Pisang merupakan buah yang bertekstur lembut dan mudah ditelan. Oleh karena itu, buah pisang kerap dijadikan makanan untuk bayi berusia 0-12 bulan. Ternyata selain mudah dikonsumsi, buah pisang juga memiliki beragam manfaat, khususnya agar Si Kecil tidak mengalami stunting.
Bayi yang berusia 0-12 bulan membutuhkan kalsium antara 200-250 mg/hari dan biasanya dapat dipenuhi oleh ASI dan MPASI. Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr Muliaman Mansyur menjelaskan di dalam 100 gr pisang terdapat kurang lebih 100 mg kalsium. Selain itu, pisang juga diketahui mengandung nutrisi lain seperti protein, karbohidrat dan lemak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi makro Si Kecil.
Mengonsumsi 200 gr pisang dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium Si Kecil untuk meningkatkan tumbuh kembang Si Kecil. Pisang juga merupakan makanan yang dapat diperkenalkan sebagai MPASI karena teksturnya yang lembut sehingga mudah ditelan oleh Si Kecil.
"Kalsium adalah mineral yang dibutuhkan anak-anak bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Kalsium akan tetap dibutuhkan setelah ia lahir untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat dan padat," ujar dr. Muliaman kepada detikcom baru-baru ini.
Apabila kandungan kalsium Si Kecil tak dipenuhi, bukan tidak mungkin pertumbuhan tulangnya menjadi lambat. Bahkan dalam kasus yang lebih serius, kepadatan dan kekuatan tulang Si Kecil bisa saja terganggu.
"Kalsium bahkan berperan mendukung kinerja saraf dan otot yang baik serta menjaga kesehatan organ lainnya," lanjut dr Muliaman.
Namun apabila Si Kecil masih berusia 1 tahun atau di bawahnya, bisa dicoba dengan memberikan pisang dalam bentuk puree terlebih dahulu agar Si Kecil belajar teksturnya. Sayangnya, proses pembuatan puree lumayan merepotkan sehingga bagi para ibu yang bekerja, tentu membutuhkan waktu untuk membuatnya. Kini, muncul inovasi produk puree buah yang praktis dan cocok untuk balita, yaitu Milna Nature Delight.
Selain rasanya yang bersahabat bagi anak, Milna Nature Delight mengandung segala kebaikan buah yang diproses tanpa bahan pengawet dan gula tambahan.
Produk ini tersedia dalam 3 varian rasa dengan komposisi bahan utama 100 persen buah asli, seperti apel yang kaya vitamin C, stroberi yang kayak antioksidan, peach yang tinggi serat, dan labu yang tinggi vitamin A. Dengan begitu, daya tahan tubuh Si Kecil makin kebal dari penyakit.
Untuk mengonsumsinya, Anda hanya perlu menuangkan puree ke dalam mangkuk, sendok makan Si Kecil, atau bisa juga mengonsumsi langsung dari pouch-nya.
Beberapa Penyakit Ini Intai Milenial yang Suka Jajan Sembarangan
Bagi generasi milenial, berburu kuliner demi update di Instagram sudah menjadi kebiasaan. Ketika ada produk makanan atau minuman baru yang sedang hits, pasti akan langsung diserbu. Sadar atau tidak, kebiasaan milenial jajan sembarangan ini bisa berakibat buruk bagi tubuh, lho.
Makanan atau minuman yang tidak dilihat dulu kadar gizinya, bisa memicu banyak penyakit, apalagi jika makanan tersebut banyak mengandung gula, lemak, serta kolesterol jahat.
Buat generasi milenial, sebaiknya tetap waspada terhadap apa yang kamu beli, makan dan minum. Sebab, salah satu penyebab kolesterol tinggi bisa jadi gara-gara kamu jajan sembarangan.
Hipertensi
Jajanan yang banyak mengandung micin atau garam bisa menahan air di dalam tubuh. Jika airnya tertahan, maka volume air di dalam pembuluh darah relatif tinggi, sehingga akan menyebabkan tekanan.
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Cek Kolesterol? Ini Bocorannya
Diabetes
Makanan serta minuman yang mengandung gula berlebih dalam jangka panjang akan berefek buruk bagi tubuh. Dalam jangka panjang, asupan gula berlebih itu bisa menyebabkan diabetes kerusakan gigi, kolesterol tinggi, hingga penyakit jantung.
Obesitas
Sering kali jajan membuat orang malas makan makanan pokok. Padahal, kebanyakan jajanan mengandung gula, lemak dan kolesterol yang sangat tinggi. Jika kamu sering mengonsumsi gula, lemak, dan kolesterol, mulai sekarang kamu perlu membatasinya. Sebab, orang yang terkena obesitas, bisa jadi karena terlalu banyak asupan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar