Senin, 08 Februari 2021

Sejarah Virus Nipah, Dari Awal Muncul Sampai Jadi Potensi Pandemi Baru

 - Virus Nipah ramai diperbincangkan karena disebut berpotensi jadi pandemi baru. Dari mana sebetulnya asal virus Nipah ini?

Dikutip dari halaman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah pertama kali teridentifikasi tahun 1998-1999 saat terjadi wabah di salah satu peternakan babi Malaysia. Hewan yang terinfeksi menunjukkan gejala demam, kesulitan bernapas, dan gangguan saraf seperti kejang-kejang.


WHO menyebut sumber virus Nipah berasal dari kelelawar buah. Kemungkinan virus berpindah ke babi ketika program deforestasi besar-besaran mendorong populasi kelelawar dari hutan mendekat ke peternakan.


"Pada wabah pertama di Malaysia, yang juga memengaruhi Singapura, kebanyakan orang terinfeksi karena kontak fisik langsung dengan babi yang sakit atau jaringan terkontaminasi. Transmisi diduga terjadi lewat paparan kotoran atau jaringan lain dari babi," kata WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Senin (8/2/2021).


Pada manusia virus Nipah dilaporkan menyebabkan gejala demam, sakit kepala, nyeri, gangguan pernapasan, dan gangguan saraf yang mengindikasikan peradangan otak (ensefalitis) fatal.


"Tingkat kematian kasus infeksi virus Nipah diperkirakan sekitar 40 sampai 75 persen. Angkanya bisa bervariasi tergantung dari kapasitas pengawasan epidemiologi dan manajemen klinik suatu daerah," lanjut WHO.


Wabah virus Nipah kembali muncul pada tahun 2001 di Bangladesh dan secara berkala di beberapa bagian India.


WHO pada tahun 2008 mengkategorikan virus Nipah sebagai "penyakit prioritas" yang risetnya perlu dikembangkan karena berpotensi jadi ancaman global. Sampai saat ini diketahui belum ada obat atau vaksin khusus untuk virus Nipah.


Dari awal teridentifikasi sampai tahun 2015, WHO menyebut sudah ada lebih dari 600 kasus infeksi virus Nipah yang dilaporkan.


"Meski virus Nipah hanya beberapa kali menyebabkan wabah di Asia, virus ini memiliki kemampuan menginfeksi berbagai jenis hewan dan menyebabkan penyakit parah serta kematian pada manusia," ungkap WHO.

https://movieon28.com/movies/the-night-crew/


TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation Galang Dana untuk Sulbar-Kalsel


Silih berganti, musibah datang di awal tahun ini. Gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), dan banjir melanda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beban berat tengah dihadapi para pengungsi. Karenanya, TRANSMEDIA dan CT ARSA Foundation membuka dompet amal untuk menampung semangat saling berbagi.


Bantuan donasi bisa disalurkan melalui rekening DOMPET AMAL TRANSMEDIA


Bank Mega: 01 074 00 11 111 889

Bank Mega Syariah: 10 000 100 100 100 4

Bank BNI: 70 123 70 321

Bank BCA: 375 0500 888

Bank Mandiri: 127 0000 2 7777 0

Bank BRI: 034 10 100 1617 301


Sekecil apapun bantuan Anda, jika dilakukan bersama akan mampu membuat Indonesia kembali pulih.


Berikut jumlah donasi yang sudah masuk per 8 Februari 2021:


Bank Mega = 124.277.614

Bank BCA = 253.638.158

Bank Mandiri = 98.954.410

Bank BNI = 108.089.362

Bank Mega Syariah = 14.981.596

Bank BRI = 89.175.690

TOTAL PENERIMAAN = 689.116.831

https://movieon28.com/movies/the-masked-saint/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar