Di tengah pandemi virus Corona, warga justru menunjukkan aksi-aksi konyol karena tak bisa keluar rumah. Seperti yang satu ini.
Lockdown (penguncian wilayah) menjadi menjenuhkan bagi sebagian warga. Salah seorang warga London bahkan rela menyamar menjadi tanaman untuk bisa keluar rumah. Aksinya pun tertangkap kamera oleh tetangganya yang bernama Nicholas Murray dan Madeline Maidavies, menurut Daily Mail. Video tiktok @maddiedavies.x dibagikan kembali oleh aku twitter @tbvhanis.
maisarah
@tbvhanis
This is how Mont Kiara’s pipol jogging soon since ppl keep coming for their necks
Video terlekat
9.334
17.10 - 26 Mar 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
10,7 rb orang memperbincangkan tentang ini
Dengan sesekali berjongkok dan bersembunyi di belakang tanaman lain, orang yang terlihat seperti semak-semak ini terlihat sangat lucu menggunakan kostum berwarna hijau mirip dedaunan. Saat memastikan tak ada orang yang melihat, dia pun lari menyeberangi jalanan.
Pasangan ini juga membagikan aksi si tetangga saat pulang membawa plastik berwarna oren. Saking takutnya, orang ini sampai berbaring di jalanan agar tidak ketahuan.
Tentu hal ini menjadi hiburan bagi Nicholas dan Madeline, serta orang-orang yang melihat video ini.
"Saya tidak berharap video ini menjadi viral dan mendapat 16,5 juta tayangan. Sementara di masa sulit ini kami ingin membawa senyum," kata Nick kepada Mirror.
Wisata Ditutup, Relawan Beri Makan Ratusan Monyet Grojogan Sewu
Taman Wisata Alam Grojogan Sewu di Karanganyar terpaksa ditutup sementara akibat virus corona. Relawan pun sukarela memberi makan monyet di sana.
Taman Wisata Alam Grojogan Sewu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, ditutup sebagai imbas pandemi virus Corona atau COVID-19. Penutupan ini ternyata berdampak pada nasib ratusan ekor monyet penghuni obyek wisata tersebut.
Camat Tawangmangu, Rusdianto mengungkapkan, terdapat sekitar 150 ekor monyet yang hidup di hutan sekitar obyek wisata Grojogan Sewu. Pada hari biasa, kawanan monyet ini banyak mendapatkan makanan dari pengunjung. Namun sejak obyek wisata ini ditutup 18 Maret lalu, praktis tidak ada lagi pengunjung yang memberi makan kawanan monyet tersebut.
"Ada satu dua ekor (monyet) yang sempat merambah perkampungan. Tapi itu biasa, belum sempat menjarah makanan. Nah, sebagai langkah antisipasi, kami mengumpulkan relawan dan warga untuk mencari solusi untuk kondisi kawanan monyet ini. Karena di dalam sudah tidak ada makanan, agar nanti tidak ngerusuhi (mengganggu) masyarakat," ujar Rusdianto, dihubungi detikcom, Sabtu (4/4/2020).
Rusdianto melanjutkan, pihaknya kemudian mengundang berbagai pihak terkait kondisi kawanan monyet Grojogan Sewu tersebut. Pihaknya meminta kerjasama pedagang buah Pasar Tawangmangu, untuk menyisihkan buah tak layak jual untuk diberikan kepada kawanan monyet Grojogan Sewu.
"Jadi mekanismenya tiap hari kita kumpulkan buah-buah tersebut. Kita sortir kemudian diberikan kepada kawanan monyet ini. Kita rangkul seluruh relawan di Tawangmangu, untuk bisa membantu memberikan makanan kepada kawanan kera tersebut," kata Rusdianto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar