Jumat, 17 April 2020

Penjelasan Motivator Tung Desem Soal Terapi Minyak Kelapa untuk Corona

Motivator bisnis Tung Desem Waringin mengumumkan dirinya positif terjangkit virus corona COVID-19. Hal tersebut ia sampaikan dalam akun Instagram resminya pada, Selasa (7/4/2020).
"Saya akan update kondisi saya. Juga cerita sejak awal. Serta apa saja yang dilakukan," katanya.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Tung mengatakan telah mengonsumsi sejumlah obat-obatan. Salah satu yang dikonsumsi adalah virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa.

"Pukul 03.00 WIB menggigil, pukul 04.00 WIB saya putuskan minum VCO. Kemudian pukul 06.30 WIB lancar banget keluarnya (buang air besar), sampai tiga kali keluar airnya, keluar minyaknya kuning-kuning," ujar Tung di akun instagram pribadi miliknya seperti yang dilihat detikcom, Selasa (7/4/2020).

Ia menceritakan, bagaimana cara kerja minyak kelapa tersebut di dalam tubuhnya sehingga mendetoks hal-hal buruk yang ada di dalam perut.

"Besoknya saya minum 5 sendok, besok paginya 100 cc, besok paginya lagi minum 5 sendok lagi, ternyata sampai hari ini biasa aja efeknya. Tapi mungkin karena efek pertama yang mendetoks itu luar biasa sekali," pungkasnya.

Tung berpikir, salah satu penyakit yang timbul memang karena seseorang mempunyai perut yang tidak bersih, dan butuh larutan untuk membersihkannya.

"Memang saya pikir betul, salah satu banyak penyakit itu karena perutnya kotor. Ternyata salah satu ada yang larut air dan ada yang larut lemak, dan kita butuh lemak untuk bersihin perut. Itu langsung nyaman sekali rasanya," Ungkapnya.

RSCM Mulai Screening Gejala Corona Pada Semua Pasien Rawat Jalan

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mulai Senin (6/4/2020) memberlakukan pemeriksaan gejala virus corona COVID-19 pada pasien yang ingin berobat. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini kasus potensial virus corona sehingga tidak tercampur dengan pasien lain.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Pemasaran RSCM, Ananto, menjelaskan pasien yang datang kini harus menjalani screening terlebih dahulu sebelum mendaftar ke poliklinik. Bila ditemukan gejala maka pasien akan dipindahkan ke zona merah di RSCM Kiara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Apabila dalam skrining ini tidak ditemukan panas dan infeksi saluran napas, maka pasien akan masuk menuju poliklinik yang dituju," tulis RSCM dalam siaran pers yang diterima detikcom pada Selasa (7/4/2020).

RSCM menyediakan 15 meja screening yang dibagi untuk pasien difabel, kemoterapi, dewasa, dan anak-anak. Tiap meja dijaga oleh 1-2 dokter dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Diharapkan dengan pola pemisahan pasien seperti ini akan menghindari bercampurnya pasien suspek COVID-19 dengan yang lain," lanjut RSCM.

5 Fakta Penularan Virus Corona pada Binatang, Seperti Harimau di AS

Nadia adalah harimau Melayu berusia empat tahun di Kebun Binatang Bronx, Amerika Serikat. Pekan lalu, ia mulai menunjukkan salah satu gejala virus corona yakni batuk kering. Bukan hanya Nadia, saudara perempuannya Azul, dua harimau Amur, dan tiga singa Afrika semuanya mengalami hal yang sama.
Melihat hal tersebut, kebun binatang mendapat izin dari departemen kesehatan bagian negara setempat dan otoritas kesehatan hewan untuk mengambil sampel dari Nadia untuk dites virus corona. Sampel dianalisis di University of Illinois dan Cornell University menunjukkan Nadia positif virus corona.

Adanya kasus tersebut menjadikan Nadia sebagai binatang pertama yang terinfeksi virus corona di Amerika Serikat.

Berikut fakta penularan virus corona pada binatang dikutip dari berbagai sumber.

1. Nadia bukan hewan pertama yang terinfeksi virus corona
Para peneliti di China telah mempublikasikan hasil awal studi mereka, belum ditiinjau ulang, yang menemukan bahwa beberapa kucing domestik rentan terhadap virus corona. Studi tersebut juga menemukan bahwa anjing memiliki ketahanan rendah pada virus corona. Ada laporan dua anjing di Hong Kong yang terinfeksi positif mengidap virus corona COVID-19.

2. Infeksi COVID-19 pada binatang sama dengan manusia
Para peneliti di Illinois menemukan bahwa lebih dari 99,6 persen patogen virus di tubuh Nadia identik dengan virus corona pada manusia. Tes yang dilakukan pada binatang juga melibatkan swab hidung, tengorokan dan trakea untuk pengambilan sampel saluran udara hewan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar