Masih ada beberapa turis yang memilih untuk tetap tinggal di Bali meski ada Corona. Salah satunya turis Ukraina yang bilang, Bali lebih bagus dari negaranya.
Adalah Anastasia Strelevske, turis asal Ukraina yang bilang begitu. Menurut pengakuan Anastasia, dirinya memilih untuk tetap di Bali karena Pulau Dewata itu bagus. Dia jadi tidak mau pulang kembali ke negaranya.
"Tinggal di sini bagus. Saya tidak mau pulang ke negara saya. Di sini bagus," kata Anastasia seperti dikutip dari media Sydney Morning Herald, Jumat (1/5/2020).
Anastasia pun membandingkan Bali dengan tempat dia tinggal sebelumnya, yaitu Dubai dan Arab Saudi. Kata Anastasia, 2 tempat itu aturannya sangat ketat, tidak seperti di Bali.
"Saya pernah bekerja di Dubai dan Arab Saudi. Di sana sangat ketat dibandingkan dengan Bali. Jadi saya bertahan di Bali. Saya bahagia di sini. Di sini bagus. Saya akan bertahan sampai semua ini selesai," kata Anastasia.
Selama tinggal di Bali, Anastasia dan ibunya Larysa memesan sebuah hotel di pesisir pantai Kuta dengan harga Rp 2,4 juta untuk sebulan. Mereka sudah tinggal di hotel itu sejak bulan Januari lalu.
Selama di Bali, Anastasia dan ibunya aktif ikut kelas Yoga dan juga berjalan kaki di sepanjang pantai untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, kegiatan seperti itu penting dilakukan agar tetap kebugaran sehingga tidak mudah terserang Corona.
"Jika saya menjaga jarak, tetap sehat, dan menjaga sistem imun tubuh saya tetap kuat, walaupun saya sakit, saya akan cepat sembuh," imbuhnya.
Sampai saat ini, Bali melaporkan hanya ada 215 kasus positif Corona, dengan 4 kematian. Angka ini terhitung kecil jika dibandingkan angka nasional yang mencapai lebih dari 10 ribu kasus positif Corona.
Wagub: Bali Destinasi Pertama Indonesia yang Siap Membuka Diri
Pengendalian COVID-19 di Bali yang dinilai baik menjadi modal bagi provinsi tersebut untuk membuka kembali kegiatan pariwisatanya. Dengan angka kesembuhan yang tinggi, provinsi ini akan segera membuka diri.
"Bali siap untuk memenuhi persyaratan menjadi destinasi di masa setelah COVID-19. Angka kesembuhan pasien COVID-19 di Bali mencapai 65 persen. Ini menjadi yang terbaik dibandingkan wilayah lainnya," ujar Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha dalam webinar yang diadakan Indonesia Tourism Forum, Jumat (15/5/2020).
Tjokorda menyampaikan, saat ini Bali memang masih fokus dalam menangani penularan COVID-19. Data menunjukkan, sampai 12 Mei 2020, terdapat 328 kasus positif COVID-19 di Bali. Dari jumlah tersebut sebanyak 215 orang berhasil sembuh sementara 4 orang meninggal dunia.
Sembari menangani COVID-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini juga tengah mempersiapkan sejumlah protokol kesehatan. Ia menyebut bahwa Bali akan memasuki era baru dimana protokol kesehatan akan menjadi fokus utama dalam industri pariwisata.
"Kebersihan, kesehatan dan keselamatan diperlukan untuk meminimalisir kekhawatiran orang terinfeksi virus Corona. Pemeliharaan kesehatan menjadi syarat utama," kata Tjokorda.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa juga menyampaikan akan adanya pembenahan kawasan wisata yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.
"Suatu saat akan dibuka tentu kita harus menyiapkan diri, nah penyiapan diri ini pembenahan destinasinya mungkin akan diperkirakan akan ada istilah 'new normal' dimana di setiap titik tertentu bandara, kemudian transportasi hotel akan menerapkan prosedur protokoler yang baru karena kan turis ke Bali setelah dia merasa aman selamat kan gitu, perlu kita meyakinkan itu. Kita perlu ada prosedur prosedur standar keabsahan keamanan dari wisatawan tersebut dengan menerapkan Bali era baru di new normal ini," ujar Astawa.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama Pemprov Bali tengah menggodok suatu protokol baru dalam pariwisata. Nantinya buah kerja sama itu tak hanya berupa aturan tetapi juga uji coba implementasi protokol tersebut.
http://cinemamovie28.com/kamen-rider-ryuki-episode-27/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar