Di media sosial TikTok viral video yang menunjukkan orang-orang berolahraga angkat beban dengan penisnya. Tampak sekelompok pria berusaha mengayun-ayunkan beban yang tergantung di antara selangkangan.
"Fitness udah biasa. Angkat barbel dengan alat vital baru luar biasa," tulis akun pengunggah video, @Roydinata.
Video angkat beban dengan penis ini mengundang berbagai macam reaksi dari netizen. Sebagian mempertanyakan manfaat dari aktivitas, sementara sebagian lainnya mengomentari kondisi organ intim yang diikat menjadi tumpuan beban.
Balas @mochfirmansyah91♬ original sound - Roydinata
Kepada detikcom, Roy mengaku angkat beban dengan kelamin ini merupakan bentuk olahraga chikung. Pada prinsipnya adalah bagaimana melatih membantuk dan mengatur chi (tenaga dalam) untuk kesehatan.
"Intinya itu buat kesehatan. Penguatan seluruh organ tubuh dari teknik latihan senam shaolin," kata Roy pada detikcom, Senin (12/4/2021).
Tentunya perlu ada persiapan sebelum mulai latihan mengangkat beban dengan penis. Roy menjelaskan pertama akan diajari dulu teknik senam, bernapas, baru mengangkat beban dengan ikatan khusus pada penis.
Beban yang diangkat juga dimulai dari yang paling ringan 1 kg sampai terberat untuk standar kesehatan yaitu 50 kg.
"Jadi untuk penguatan organ dan efek dari tarikan beban itu nanti ke vitalitas itu jadi lebih," kata Roy yang mengaku peserta olahraga Neo Chikung di Cikarang, Jawa Barat, sudah lebih dari 50 orang.
"Untuk kejantanan itu udah otomatis sangat bagus sekali. Kalau sampai bisa angkat beban 50 kg, itu istilahnya sudah kita yang ambil kendali. Sudah bisa mengendalikan durasi (bercinta -red)," pungkas pria yang jadi asisten pelatih di Neo Chikung ini.
https://movieon28.com/movies/the-innocents-3/
Digoyang Isu Pembekuan Darah, Apakah Vaksin AstraZeneca Aman?
Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menetapkan pembekuan darah sebagai efek samping langka vaksin AstraZeneca. Lantas apakah vaksin AstraZeneca aman digunakan?
Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan vaksinasi AstraZeneca lebih besar manfaatnya dibandingkan risikonya. Hal ini sudah melalui kajian bersama para ahli termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Vaksin AstraZeneca sudah melalui uji klinis fase III untuk menentukan apakah vaksin AstraZeneca aman digunakan. Begitu pula dengan hasil efikasi vaksin AstraZeneca yang didapat, melebihi ambang batas aman dari WHO.
"Vaksin AstraZeneca sudah memenuhi syarat daripada WHO. Dari segi keamanan sudah melewati uji klinis tahap ketiga, dan efikasi sudah melebihi batas aman WHO," beber dr Nadia.
dr Nadia mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih soal jenis vaksin. Pemerintah memastikan keamanan vaksinasi termasuk dalam setiap jenis vaksin Corona yang diberikan.
Terkait efek samping pembekuan darah yang dikhawatirkan, dr Nadia menegaskan sejauh ini laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Indonesia masuk kategori ringan. Maka dari itu, persoalan apakah vaksin AstraZeneca aman tak perlu jadi kekhawatiran lebih jauh.
Hal senada disampaikan Ketua Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Profesor Hindra Hingky, ia memastikan efek samping pembekuan darah pasca vaksinasi AstraZeneca sangat langka.
Alih-alih khawatir berlebihan apakah vaksin AstraZeneca aman atau tidak, ada sejumlah gejala yang menurutnya perlu diwaspadai usai divaksinasi AstraZeneca dosis pertama, dalam kurun waktu 2 minggu.
- Pusing tak kunjung membaik usai 2 minggu
- Nyeri dada atau kesulitan bernapas
- Nyeri di tungkai
Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih memberikan izin darurat penggunaan vaksin AstraZeneca. Hal ini tentu sudah melewati pertimbangan apakah vaksin AstraZeneca aman untuk terus digunakan.
"BPOM terus memantau dan mengikuti perkembangan yang dilakukan oleh EMA dan regulator obat negara lain," jelas juru bicara vaksinasi COVID-19 Lucia Rizka Andalusia, saat dihubungi terpisah Rabu (7/4/2021).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar