi, Narkoba yang Diamankan dari Ridho Rhoma
Pedangdut Ridho Rhoma ditangkap di sebuah apartemen di Jakarta atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Saat digeledah, polisi menemukan barang bukti ekstasi padanya.
"Saat kita lakukan penggeledahan terhadap MR alias RR ada barang bukti narkotika jenis ekstasi sebanyak 3 butir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Mako Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jalan Pelabuhan Nusantara II, Jakarta Utara, Senin (8/2/2021).
Ekstasi atau methylenedioxymethamphetamine (MDMA) merupakan salah satu jenis narkoba yang memiliki bentuk tablet berwarna-warni dengan logo bermacam-macam.
"Kebanyakan tablet makenya ditelan, biasa digigit-gigit dulu sih. Ada juga yang serbuk, tapi banyakan mah tablet. Orang biasa pake sedikit-sedikit dulu misal 1/4 tablet dulu atau 1/2 tablet, tapi buat yang udah biasa sekali neken (nelen) ada yang sampai 2 tablet," kata dr Hari Nugroho peneliti dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) beberapa waktu lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar