Senin, 08 Februari 2021

Ahli WHO Sebut Temukan Bukti Penting Soal Asal-usul Pandemi COVID-19 di Wuhan

 Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menemukan bukti penting soal asal-usul pandemi Corona di Kota Wuhan, China. Hal ini disampaikan oleh ahli zoologi asal New York Peter Daszak, yang merupakan bagian dari tim ahli tersebut.

"Ini adalah awal dari pemahaman yang sangat mendalam tentang apa yang terjadi, sehingga kami bisa menghentikan kejadian berikutnya," kata Daszak yang dikutip dari Daily Star, Senin (8/2/2021).


Daszak mengatakan timnya menemukan 'petunjuk penting' tentang peran pasar basah makanan laut di Huanan, Wuhan, dan kaitannya dengan pandemi COVID-19. Menurut para ahli, masih ada cukup bukti terkait pandemi tersebut, meski pasar sudah ditutup dan dibersihkan beberapa hari pasca epidemi teridentifikasi.


"Orang-orang pergi dengan tergesa-gesa dan meninggalkan bukti-bukti tentang apa yang sedang terjadi. Dan itulah yang kami lihat," ujar Daszak.


"Sekarang kami tahu apa yang tidak diketahui saat itu, bahwa ada kasus asimtomatik atau kasus yang sulit dibedakan dari pilek atau batuk," lanjutnya.


Meski sudah menemukannya, Daszak memilih untuk tidak mengungkapkan soal petunjuk atau bukti tersebut.


Daszak juga mengatakan penting untuk mengidentifikasi berapa banyak kasus asimtomatik yang mungkin terjadi pada tahap paling awal penyakit, dan asal-usulnya. Terkait asalnya, apakah mungkin kasus pertama pandemi ini terjadi pada orang yang melakukan kontak dekat dengan hewan liar seperti yang diyakini pada ahli.


"Itulah maksud semua ini, mencoba memahami mengapa hal-hal ini muncul agar kita tidak terus menerus mengalami kehancuran ekonomi global dan kematian yang mengerikan. Ini bukan masa depan yang bisa dipertahankan," jelasnya.

https://movieon28.com/movies/under-the-bed-4/


Sejarah Virus Nipah, Dari Awal Muncul Sampai Jadi Potensi Pandemi Baru


 - Virus Nipah ramai diperbincangkan karena disebut berpotensi jadi pandemi baru. Dari mana sebetulnya asal virus Nipah ini?

Dikutip dari halaman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah pertama kali teridentifikasi tahun 1998-1999 saat terjadi wabah di salah satu peternakan babi Malaysia. Hewan yang terinfeksi menunjukkan gejala demam, kesulitan bernapas, dan gangguan saraf seperti kejang-kejang.


WHO menyebut sumber virus Nipah berasal dari kelelawar buah. Kemungkinan virus berpindah ke babi ketika program deforestasi besar-besaran mendorong populasi kelelawar dari hutan mendekat ke peternakan.


"Pada wabah pertama di Malaysia, yang juga memengaruhi Singapura, kebanyakan orang terinfeksi karena kontak fisik langsung dengan babi yang sakit atau jaringan terkontaminasi. Transmisi diduga terjadi lewat paparan kotoran atau jaringan lain dari babi," kata WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Senin (8/2/2021).


Pada manusia virus Nipah dilaporkan menyebabkan gejala demam, sakit kepala, nyeri, gangguan pernapasan, dan gangguan saraf yang mengindikasikan peradangan otak (ensefalitis) fatal.


"Tingkat kematian kasus infeksi virus Nipah diperkirakan sekitar 40 sampai 75 persen. Angkanya bisa bervariasi tergantung dari kapasitas pengawasan epidemiologi dan manajemen klinik suatu daerah," lanjut WHO.

https://movieon28.com/movies/oligosaccharide-the-movie/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar