Minggu, 17 Mei 2020

Wagub: Bali Destinasi Pertama Indonesia yang Siap Membuka Diri

Pengendalian COVID-19 di Bali yang dinilai baik menjadi modal bagi provinsi tersebut untuk membuka kembali kegiatan pariwisatanya. Dengan angka kesembuhan yang tinggi, provinsi ini akan segera membuka diri.
"Bali siap untuk memenuhi persyaratan menjadi destinasi di masa setelah COVID-19. Angka kesembuhan pasien COVID-19 di Bali mencapai 65 persen. Ini menjadi yang terbaik dibandingkan wilayah lainnya," ujar Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha dalam webinar yang diadakan Indonesia Tourism Forum, Jumat (15/5/2020).

Tjokorda menyampaikan, saat ini Bali memang masih fokus dalam menangani penularan COVID-19. Data menunjukkan, sampai 12 Mei 2020, terdapat 328 kasus positif COVID-19 di Bali. Dari jumlah tersebut sebanyak 215 orang berhasil sembuh sementara 4 orang meninggal dunia.

Sembari menangani COVID-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini juga tengah mempersiapkan sejumlah protokol kesehatan. Ia menyebut bahwa Bali akan memasuki era baru dimana protokol kesehatan akan menjadi fokus utama dalam industri pariwisata.

"Kebersihan, kesehatan dan keselamatan diperlukan untuk meminimalisir kekhawatiran orang terinfeksi virus Corona. Pemeliharaan kesehatan menjadi syarat utama," kata Tjokorda.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa juga menyampaikan akan adanya pembenahan kawasan wisata yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

"Suatu saat akan dibuka tentu kita harus menyiapkan diri, nah penyiapan diri ini pembenahan destinasinya mungkin akan diperkirakan akan ada istilah 'new normal' dimana di setiap titik tertentu bandara, kemudian transportasi hotel akan menerapkan prosedur protokoler yang baru karena kan turis ke Bali setelah dia merasa aman selamat kan gitu, perlu kita meyakinkan itu. Kita perlu ada prosedur prosedur standar keabsahan keamanan dari wisatawan tersebut dengan menerapkan Bali era baru di new normal ini," ujar Astawa.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama Pemprov Bali tengah menggodok suatu protokol baru dalam pariwisata. Nantinya buah kerja sama itu tak hanya berupa aturan tetapi juga uji coba implementasi protokol tersebut.

Dahlan Iskan Bicara 'Penumpang Gelap' Cetak Uang Vs Cetak Utang

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan buka suara mengenai polemik cetak uang dan utang dalam web pribadinya disway.id. Dahlan mengutarakan pandangannya tersebut melalui tulisan berjudul 'Kuda Gelap'.
Seperti dikutip detikcom, Minggu (17/5/2020), mengawali tulisannya Dahlan menyinggung yang ingin cetak uang akan mengajak penumpang gelap. Sementara, yang ingin mencari utang global dituduh sebagai kuda troya modal asing.

"Cetak uang vs utang itu ternyata bukan lagi urusan perbedaan mazhab. Tapi sudah menjadi urusan saling curiga," kata Dahlan dalam tulisannya tersebut.

Hal itu dilihat Dahlan saat melakukan forum Zoom yang diselenggarakan oleh Narasi Institute. Kata Dahlan, penumpang gelap yang dimaksud ialah pengusaha besar yang bekerja sama dengan politisi, atau sebaliknya.

"Si penumpang gelap bisa ikut mendapat guyuran kredit khusus. Dengan jumlah yang khusus. Dengan bunga khusus," ujarnya.

"Karena itu kubu teknokrat tidak mau cetak uang. Kalau pun harus terjadi penyalurannya tidak boleh berbentuk kredit khusus. Bentuknya harus kredit komersial. Bunga harus sesuai dengan yang berlaku di pasar. Agar tidak dimanfaatkan oleh penumpang gelap," sambungnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar