- Virus Nipah ramai diperbincangkan karena disebut berpotensi jadi pandemi baru. Dari mana sebetulnya asal virus Nipah ini?
Dikutip dari halaman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah pertama kali teridentifikasi tahun 1998-1999 saat terjadi wabah di salah satu peternakan babi Malaysia. Hewan yang terinfeksi menunjukkan gejala demam, kesulitan bernapas, dan gangguan saraf seperti kejang-kejang.
WHO menyebut sumber virus Nipah berasal dari kelelawar buah. Kemungkinan virus berpindah ke babi ketika program deforestasi besar-besaran mendorong populasi kelelawar dari hutan mendekat ke peternakan.
"Pada wabah pertama di Malaysia, yang juga memengaruhi Singapura, kebanyakan orang terinfeksi karena kontak fisik langsung dengan babi yang sakit atau jaringan terkontaminasi. Transmisi diduga terjadi lewat paparan kotoran atau jaringan lain dari babi," kata WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Senin (8/2/2021).
Pada manusia virus Nipah dilaporkan menyebabkan gejala demam, sakit kepala, nyeri, gangguan pernapasan, dan gangguan saraf yang mengindikasikan peradangan otak (ensefalitis) fatal.
"Tingkat kematian kasus infeksi virus Nipah diperkirakan sekitar 40 sampai 75 persen. Angkanya bisa bervariasi tergantung dari kapasitas pengawasan epidemiologi dan manajemen klinik suatu daerah," lanjut WHO.
Wabah virus Nipah kembali muncul pada tahun 2001 di Bangladesh dan secara berkala di beberapa bagian India.
WHO pada tahun 2008 mengkategorikan virus Nipah sebagai "penyakit prioritas" yang risetnya perlu dikembangkan karena berpotensi jadi ancaman global. Sampai saat ini diketahui belum ada obat atau vaksin khusus untuk virus Nipah.
Dari awal teridentifikasi sampai tahun 2015, WHO menyebut sudah ada lebih dari 600 kasus infeksi virus Nipah yang dilaporkan.
"Meski virus Nipah hanya beberapa kali menyebabkan wabah di Asia, virus ini memiliki kemampuan menginfeksi berbagai jenis hewan dan menyebabkan penyakit parah serta kematian pada manusia," ungkap WHO.
https://movieon28.com/movies/the-night-crew/
TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation Galang Dana untuk Sulbar-Kalsel
Silih berganti, musibah datang di awal tahun ini. Gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), dan banjir melanda Kalimantan Selatan (Kalsel).
Beban berat tengah dihadapi para pengungsi. Karenanya, TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation membuka dompet amal untuk menampung semangat saling berbagi.
Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening DOMPET AMAL TRANSMEDIA
Bank Mega: 01 074 00 11 111 889
Bank Mega Syariah: 10 000 100 100 100 4
Bank BNI: 70 123 70 321
Bank BCA: 375 0500 888
Bank Mandiri: 127 0000 2 7777 0
Bank BRI: 034 10 100 1617 301
Sekecil apapun bantuan Anda, jika dilakukan bersama akan mampu membuat Indonesia kembali pulih.
Berikut jumlah donasi yang sudah masuk per 8 Februari 2021:
Bank Mega = 124.277.614
Bank BCA = 253.638.158
Bank Mandiri = 98.954.410
Bank BNI = 108.089.362
Bank Mega Syariah = 14.981.596
Bank BRI = 89.175.690
TOTAL PENERIMAAN = 689.116.831
Tidak ada komentar:
Posting Komentar