Mencuci tangan merupakan salah satu bentuk pencegahan dari virus Corona COVID-19 yang paling mudah dilakukan. Saat cuci tangan, sangat disarankan dengan menggunakan air yang mengalir dan sabun.
Meski terdengar sepele, kegiatan ini sangat bermanfaat tak hanya untuk mencegah COVID-19 saja. Kalau malas melakukannya, bisa-bisa berbagai macam penyakit akan menyerang tubuh kamu.
Dikutip dari Reader's Digest, berikut ini 4 hal yang bisa kamu alami jika masih malas mencuci tangan, selain terinfeksi COVID-19.
1. Gangguan pernapasan
Saat malas mencuci tangan, penyakit dengan mudah akan mendekat ke tubuh kita. Penyakit pernapasan, seperti flu hingga pneumonia bisa saja muncul dari kebiasaan buruk tersebut. Jika kamu mencuci tangan dengan baik, ternyata bisa mengurangi risiko pilek dan penyakit pernapasan lainnya hingga 21 persen.
2. Diare
Diare juga termasuk penyakit yang mudah menyerang jika malas mencuci tangan, terutama setelah buang air. Hal ini karena bakteri dan virus dari feses, seperti salmonella, norovirus, bahkan E.coli bisa menginfeksi menyebabkan diare.
3. Keracunan makanan
Mencuci tangan wajib dilakukan sebelum makan dan sesudah makan serta saat memasak. Jika tidak, tanpa disadari bahan mentah yang akan diolah seperti daging atau telur bisa saja mengandung bakteri.
Mencuci tangan sangat penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.
4. Menularkan penyakit ke orang lain
Tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering menyentuh permukaan benda di lingkungan sekitar dan menularkan penyakit. Misalnya saat kamu menyentuh gagang pintu setelah menyentuh hidung, mata, atau bagian tubuh lainnya.
Tanpa disadari, bisa saja orang lain yang memegang gagang itu berisiko "mengambil kuman" yang berasal dari diri kamu saat sedang sakit. Virus Corona diketahui bisa menular lewat cara ini.
PSBB Berlaku di Jakarta, Ini Panduan Sebelum Belanja ke Pasar
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan panduan resmi saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menghadapi wabah virus Corona COVID-19. Ada beberapa hal yang dibatasi untuk masyarakat di Jakarta.
Seperti diketahui, usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk status PSBB telah disepakati oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Anies memberlakukan masa PSBB dari 10 April sampai dengan 23 April.
Gubernur Anies Baswedan ingin warga Ibu Kota disiplin mengikuti PSBB. Sehingga, bisa dicontoh oleh wilayah lain yang akan melaksanakan PSBB.
"Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan Jakarta yang pertama kali melaksanakan PSBB ini, sementara masalah COVID ini sudah dialami di 33 provinsi. Kita harus tunjukkan di Jakarta bahwa kita bisa disiplin," kata Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2020) lalu.
Ada beberapa panduan yang harus diperhatikan warga saat masa PSBB di Jakarta. Salah satunya mengenai prosedur saat belanja ke pasar, yakni:
1. Utamakan menggunakan layanan antar atau online.
2. Pasar grosir, pasar basah, supermarket, dan toko kelontong tetap buka dengan waktu yang terbatas.
3. Pengelola pasar dan swalayan harus menyediakan sarana untuk physical distancing yang layak dan nyaman. Terutama bagi lansia, anak-anak dan individu yang berkebutuhan khusus.
4. Rantai pasokan pangan akan tetap terkendali, tidak perlu menimbun bahan pangan (panic buying).
5. Gunakan masker, serta handsanitizer saat masuk dan keluar toko.
6. Jangan menyentuh wajah setelah memegang barang belanjaan.
7. Belanja di jam sepi dan tetap menjaga jarak saat berbelanja.
8. Tidak perlu mengajak keluarga saat berbelanja.
9. Pengelola pasar dan swalayan wajib menyediakan APD untuk para karyawan, sesuai pedoman penggunaan.
Disamping itu, menjaga kebersihan saat berbelanja juga harus diperhatikan. Ahli penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD, memberikan tips untuk tetap aman berbelanja.
1. Siapkan daftar catatan terlebih dahulu lalu tulis apa saja barang yang mau dibeli. Hal ini bisa mempersingkat waktu untuk tidak keliling-keliling mencari apa yang diperlukan.
2. Cukup habiskan 15-30 menit saja di supermarket.
3. Beli barang untuk stok 1-2 minggu, sehingga tidak sering-sering keluar rumah.
4. Jika pergi ke supermarket, cukup 1 orang saja. Utamakan yang muda dan memiliki tubuh sehat.
5. Pakai masker dan selalu cuci tangan setelah habis memegang barang.
6. Tetap menjaga jarak, khususnya saat antri di kasir minimal 1-2 meter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar