Korea Selatan (Korsel) mewajibkan semua orang yang masuk ke negaranya, baik Warga Negara Korsel maupun non-Korsel, untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari ketika masuk ke negara tersebut. Karantina ini juga tak memandang jenis visa yang digunakan, artinya baik pemegang visa short term maupun long term visit wajib melaksanakan aturan tersebut.
Bagi turis yang masuk Korsel dan tidak memiliki alamat domisili lokal, mereka dapat menggunakan fasilitas karantina yang telah disediakan Pemerintah Korsel. Namun perlu dicatat bahwa biaya karantina ini ditanggung oleh setiap turis.
Aturan ini mulai berlaku pada 1 April 2020. Bagi turis yang melanggar aturan itu akan langsung dideportasi. Sedangkan bagi WN Korsel akan dikenakan denda sebesar 10 juta won atau sekitar Rp 134 juta.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Instagram @safetravel.kemlu, para pelancong yang merupakan diplomat atau datang ke Korsel untuk urusan bisnis, dapat mengajukan kemudahan prosedur ke Kedutaan Besar Korea Selatan. Nantinya, mereka akan menjalani tes COVID-19 gratis yang dibiayai oleh Pemerintah Korsel. Bila hasil tes negatif, akan dilakukan screening secara proaktif oleh otoritas kesehatan Korea, bukan karantina mandiri.
Terkait dengan kebijakan baru tersebut, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengimbau agar WNI sebaiknya menunda perjalanan ke Korsel dalam waktu dekat. WNI juga diminta menjaga kesehatan dan melakukan langkah pencegahan penularan Corona ini.
Korsel merupakan salah satu negara yang paling tanggap Corona. Negara ini memberlakukan kebijakan tes massal pada warganya dan tak melakukan lockdown selama terjadi pandemi Corona. Dari laporan John Hopkins Coronavirus Resources Center, total kasus infeksi Corona di negara tersebut adalah 9.887 dimana 5.567 orang dinyatakan sembuh dan 165 orang meninggal.
Cara Astronot Mengatasi Diri Saat 'Terkunci' di Luar Angkasa
Orang banyak yang stres gara-gara harus tinggal di rumah. Astronot Jerman membagikan tips untuk menghadapi karantina selama krisis Corona. Karena karantina tidak jauh berbeda dengan kegiatan astronot di luar angkasa.
Dilansir detikcom dari Reuters, Kamis (2/4/2020) astronot Jerman pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa Thomas Reiter memberikan tips untuk menghadapi karantina selama Corona. Menurutnya, kondisi sekarang tidak jauh berbeda dengan hal yang dilakukan astronot di luar angkasa.
"Tetap melakukan rutinitas harian, bercengkerama dengan keluarga, dan manjakan diri," ungkap astronot yang telah pensiun itu.
Thomas pun menceritakan bagaimana astronot bisa bertahan di luar angkasa dan menjalani keseharian. Mereka juga punya kebiasaan serta rutinitas yang ketat dan harus menjaga satu sama lain.
Adapun cara mereka memanjakan diri dengan cara memilih makanan yang paling disukai di hari Jumat atau Sabtu. Kemudian mereka menikmati makanan tersebut.
Para astronot juga harus mengalah satu sama lain alias tidak boleh egois. Mereka harus mengatasi permasalahan satu sama lain, misalnya ada yang suka pisang, namun kru lain terganggu dengan aroma pisang. Di sinilah sikap kita diperlukan.
Alexander Gerst, komandan International Space Station mengatakan bahwa kondisi atau kecemasan yang timbul selama epidemi Corona tidak jauh berbeda dengan suasana astronot di luar angkasa. Karena itu perlu pengendalian diri masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar