Beberapa perempuan menginginkan pasangannya agar lebih tahan lama di ranjang. Keinginan tersebut dapat dijelaskan secara klinis dan ilmiah. Hal itu salah satunya dikarenakan perempuan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada laki-laki untuk mencapai orgasme.
Penelitian oleh Marcel D Waldinger dan rekan-rekannya yang menghitung durasi bercinta menemukan pria biasanya memakan waktu 33 detik sampai 44 menit dari awal sampai ejakulasi. Tiap sesi bercinta rata-rata berlangsung 5,4 menit
Sedangkan hasil penelitian oleh Gajanan S Bhat, MCh, untuk perempuan dapat mencapai orgasme membutuhkan waktu rata-rata lebih dari 13 menit. Perbedaan durasi yang besar ini membuat beberapa perempuan tidak dapat mengalami orgasme saat bercinta.
Untuk mengatasinya, berikut ini adalah tiga cara pria dapat meningkatkan performa seksnya sehingga lebih tahan lama di ranjang, dikutip dari Healthline:
1. Pola hidup aktif
cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan Anda adalah latihan kardiovaskular. Olahraga teratur dapat membantu kinerja seksual dengan menjaga kondisi jantung tetap sehat.
Olahraga teratur dapat dilakukan selama tiga puluh menit sehari, seperti berlari dan berenang. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan libido atau gairah seks.
2. Konsumsi buah dan sayur
Makanan tertentu dapat membantu meningkatkan kesehatan seperti melancarkan aliran darah. Aliran darah yang baik dapat membuat tubuh lebih fit sehingga durasi seks pun dapat meningkat.
Buah dan sayur yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan durasi seks adalah bawang dan bawang putih karena baik untuk pernapasan dan membantu sirkulasi darah.
Selain itu, pisang karena mengandung banyak kalium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Serta, paprika dan cabai karena makanan pedas secara alami dapat membantu mengurangi hipertensi dan peradangan.
3. Mengurangi stres
Stres dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh termasuk membuat tingkat libido menjadi rendah. Stres juga dapat meningkatkan detak jantung Anda dan meningkatkan tekanan darah. Stres juga dapat membuat penis sulit mengalami ereksi atau mencapai orgasme.
Stres juga bisa memicu kebiasaan buruk, seperti merokok atau konsumsi alkohol, yang bisa mengganggu performa seksual Anda.
https://trimay98.com/movies/jack-reacher-never-go-back/
Punya GERD dan Tensi Rendah Sampai Berkunang-kunang, Amankah Berpuasa?
Menjalankan bulan Ramadhan di tengah pandemi COVID-19, kondisi fisik amat penting diperhatikan. Selain dengan pemenuhan gizi, juga dengan melakukan aktivitas fisik.
Boro-boro berolahraga, beraktivitas normal sambil berpuasa pun sudah bikin pengidap tensi rendah berkunang-kunang. Bukan pula hal mudah bagi pengidap penyakit yang paling sering dikeluhkan saat puasa, yakni asam lambung gastro esophagial reflux disease (GERD).
Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Dr dr Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO menjelaskan, aktivitas fisik termasuk olahraga aman dilakukan sambil berpuasa selama dilakukan dengan penyesuaian.
Tidak terkecuali, untuk pengidap penyakit yang paling sering dikeluhkan selama berpuasa, yakni tensi rendah dan GERD.
"Semua hanya perlu disesuaikan waktunya. Dalam beberapa literatur ilmiah disebutkan, tidak beda aktivitas fisik sebelum puasa dan saat puasa. Bahkan ketika puasa, harus selalu bergerak agar bisa menyimpan oksigen dalam otot," terang dr Listya pada detikcom dalam webinar RSUI, Kamis (8/4/2021).
Menurut dr Listya, kurangnya aktivitas fisik atau terlalu banyak berdiam saat berpuasa justru kerap menjadi penyebab tubuh cepat lelah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar