Kamis, 16 April 2020

10 Proyek Berpotensi Keluar dari PSN, Termasuk Pesawat Habibie

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto baru saja melakukan rapat membahas soal proyek strategis nasional (PSN). Dalam rapat tersebut pemerintah sepakat untuk menyeleksi beberapa proyek untuk keluar dari PSN.

Airlangga memaparkan setidaknya akan ada 10 program dalam daftar PSN yang berpotensi akan dikeluarkan. Kebanyakan proyek ini penyelesaiannya melebihi tahun 2024.

"Berdasarkan evaluasi pelaksanaan PSN, terdapat 9 PSN dan 1 Program yang penyelesaiannya melebihi 2024 sehingga dikeluarkan dari daftar PSN," papar Airlangga seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterbitkan pihak Luhut, Kamis (16/4/2020).
Baca juga: Sudah 18%, Proyek Tol Padang-Sicincin Dikebut

Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi menjelaskan proyek-proyek yang dikeluarkan dari PSN, mulai dari pengembangan tol Palembang-Tanjung Api-api hingga pengembangan industri pesawat.

"Jadi semua proyek ini nantinya berpotensi akan dikeluarkan dari PSN, tapi belum diputuskan. Masalahnya, proyek-proyek ini kemungkinan akan selesai melebihi tahun 2024," jelas Jodi kepada detikcom.

Proyek pesawat R80 besutan mendiang mantan Presiden BJ Habibie termasuk yang berpotensi dikeluarkan dari daftar PSN. Klik halaman selanjutnya.

Beberapa proyek tersebut adalah, pembangunan Jalan Tol Palembang-Tanjung Api-api, Tol Batu Ampar-Muka Kuning-Hang Nadim, Pelabuhan Sorong-Seget, juga Penyediaan Air Minum di wilayah (Mamminasata Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar).

Kemudian ada juga Bendungan Kolhua NTT, Bendungan Rokan Kiri Riau, Bendungan Jenelata Sulsel, Bendungan Matenggeng di Jateng dan dua program pengembangan industri pesawat yaitu N245 dan R80.

Jodi menjelaskan bahwa peninjauan ulang untuk proyek PSN bukan didasarkan kepada pembiayaan APBN. Tetapi kepada evaluasi atas kemungkinan proyek-proyek tersebut bisa diselesaikan sebelum 2024 atau tidak.

"Selain itu, ada juga PSN yang disponsori oleh sektor swasta yang diusulkan untuk dikeluarkan karena kesulitan pendanaan yang dialami oleh pihak sponsor. Jadi tidak ada revisi pembiayaan PSN," jelas Jodi.

Jerit Karyawan Ritel Imbas Corona: Dipotong Gaji hingga Terancam PHK

Virus Corona tidak hanya memberi dampak pada masyarakat lapis bawah yang mulai kehilangan pendapatan hingga pekerjaannya. Perlahan tapi pasti, dampak Corona menjalar pada masyarakat lapis menengah.
Ratih, bukan nama sebenarnya, bekerja di salah satu perusahaan ritel ternama di Jakarta. Ia adalah salah satu orang yang merasakan pedihnya dampak Corona.

Ia bercerita, perusahaan secara bertahap melakukan penyesuaian atas berkembangnya virus ini. Awalnya, pada Maret jumlah hari kerjanya dipotong sehari dengan konsekuensi pengurangan gaji.

"Kami dikasih peraturan satu hari tiap minggu tidak masuk kerja, dengan dipotong gaji," jelasnya kepada detikcom, Kamis (16/4/2020).

Kebijakan pengurangan hari kerja pun terus bertambah. Hingga puncaknya saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dengan PSBB, mulai pekan depan jumlah hari kerjanya dipangkas hingga separuhnya. Lagi-lagi, gajinya pun ikut terpengaruh yang mana gaji juga dipangkas sampai separuh alias 50%.

"Tiga hari dalam seminggu diliburkan dan dipotong gaji," keluhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar