Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan inisial ID yang sebelumnya dinyatakan positif virus corona COVID-19 meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhirnya saat dirawat di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
"Rencana pukul 07.00 WIB beliau diberangkatkan dari kamar forensik Sardjito langsung ke pemakaman," kelas Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, dikutip dari CNN.
Sejak Rabu (18/3) lalu, civitas akademika UGM telah menyampaikan salah satu pengajarnya positif virus corona. Setelah itu semua yang pernah kontak dengan ID ditelusur dan diminta memeriksakan diri ke rumah sakit.
Sebelumnya dilaporkan ID dirawat di RSUP Dr Sardjito sejak 15 Maret. Sejak masuk ke rumah sakit, pasien ditangani di ruang isolasi.
"Kami memohonkan maaf jika selama berhubungan dengan beliau ada hal-hal yang membuat kurang berkenan, dan mohon doa dari tempat masing-masing untuk almarhum, juga mohon doa untuk keluarganya agar diberi kesabaran dan ketabahan," tutur Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, kepada wartawan.
Saat ini pihak UGM akan menggelar doa bersama dan upacara penghormatan di Balairung UGM.
Saran Dokter Jika Kulit Terpapar Cairan Desinfektan
Untuk mencegah meluasnya virus corona COVID-19 di Indonesia, berbagai cara sudah mulai dilakukan. Contohnya seperti menyediakan wastafel dan hand sanitizer untuk membersihkan tangan, diberlakukannya kebijakan Work From Home atau kerja di rumah, sampai penyemprotan desinfektan.
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari DNI Skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK, penyemprotan desinfektan atau larutan zat kimia tertentu berfungsi untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme yang ada pada suatu objek, dan bisa digunakan pada kulit atau alat kesehatan.
"Umumnya tidak ada efek berbahaya setelah kulit terpapar desinfektan. Namun, jika merasa tidak nyaman, misal kulit terasa kering bisa olesi dengan pelembab kulit," kata dr Darma saat dihubungi detikcom, Senin (23/3/2020).
dr Darma mengatakan, efek samping akan terasa jika seseorang memiliki kulit sensitif ataupun luka terbuka di kulitnya. Ini bisa menimbulkan gejala, seperti gatal, kemerahan, dan perih setelah terkena paparan.
"Jika itu terjadi, segera basuh atau mencuci kulit yang mengalami gejala dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan obat antiinflamasi," ujarnya.
Tips Mencuci Pakaian Agar Aman dari Virus Corona
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan virus corona dapat bertahan di permukaan hingga tiga hari termasuk pada pakaian.
Agar memastikan baju kamu aman, ternyata mencucinya seperti biasa tidak cukup. Pakaian tersebut harus dikeringkan dengan suhu panas agar dapat 'aman' dari virus corona COVID-19.
Mengutip Fox News, Benscheidt seorang pengusaha laundry mengatakan bagi sebagian orang mencuci pakaian mungkin tampak sederhana. Padahal masih banyak yang salah saat mencuci pakaian.
"Kadang-kadang kita berpikir memakai lebih banyak sabun akan lebih bersih, itu tidak benar. Jika pakaianmu keluar dengan banyak sabun virus akan tetap berada di sabun itu," ujar Benscheidt.
Untuk membunuh virus corona, Benscheidt mengatakan harus mengeringkan pakaian setidaknya selama 28 menit dengan suhu yang tinggi. Ia mengatakan, jika pakaian tersebut susah kering atau butuh waktu lama lebih baik tidak dipakai dulu untuk sementara.
https://indomovie28.com/cast/sammie-spades/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar