Seperti efek domino, diabetesi juga dapat mengalami berbagai komplikasi kesehatan berbahaya. Berdasarkan International Diabetes Federation, tingginya kadar gula darah pada diabetesi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, penyakit ginjal, kerusakan sistem syaraf yang berkaitan dengan amputasi, serta gangguan penglihatan.
Komplikasi diabetes ini jelas memengaruhi kualitas hidup diabetesi dalam hal rentang hidup, keterbatasan diri, serta menambah beban ekonomi. Sayangnya, sebuah penelitian terhadap 907 orang diabetesi di Indonesia (dari rumah sakit di daerah Jawa dan Sulawesi) menunjukkan bahwa hanya 30% yang dilaporkan bebas dari komplikasi.
Diabetes ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tapi juga dapat berefek negatif terhadap kesehatan mental. Diketahui bahwa diabetesi lebih sering merasa cemas dan berisiko mengalami depresi hingga 3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan diabetesi.
Kondisi emosi negatif ini dapat berpengaruh buruk terhadap kontrol gula darah dan menghambat pola hidup sehat yang justru harus dilakukan. Bagaikan pusaran air, kondisi gula darah yang tidak terkontrol akan membuat diabetesi merasa semakin cemas dan tertekan, serta memperburuk kondisi gula darah mereka.
Tak hanya beban masalah kesehatan, diabetesi juga merasakan beban ekonomi yang besar. Data International Diabetes Federation tahun 2019 memperkirakan bahwa diabetes telah menelan biaya total hingga USD 760 miliar untuk pengobatan dan penanganan masalah kesehatan terkait diabetes.
Belum lagi berkurangnya produktivitas dan efek sosial diabetesi juga dapat berdampak negatif pada ekonomi diabetesi sendiri, maupun ekonomi pemerintah dan pihak terkait lainnya.
Kabar baiknya, meskipun tidak dapat disembuhkan, diabetes dapat dikontrol. Kondisi kadar gula darah yang terkontrol sangat bermanfaat bagi diabetesi agar dapat tetap produktif, misalnya: merasa lebih berenergi, tidak merasa haus terus menerus, serta mengurangi risiko komplikasi.
Selain itu, kontrol gula darah juga penting untuk mencegah berbagai komplikasi diabetes yang berbahaya. Oleh karena itu, diabetesi perlu menjalankan pola makan sehat, menjaga berat badan, aktif bergerak, dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter agar kondisi diabetes dapat dikontrol.
Salah satu hal kecil yang bisa kita lakukan, adalah dengan memilih makanan dan minuman yang lebih aman untuk menjaga kadar gula darah diabetesi. Contohnya kopi Tropicana Slim Café Latte dan White Coffee, paduan nikmat kopi dan susu sebagai pilihan ideal bagi diabetesi karena diformulasikan tanpa penambahan gula pasir dan cocok untuk ngopi bebas khawatir, sehari-hari. Menjaga kondisi diri diabetesi, berarti menjaga kualitas hidupnya!
https://cinemamovie28.com/movies/take-me-home/
Eropa Kembali Lockdown, Satgas COVID-19: Jangan Sampai Terjadi di RI
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut beberapa negara di Eropa kembali menerapkan lockdown karena terjadi lonjakan kasus virus Corona COVID-19. Ia mengingatkan masyarakat tetap disiplin terhadap prokol kesehatan agar hal serupa tak terjadi di Indonesia.
"Saat ini beberapa negara di Eropa, seperti Inggris, Prancis, Jerman, Belgia, dan Yunani, sedang mengalami gelombang kedua kasus COVID-19 sehingga otoritas pada masing-masing negara tersebut kembali memutuskan melakukan lockdown," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Kamis (5/11/2020).
Menurut Wiku kenaikan kasus menunjukkan kondisi penularan virus yang tidak terkendali. Ini bisa disebabkan akibat tingkat kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan yang mulai berkurang.
Wiku kembali mengingatkan hingga saat ini Indonesia masih ada di tengah pandemi.
"Jangan sampai hal ini terjadi pada kita di Indonesia," ungkap Wiku.
"Kami minta pada masyarakat agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan 3M dan juga jauhi kerumunan sebelum dan sesudah vaksinasi hingga nanti pemerintah betul-betul secara resmi menyatakan bahwa COVID-19 berhasil ditangani dan hilang dari Indonesia," lanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar