Restock adalah salah satu startup lokal yang menjalankan bisnis peer to peer (P2P) lending. Nama startup Restock mencuat usai CEO Restock Muhammad Farid Andika alias MFA melakukan aksi koboi dengan menodong senjata di jalanan.
Kejadian itu bermula ketika MFA yang mengendarai Toyota Fortuner terlibat insiden dengan menabrak sepeda motor yang dikemudi seorang wanita di jalan Kolonel Sugiono, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (2/4) dini hari.
Setelah itu, Farid kemudian marah-marah dengan mengeluarkan senjata api, ketika ia dihadang sejumlah pengemudi ojol dan masyarakat di sekitar. Peristiwa tersebut viral di media sosial (medsos).
Setelah diamankan oleh pihak kepolisian, diketahui Farid adalah CEO Restock, startup yang bergerak di bidang P2P lending.
Apa Itu P2P Lending?
P2P lending adalah penyelenggara layanan jasa keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman yang dilakukan secara online. Khusus untuk Restock sendiri, startup tersebut memberikan pinjaman kepada pelaku UMKM.
Pada dasarnya P2P lending merupakan penyelenggara yang sudah berbadan hukum untuk menyediakan, mengelola, dan mengoperasikan layanan pinjam memimjam berbasis teknologi informasi.
Keberadaan P2P lending di Indonesia ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan data OJK per Februari 2021, penyelenggara P2P lending resmi ada 147, termasuk Restock.
Restock dalam visinya ingin berkiprah dalam teknologi finansial dengan menyediakan pembiayaan bagi UMKM. Restock membangun ekosistem antara pemberi pembiayaan, penerima pembiayaan dan para mitra yaitu para penyedia teknologi dan pusat pergudangan di seluruh Indonesia.
Produk mereka ada dua yaitu Pemberi Pembiayaan dan Penerima Pembiayaan. Untuk Pemberi Pembiayaan, Restock menawarkan akses ke UMKM, bunga yang menarik dan data unit usaha.
detikcom telah mencoba menghubungi pihak Restock lewat nomor telepon yang tertera di website restock.id untuk mengonfirmasi lebih jauh, namun belum ada tanggapan.
https://trimay98.com/movies/monster-trucks/
Microsoft Tutup Asisten Virtual Cortana di Android dan iOS
Kalah bersaing dengan Google Assistant dan Siri milik Apple, Microsoft resmi menutup asisten virtual Cortana.
Per 31 Maret 2021 menjadi nafas terakhir Cortana untuk di Android dan iOS, seperti dikutip dari GSM Arena, Jumat (2/4/2021).
Sebetulnya, Microsoft telah mengumumkan tanggal kematian Cortana sejak tahun lalu. Awalnya, Cortana akan diakhiri pada Juli 2020, hanya saja hal itu urung dilakukan oleh perusahaan yang didirikan Bill Gates ini.
Meski telah menutup Cortana di perangkat Android dan iOS, Microsoft masih membiarkan asisten virtualnya itu tetap berfungsi di perangkat berbasis Windows 10.
Dengan penutupan ini, Microsoft tampaknya mengubah asisten virtual Cortana menjadi pendukung untuk aplikasi Microsoft 356 yang ditunjang Artificial Intellegence (AI) alias kecerdasan buatan.
Sebelumnya, setelah mempermak browser web Microsoft Edge, Microsoft mengumumkan penambahan sederet fitur baru di aplikasi email Outlook. Di antara fitur baru yang dihadirkan, Microsoft Outlook kini punya asisten suara.
Microsoft menyebutkan berbagai fitur baru yang ditaburkannya ke Outlook tak sekadar menyederhanakan navigasi dalam menggunakan layanan tersebut, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Keputusan Microsoft untuk menghadirkan asisten virtual Cortana ke Outlook memang terdengar paling menarik. Apalagi mengingat Microsoft sebenarnya sedang secara bertahap mematikan asisten virtualnya tersebut sejak setahun lalu.
Tapi dengan keberadaan Cortana di Outlook, pengguna tak hanya dapat mencari email, kontak, atau entri kalender, mereka juga bisa meminta Cortana membacakan email ketika pengguna sibuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar