Senin, 04 Mei 2020

Haru! Menikah 73 Tahun, Pasangan Lansia Meninggal Bersama karena Corona

Pasangan suami istri lanjut usia (lansia) dari Wisconsin, Amerika Serikat, Wilford dan Mary Kepler, dikabarkan meninggal hanya selang beberapa jam akibat terinfeksi virus Corona COVID-19. Mary Kepler meninggal enam jam setelah suaminya berpulang terlebih dahulu.
Dikutip dari laman CNN, pasangan suami istri tersebut menghembuskan napas terakhir saat dirawat di rumah sakit di Wisconsin. Sebelumnya, anggota keluarga mereka tidak yakin bagaimana keduanya bisa terinfeksi virus Corona.

Pasangan tersebut sudah membina rumah tangga selama 73 tahun. Saat dirawat pun mereka ditempatkan berdampingan.

Menurut cucu perempuan mereka, Natalie Lameka, keduanya juga selalu mengatakan "aku mencintaimu" satu sama lain untuk terakhir kalinya, sebelum mereka menghembuskan napas terakhir pada Sabtu pekan lalu.

"Mereka berpegangan tangan dan itu terlihat memilukan namun juga menghangatkan hati mendengarnya. Kami sangat bersyukur mereka (bisa) bersama dan sadar bahwa mereka (masih) bersama," kata Lameka.

Lameka menambahkan, kakek dan neneknya terlihat seperti perekat yang saling menyatukan satu sama lain dan kehilangan keduanya terasa menyakitkan. Namun, mengetahui bahwa mereka tidak berpisah di saat-saat terakhir mereka membuat ia sedikit lebih lega.

Kondisi seperti itu jarang ditemui pada pasien corona lain, terutama ketika mereka dalam kondisi kritis.

Anggota keluarga pasien corona lain di AS yang tinggal berjauhan biasanya hanya mengucapkan ungkapan selamat tinggal terakhir hanya melalui panggilan video atau lewat pesan yang dibacakan oleh tenaga medis.

Kasus Global Virus Corona Tembus 3,5 Juta, 1,1 Juta Berhasil Sembuh

Pada hari Senin (4/5/2020), kasus global virus Corona COVID-19 yang dicatat oleh Research Center Johns Hopkins University dari berbagai sumber resmi tembus angka 3,5 juta. Dari jumlah tersebut sekitar 1,1 juta pasien dinyatakan sembuh dan 247.326 lainnya meninggal dunia.
Dikutip dari Reuters, jumlah penambahan kasus baru secara global terlihat mengalami perlambatan bila dibandingkan bulan lalu. Dalam waktu 24 jam terakhir Reuters memperkirakan ada 84.004 kasus baru virus Corona di dunia.

Amerika Utara dan Eropa masih jadi daerah yang melaporkan kasus infeksi virus Corona paling banyak. Namun, ada tren peningkatan jumlah kasus yang mengkhawatirkan di Amerika Latin, Rusia, dan Afrika.

Di Indonesia sendiri hingga hari Minggu (3/5/2020) sudah ada 11.192 kasus positif virus Corona. Sebanyak 1.876 orang dinyatakan sembuh dan 845 meninggal dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pandemi ini masih jauh dari berakhir dan memperingatkan negara-negara waspada bila ingin mulai melonggarkan kebijakan pencegahan penularan virus.

Tren Masker Scuba 'Penangkal' Corona dan Tes Tiup Api yang Viral

 Masker scuba menjadi salah satu tren baru di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Jenis masker kain yang satu ini memang cukup nyaman karena bisa melar atau stretch mengikuti bentuk wajah, selain juga murah meriah.
Namun karena umumnya hanya terdiri dari selapis kain, banyak pula yang meragukan efektivitasnya menangkal partikel, apalagi virus Corona. Karenanya, muncul metode tes yang viral di media sosial belakangan ini, yakni tes tiup api.

"Masker yang baik itu adalah masker yang ketika ada api, ditiup, api dinyalakan di depan masker, terus kita tiup, itu apinya kalau tidak padam berarti bagus," kata seorang netizen dalam salah satu video yang viral.

Disebut masker scuba karena memang terbuat dari bahan scuba, yang merupakan nama lain untuk bahan sintetis neophrene atau polychloroprene. Material atau bahan ini lebih dulu populer untuk membuat pakaian pada penyelam scuba sehingga dinamakan demikian.

Soal kemampuannya menyaring partikel, diakui memang tidak semaksimal masker bedah apalagi N95. Namun dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas dr Frans Abednego Barus, SpP, mengatakan tak masalah untuk dipakai selama tetap mengikuti anjuran tentang physical distancing 1-2 meter dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

"Nggak masalah asal jarak tetap jaga," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar