Rabu, 20 Mei 2020

Tes Corona RI Tembus Target 10 Ribu, Negara Lain Bagaimana?

Pemerintah pada Selasa (19/5/2020) mengumumkan jumlah pemeriksaan spesimen virus Corona di Indonesia secara akumulatif sebanyak 202.936. Data ini berdasarkan dua pemeriksaan yaitu real time polymerase chain reaction (RT PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
"Sampai dengan hari ini spesimen yang telah kita periksa, 202.936 spesimen. Ini termasuk spesimen yang telah kita periksa dengan real time PCR, maupun dengan tes cepat molekuler," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Selasa (19/5/2020).

Terjadi penambahan 12.276 spesimen yang diperiksa pada hari. Hasil ini melebihi target pemerintah yang sebelumnya menargetkan 10 ribu pemeriksaan per hari.

Mengutip worldometers pada Selasa (19/5/2020), berikut perbandingan total pemeriksaan virus Corona secara akumulatif di ASEAN.

1. Malaysia 443.263 tes dari 32.315.733 penduduk

2. Thailand 286.008 tes dari 69.779.718 penduduk

3. Vietnam 275.000 tes dari 97.234.232 penduduk

4. Singapura 246.254 tes dari 5.844.888 penduduk

5. Filipina 244.800 tes dari 109.403.890 penduduk

6. Indonesia 202.936 tes dari 273.176.544 penduduk

Meski Suram, Maskapai-Maskapai Eropa Siap Mengudara Lagi

 Meski masa depan dunia penerbangan belum terlihat cerah usai pandemi virus Corona. Tapi. maskapai-maskapai di Eropa akan mengudara lagi setelah berbulan-bulan dikandangkan.

Tidak ada yang tahu pasti kapan kondisi akan kembali normal seperti sedia kala sebelum ada wabah Corona. Penerbangan sebagai salah satu industri yang babak belur karena COVID-19 mulai ancang-ancang untuk beroperasi lagi.
Maskapai di Eropa siap untuk terbang dan melayani traveler lagi di bulan Juli. Contohnya maskapai nasional Finlandia, Finnair.

Finnair malah sudah mengudara lagi mulai hari Senin (18/5) kemarin.

Finnair juga akan menambah beberapa rute dan penerbangan baru dari Eropa menuju ke China seperti ke Beijing, Hong Kong, dan Shanghai. Selain itu, tambahan rute direncanakan ke beberapa destinasi baru di Asia seperti Nagoya, Osaka, Seoul, Singapura hingga Bangkok.

"Kami berharap dunia aviasi akan kembali pulih secara bertahap mulai bulan Juli. Tujuan kami adalah mengoperasikan kira-kira 30% dari jumlah penerbangan normal kami di bulan Juli dan kami akan mulai penerbangan jarak jauh ke destinasi kunci kami di Asia. Kami juga akan menambah rute dan frekuensi setelah permintaan kembali normal," kata Chief Commercial Officer Finnair, Ole Orver, seperti dikutip detikTravel dari AP, Rabu (20/5/2020).

Langkah Finnair akan diikuti oleh maskapai Eropa lainnya, seperti Eurowings dari Group Lufthansa. Eurowings bahkan akan menambah 40 destinasi baru, termasuk ke Mallorca di Spanyol hingga Santorini di Yunani.

Maskapai budget Ryanair juga akan terbang lagi di langit Eropa mulai bulan Juli nanti. Maskapai ini sudah terang-terangan menderita kerugian besar akibat pandemi Corona dan larangan terbang. Tak tanggung-tanggung, kerugiannya mencapai 200 Miliar Euro selama April-Juni.

Setelah lockdown mulai dilonggarkan dan perbatasan antar negara dibuka, dunia penerbangan diperkirakan tidak akan recovery dengan cepat. Estimasinya, hanya akan ada 50% orang yang terbang sampai tahun 2021.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar