Minggu, 03 Mei 2020

Masjid Ottawa Diizinkan Kumandangkan Adzan Maghrib Saat Ramadhan

Pandemi virus Corona berimbas kepada aktivitas jamaah di masjid di Ottawa, Kanada. Masjid pun diizinkan untuk mengumandangkan adzan salat Magrib setiap hari.
Izin itu diberikan karena virus Corona menjadi penghalang jamaah untuk berkumpul di masjid. Seluruh kota menerapkan jaga jarak.

"Muslim memiliki keterikatan emosional dengan masjid," kata Luqman Ahmed, seorang imam muslim Ahmadiyah di Ottawa, seperti dikutip CBC.

"Kebijakan itu akan mengembalikan kegembiraan, yang biasanya kami rasakan di masjid-masjid saat kami berkumpul bersama," dia menambahkan.

Bahkan, biasanya di bulan Ramadhan menghadirkan lebih banyak aktivitas di masjid. Termasuk, buka bersama dan sholat tarawih.

Tapi, pandemi virus Corona telah menghentikan aktivitas itu. Dengan adanya adzan untuk sholat magrib, muslim di Ottawa lebih mudah menandai waktu salat dan berdoa. Kebijakan itu berlaku sejak awal Ramadhan hingga 23 Mei.

"Adzan memiliki pesan yang sangat sederhana dan ini membuat umat Islam diingatkan akan doa harian mereka," kata Ahmed.

"Pada dasarnya, ini mengingatkan umat Islam bahwa Tuhan harus menjadi prioritas tertinggi dalam hidup mereka," dia menjelaskan.

Tapi, tak semua masjid mengumandangkan adzan dengan pelantang suara. Ahmed bilang masjidnya, Masjid Baitun Naseer di Cumberland, tidak menyiarkan adzan karena "sepenuhnya opsional,". Mereka juga khawatir adanya potensi mengganggu warga nonmuslim.

Selama Ramadhan di saat pandemi virus Corona, Ahmed aktif mengikuti aktivitas bulan suci secara online. Dia men-download situs yang disebut Ramadhan Virtual.

Selain Ottawa, azan dengan volume tinggi juga diizinkan di Toronto dan Mississauga, Ontario.

Wishnutama Bicara Tantangan Digital di Tengah Pandemi Corona

Pandemi COVID-19 yang terjadi kini memaksa para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif beralih ke dunia digital. Wishnutama pun menyebutnya sebagai tantangan.
Penyebaran virus Corona atau COVID-19 seakan memaksa semua orang hingga pelaku industri pariwisata untuk sejenak berdiam diri di rumah untuk menahan laju penyebaran virus. Tak pelak, dunia digital menjadi cara untuk terus berinteraksi.

Tantangan itu pun turut dibahas oleh Menparekraf Wishnutama dalam webinar mingguan rutin Bincang Bisnis ASITA, Sabtu siang (2/5/2020). Dilihat oleh detikcom, acara pun dipandu oleh Koordbid Litbang dan SDM di DPP ASITA, Masrura Ram Idjal.

Dalam diskusi berdurasi sekitar satu jam itu, Wishnutama pun mengemukakan perlunya pengetahuan digital bagi pelaku pariwisata kini. Terlebih, tantangan itu datang kian cepat akibat Corona.

"Sebelum pandemi ini mulai, era digital juga sudah jadi tantangan bagi kita semua. Tantangan berat bagi teman-teman travel agent. Suka tidak suka, mau tidak mau era digital ini terakselerasi dengan cepat. Semua dipaksa memahami era digital dengan cepat," ujar Wishnutama.

Dewasa ini, komunikasi antar sektor telah dilangsungkan secara digital. Para pelaku pariwisata yang tadinya tak biasa, kini mulai terbiasa. Perubahan itu pun disebut Wishnutama akan kian terasa pasca pandemi nanti.

"Kini semua melalui pertemuan online. Kebiasaan orang pakai platform digital makin terbiasa. Ini tantangan utama bagi teman-teman ASITA. Saat pandemi COVID-19 ini berakhir, era digital in akan jadi tantangan bagi kita semua," ujar Wishnutama.

Lebih lanjut, Wishnutama juga menekankan perlunya kemampuan dari para pelaku industri pariwisata untuk menilik sektor digital. Platform digital pun perlu dirambah untuk memperluas jangkauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar