Pada Minggu (17/5/2020) seorang pasien positif virus Corona COVID-19 di Kota Bandung diketahui berkeliaran di pasar kaget kawasan Cibiru. Pasar kaget tersebut berada tak jauh dari rumah pasien.
Saat dikonfirmasi, Camat Cibiru Didin Dirkayuana membenarkan kejadian tersebut. Didin menjelaskan bahwa pasien menggunakan masker saat mendatangi pasar kaget.
"Ada satu orang yang memang positif itu dia berkeliaran. Informasi yang datang kepada kami, kemarin dia datang ke pasar kaget," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2020).
Dokter paru dari Omni Hospitals Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP, mengatakan pasien positif Corona yang memakai masker bukan berarti tidak menimbulkan risiko terjadinya penularan.
"Jadi kalau ditanya apakah masih bisa menular? Iya sepanjang dia melakukan dengan baik sih penularannya akan kecil," ujar dr Frans saat dihubungi detikcom Selasa (19/5/2020).
Menurutnya, banyak masyarakat masih belum mematuhi pemakaian masker yang benar. Selain itu, penggunaan masker menurut dr Frans, hanya menurunkan risikonya, tidak memutus penularan.
"Pemakaian masker di masyarakat itu kadang-kadang tidak mematuhi pemakaian masker yang benar. Kita tidak pastikan penularan akan terjadi. Kan itu menurunkan risiko penularan, bukan penularannya tidak terjadi," tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan pemakaian masker yang benar, terlebih bagi orang yang sudah dinyatakan positif Corona. dr Frans pun mengingatkan untuk tetap melakukan isolasi mandiri dan tidak bepergian kemanapun.
BPOM Dukung Masyarakat Konsumsi Obat Herbal untuk Cegah Virus Corona
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K. Lukito, mendorong masyarakat Indonesia mengonsumsi obat herbal. Tujuannya untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi virus Corona COVID-19.
Penny menyadari saat ini semakin banyak pihak yang memerhatikan masalah kesehatan. Untuk itu BPOM telah mengeluarkan berbagai panduan tentang tata laksana atau pemilihan obat herbal yang aman dan bermutu.
"Memang itu adalah peran kita semua sebagai masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya dengan mengganakan berbagai obat herbal yang tersedia di tanah air kita," kata Penny dalam video yang disiarkan BNPB, Selasa (19/5/2020).
Indonesia disebut memiliki potensi bahan baku obat herba yang tinggi. Oleh karena itu sayang bila sama sekali tidak dimanfaatkan.
"Kami menerbitkan buku edukasi masyarakat dikaitkan dengan informasi bagaimana melakukan kehidupan sehari-hari yang memenuhi aspek kewaspadaan COVID-19 dan juga bagaimana memilih, menggunakan, suplemen-suplemen yang ada untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita," kata Penny.
Tes Corona RI Tembus Target 10 Ribu, Negara Lain Bagaimana?
Pemerintah pada Selasa (19/5/2020) mengumumkan jumlah pemeriksaan spesimen virus Corona di Indonesia secara akumulatif sebanyak 202.936. Data ini berdasarkan dua pemeriksaan yaitu real time polymerase chain reaction (RT PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
"Sampai dengan hari ini spesimen yang telah kita periksa, 202.936 spesimen. Ini termasuk spesimen yang telah kita periksa dengan real time PCR, maupun dengan tes cepat molekuler," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Selasa (19/5/2020).
Terjadi penambahan 12.276 spesimen yang diperiksa pada hari. Hasil ini melebihi target pemerintah yang sebelumnya menargetkan 10 ribu pemeriksaan per hari.
Mengutip worldometers pada Selasa (19/5/2020), berikut perbandingan total pemeriksaan virus Corona secara akumulatif di ASEAN.
1. Malaysia 443.263 tes dari 32.315.733 penduduk
2. Thailand 286.008 tes dari 69.779.718 penduduk
3. Vietnam 275.000 tes dari 97.234.232 penduduk
4. Singapura 246.254 tes dari 5.844.888 penduduk
5. Filipina 244.800 tes dari 109.403.890 penduduk
6. Indonesia 202.936 tes dari 273.176.544 penduduk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar