Obat Carrimycin menambah daftar panjang obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan infeksi virus Corona (Covid-19). Setelah Remdesivir, Chloroquine, serta Lopinavir dan Ritonavir, China menggunakan obat Carrimycin untuk mengatasi Covid-19.
Carrimycin merupakan obat yang baru disetujui oleh badan pengawas produk medis China pada Juni 2019 lalu. Obat ini dikembangkan oleh tim yang dikepalai Profesor Yiguang Wang dari Institute of Medicinal Biotechnology bersama Shenyang Tonglian Group Co. Ltd. China memegang hak kekayaan intelektual obat ini.
Carrimycin dibuat untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atas. Obat ini memiliki sifat antibakteri yang kuat. Para ahli di China lantas mencoba menggunakan obat ini untuk pasien positif virus corona.
Rumah Sakit Youan di Beijing telah memulai penelitian terkait penggunaan Carrimycin. Studi fase 4 sudah dipublikasikan di Clinicaltrials.gov pada 27 Februari lalu.
Peneliti melihat kemanjuran dan keamanan Carrimycin untuk Covid-19 dengan menguji efektivitasnya pada 520 pasien yang tersebar di sejumlah rumah sakit di China. Pasien ini berada pada rentang usia 18-70 tahun dengan gejala ringan, sedang, dan berat
Peneliti akan melihat penurunan gejala berupa demam, radang paru, dan keberadaan virus di tubuh.
Profesor Yiguang Wang yang mengembangkan obat ini dipercaya menjadi pemimpin penelitian ini. Pemerintah China ikut membiayai penelitian ini.
Hingga saat ini, peneliti masih menganalisis efektivitas obat Carrimycin untuk Covid-19. Hasil penelitian diperkirakan keluar dalam beberapa pekan ke depan.
Obat Ivermectin Diklaim Bisa Bunuh Virus Corona dalam 48 Jam
Penelitian terbaru menunjukkan obat Ivermectin dapat membunuh virus corona penyebab Covid-19 dalam waktu 48 jam. Ivermectin adalah obat anti-parasit yang tersedia di seluruh dunia.
Studi kolaboratif dari Monash University dan Doherty Institute ini baru saja dipublikasikan di Antiviral Research (3/4).
Sekelompok peneliti Australia itu menemukan bahwa satu dosis obat Ivermectin dapat menghentikan virus corona SARS-CoV-2 yang tumbuh dalam sel kultur. Obat itu secara efektif menghapus semua bahan genetik virus dalam waktu 48 jam.
"Kami menemukan bahwa bahkan dosis tunggal pada dasarnya dapat menghapus semua virus selama 48 jam dan bahkan pada 24 jam ada pengurangan yang sangat signifikan dalam hal itu," kata pemimpin penelitian ini Kylie Wagstaff, dikutip dari keterangan pers di Eurek Alert.
Wagstaff menjelaskan, mekanisme Ivermectin membunuh virus tidak diketahui secara pasti. Namun, kemungkinan Ivermectin bekerja menghentikan virus dengan melemahkan kemampuan sel inang.
Wagstaff mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan secara in vitro atau di dalam laboratorium sehingga uji coba klinis pada orang perlu dilakukan sebelum digunakan secara luas.
Dalam waktu dekat, Wagstaff berencana melanjutkan penelitian dengan tujuan mencari dosis yang tepat untuk manusia.
"Ivermectin sangat banyak digunakan dan merupakan obat yang aman. Kami perlu mencari tahu berapa dosis yang efektif pada manusia, itu adalah langkah berikutnya," kata Wagstaff.
Wagstaff menyebut obat Ivermectin dapat menjadi alternatif saat vaksin virus corona belum ditemukan.
Ivermectin adalah obat anti-parasit yang terbukti efektif secara in vitro terhadap beragam virus termasuk HIV, Dengue, Influenza, dan Zika. Wagstaff dan peneliti lain dalam studi ini merupakan para ahli yang sudah meneliti Ivermectin terhadap sejumlah virus sejak lebih dari satu dekade.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar