Jumat, 10 April 2020

Jutawan Ini Bagi-bagi Masker Gratis Lewat Vending Machines

Masker menjadi benda paling dicari saat virus Corona mewabah. Kolektor seni Adrian Cheng berencana membagikan jutaan masker wajah gratis lewat vending machines.
Penyebaran virus Corona melalui droplet atau percikan yang keluar saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Memakai masker diklaim sebagai cara paling pas untuk mereduksi penularan virus itu.

Dengan tingginya permintaan, masker menjadi barang langka di pasaran. Cheng, yang merupakan pewaris kerajaan properti dan perhiasan, berupaya untuk menjawab kesulitan warga kelas bawah mendapatkan masker.

Dia menyediakan 15 vending machines di seantero Hong Kong. Cheng bilang telah memproduksi 10 juta masker pada cetakan pertama. Warga yang memerlukan masker tak perlu membayar, cukup mengikuti instruksi yang ada di mesin penjualan otomatis itu.


"Sangat menyedihkan melihat begitu banyak orang menderita karena mereka tidak mampu atau mendapatkan topeng, yang telah menjadi begitu mahal dan langka," kata Cheng seperti dikutip CNN.

"Beberapa kelompok yang kurang beruntung harus menggunakan masker yang sama berulang kali. Saya harap inisiatif ini akan menjadi dukungan yang mudah dan tepat bagi mereka yang membutuhkan sehingga mereka tidak hidup dalam ketakutan karena kekurangan masker," dia menambahkan.

Mesin itu akan ditempatkan di 18 distrik di sekitar kota mulai akhir April. Hong Kong termasuk negara dengan angka kasus COVID-19 rendah. Saat ini tercatat 1.000 kasus dan empat kematian.

Kecemasan WNI Setelah Virus Corona Mewabah di California

 Andini Safitri, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) di California, berbagi pengalaman saat negara itu terkena wabah virus Corona. Seperti apa situasi di sana?
Andini tinggal di Koreatown, California. Dia bilang kawasan itu sepi kini. Tak ada lagi mobil lalu-lalang, bahkan barbeque yang menjadi salah satu aktivitas lazim di area itu tak lagi ada.

Ya, sejak virus Corona dinyatakan sebagai wabah oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Gubernur California, Gavin Newsom, langsung mengimbau warga untuk tinggal di rumah. Dia menjadi gubernur pertama di antara pemimpin negara bagian lainnya di AS yang menyerukan imbauan itu.

"Itu menyusul keputusan Gubernur Gavin Newsom yang mengimbau warga agar tetap diam di rumah terkait perkembangan Coronavirus atau COVID-19 di Amerika Serikat," kata Andini.

"Sejak itu, pemerintah setempat mengimbau masyarakat di California untuk tidak keluar rumah, kecuali untuk memenuhi kebutuhan esensial seperti halnya ke rumah sakit dan membeli kebutuhan rumah tangga," dia menambahkan.

Berbagai tempat seperti bioskop, club malam dan gym ditutup, semua tempat makan hanya menyediakan drive thru, delivery dan take out. Selain itu, perkumpulan atau acara yang melibatkan lebih dari 10 orang pun dilarang oleh pemerintah. Tempat hiburan seperti Disneyland dan Universal Studio juga ditutup hingga keadaan membaik.

"Berbagai konser pun ditunda, padahal saya sudah membeli tiket konser band favorit, terpaksa saya refund tiketnya. Bahkan, kini pantai dan hiking trail pun kena imbas penutupan," kata perempuan berusia 27 tahun itu.

Andini mengakui beberapa hari pertama sejak imbauan pemerintah setempat, keadaan cukup mencemaskan. Utamanya bagi mereka yang memiliki kecemasan tiba-tiba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar