Setelah terinfeksi COVID-19 pada Desember 2020 lalu, Maia Estianty mengaku sempat positif lagi untuk kedua kalinya atau reinfeksi. Dalam akun YouTube miliknya, MAIA ALELDUL TV, Maia terinfeksi lagi setelah memeluk seseorang yang ternyata positif COVID-19.
Setelah tahu dirinya positif lagi, ia langsung melakukan isolasi mandiri selama lima hari. Berbeda dengan yang pertama, kali ini Maia mengalami gejala COVID-19 yang tidak terlalu parah.
"Jadi agak sedikit tenggorokan gatal, meski sedikit, tapi itu ada gejala. Belum batuk sih aku, cuma gatal, tapi enggak gatal-gatal banget. Yang aku pikir biasa saja, tapi ternyata itu gejala dari COVID-19," katanya.
Selain Maia, siapa saja yang bisa mengalami reinfeksi COVID-19?
Dikutip dari The BMJ, Kepala Epidemiologi dan Genomik Mikroba di Otoritas Kesehatan Nasional Luksemburg, Joel Mossong, menjelaskan siapa saja yang mungkin bisa mengalami reinfeksi.
Berdasarkan pengalamannya, reinfeksi mungkin terjadi pada orang yang mengalami gejala ringan pada infeksi pertama. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak mengembangkan respons kekebalan atau antibodi saat mengalami infeksi sebelumnya.
"Hal ini sama seperti yang berlaku untuk mereka yang mengalami imunosupresi dan tidak akan meningkatkan respons imun terhadap infeksi pertama," jelasnya.
Seberapa parah gejala yang mungkin dialami?
Sampai saat ini, sebagian besar kasus infeksi ulang atau reinfeksi SARS-CoV-2 yang telah dilaporkan lebih ringan dari infeksi yang pertama. Tetapi, ada beberapa kasus yang menjadi semakin berbahaya hingga menyebabkan pasien tersebut meninggal dunia.
"Hampir pasti, kekebalan dari infeksi ringan tidak bertahan lama. Namun, secara seimbang, sebagian besar infeksi kedua akan menjadi jauh lebih ringan karena tingkat memori kekebalan dan mediasi sel," kata profesor kedokteran di University of East Anglia, Paul Hunter.
Selaras dengan itu, ahli onkologi dan profesor di Mayo Clinic S Vincent Rajkumar mengatakan meski infeksi ulang mungkin saja terjadi, itu tidak akan lebih parah dari infeksi sebelumnya. Gejala yang muncul mungkin akan sangat ringan, sehingga orang yang mengalaminya tidak sadar kalau dirinya terinfeksi COVID-19 kedua kali.
"Anda mungkin terinfeksi kembali dan gejalanya mungkin sangat ringan, sehingga Anda tidak mengetahuinya," ujar Rajkumar menambahkan semua orang pada akhirnya tetap harus memakai masker, seperti dikutip dari National Geographic, Sabtu (10/4/2021)
https://trimay98.com/movies/fate-stay-night-heavens-feel-ii-lost-butterfly/
Penyebab Penis Susah Ereksi dan Cara Mengatasinya
Sebagian pria mungkin pernah mengalami masalah penis susah 'naik' atau kesulitan mengalami ereksi sebelum bercinta. Hal ini dapat terjadi karena gairah bercinta yang rendah.
Seseorang menginginkan seks atau bercinta dipengaruhi oleh gairah seksual. Untuk seseorang memiliki gairah seksual yang tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut mencakup psikologis dan fisik.
Dikutip dari Medical News Today, meskipun kedua faktor ini sering kali berjalan seiring, beberapa orang mungkin kesulitan dengan salah satu atau kedua aspek gairah tersebut.
Meski begitu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan gairah seksnya. Seperti merubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat.
Bisa dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga untuk membuat kondisi fisik lebih fit. Lalu dengan berkomunikasi lebih terbuka dengan pasangan atau berbagi hasrat seksual.
Jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan berdua bersama pasangan, pilihan lain adalah bertanya kepada dokter.
Berikut ini penyebab gairah seks rendah sehingga tidak mampu terangsang dan susah ereksi, dikutip dari Medical News Today:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar