Minggu, 03 Mei 2020

Jempol! Sekelompok Penyelam Buat Masker dari Limbah Plastik

Di masa sulit seperti sekarang, traveler dituntut untuk kreatif dan peduli. Contohnya seperti sekumpulan penyelam yang membuat masker dari limbah plastik ini.
Inisiatif baik itu pun dilakukan oleh sekelompok penyelam yang tergabung dalam Asosiasi Profesional Instruktor Diving (PADI) AS, bekerjasama dengan perusahaan ramah lingkungan Rash'R.

Dilansir detikcom dari CNN, Sabtu (2/5/2020), masker daur ulang yang terbuat dari limbah plastik di lautan itu pun dihargai sekitar USD 20,40 atau sekitar Rp 305 ribu. Tiap masker daur ulang itu pun disertai dengan lima filter tambahan sebagai penggantinya.

"Kami tidak mencari untung dari produk ini. Kami peduli pada lautan dan komunitas penyelam kami, jadi kami ingin mengerahkan upaya dan hati kami dan tidak mencari untung di saat sulit ini," ujar Lisa Nicklin, Vice President PADI untuk bagian marketing konsumen.

Masker daur ulang dari limbah plastik di laut itu pun dapat dibeli dengan sistem pre-oder di situs PADI. Masker itu pun hadir dengan lima desain berbeda yang didasarkan pada fauna laut seperti hius paus, manta dan great white shark. Ada juga masker khusus untuk anak-anak.

Dengan adanya pemesanan sekitar 15 ribu masker, pihak PADI dan Rash'R langsung beraksi cepat untuk memenuhi pesanan.

"Kami mengerti betapa pulernya mereka (masker daur ulang). Saya kira konsumen mengerti kalau hal tersebut merupakan hal baik bagi laut sekaligus penting bagi mereka," ujar Nicklin.

Jumlah pemesanan masker daur ulang itu pun disebut telah membantu membersihkan sekitar 1.267 pon sampah di laut atau sekitar 574 kg. Jumlah yang cukup luar biasa.

Kehadiran masker daur ulang yang bisa dipakai berkali-kali ini pun juga menjadi inisiatif baik, khususnya untuk menjaga ketersediaan masker N95 bagi para tenaga medis di AS.

Aneka Batu Unik di Bangka

 Tak hanya Belitung, Bangka juga punya batu granit berukuran raksasa yang jadi ikonnya. Aneka bentuknya pun sangat unik.
Bangka dikenal dengan pulau yang kaya akan timah, tetapi makanannya seperti kerupuk dan otak-otak. Pernah terbersit untuk ikut pulang kampung dengan seorang kawan, tapi lagi-lagi saya orangnya tidak enakan.

Setelah melihat harga tiket pesawat yang saat ini cenderung tidak bersahabat dengan kantong, tetapi ingin liburan. Setelah berdiskusi dengan kawan ternyata dia juga ingin berlibur, akhirnya pesan tiket melalui aplikasi.

Saya memesan pilihan pesawat, lalu klik dari mana. Kebetulan saya dari Jakarta melalui Bandara Soetta menuju ke Bangka Depati Amir, lagi ada promo jadi lumayan kan. Biar buat nambah jajan. Hanya hitungan menit sudah selesai pemesanan dengan menerima konfirmasi dari email.

Selepas pulang kantor saya berangkat dari arah Pancoran menuju Bandara Soetta. Di sana kawan saya telah menunggu sebab penerbangan dilakukan pada malam hari. Sesampainya di Bangka kami pun dijemput oleh kawan yang ada di Bangka, menuju ke penginapan.

Karena yang menjemput ada keperluan dahulu, kami ikuti saja. Setelah selesai urusannya kami pun berhenti untuk makan, karena sudah lapar belum makan malam. Setiba di penginapan kami istirahat untuk persiapan pergi ke destinasi.

Pulau Bangka diketahui banyak terdapat timah, karena daerah ini ditemukan bahan galian timah. Selain timah bangka ternyata mempunyai banyak pantai yang eksotis dengan bentuk-bentuk batu yang sangat unik.

Kami pagi sudah bersiap untuk menelusuri keindahan pantai yang ada di Bangka dengan naik mobil kami menempuh jarak 1,5 jam dari Sungailiat menuju Pantai Remodong, pantai nan eksotis yang sepi. Wah, pokoknya enak kalau mau lari-larian di pantai ini.

Untuk masuk gerbang Pantai Remodong, batu raksasa alami yang seolah terbelah oleh jalan yang disebut batu gerbang di pintu masuk Pantai Remodong. Lalu di pantai agak menjorok ke laut menemukan batu yang mirip dengan hewan penyu, lalu menemukan batu yang mirip kodok. Untuk menikmati Pantai Remodong ini tidak perlu mengeluarkan biaya karena gratis.

Pesona Pantai Remodong memang luar biasa. Gimana kalian tertarik dan penasaran untuk melihat batu raksasa alami yang mempunyai bentuk unik. Kunjungi saja Pantai Remodong, tepatnya di ujung Utara Pulau Bangka, Kecamatan Belinyu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar