Jumat, 12 Maret 2021

Kemenkes Ungkap Hasil Tracing 6 Kasus Corona B117 di Indonesia

  Kementerian Kesehatan mengungkap hasil tracing 6 kasus Corona B117 di Indonesia. Menurut juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, semua kontak erat dinyatakan negatif COVID-19.

"Saat ini semuanya sudah sembuh dan kasus kontak yang dengan 6 kasus ini kita sudah mengambil semua sampelnya dan sudah dilakukan pemeriksaan juga dan semua negatif," sebut dr Nadia dalam konferensi pers BNPB Jumat (12/3/2021).


"Sudah ditanyakan apakah sebelumnya menderita sakit, ternyata tidak ada yang positif sebelumnya," bebernya.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio menyebut Corona B117 yang merebak di Indonesia dikhawatirkan bisa mengganggu sensitivitas tes Corona seperti PCR.


"Karena ada perubahan di dalam gennya maka dikhawatirkan diagnostik molekuler PCR itu juga akan terganggu, dengan PCR tidak akan terdeteksi jadi negatif," beber Prof Amin sembari menegaskan penularan Corona B117 lebih tinggi, 40 sampai 70 persen.


Meski begitu, Prof Amin menyebut kapasitas genom surveilans akan terus ditingkatkan, targetnya 10 ribu virus di tahun ini. Sementara dr Nadia memastikan pengetatan pintu masuk Indonesia untuk mencegah masuknya varian Corona B117 maupun varian lainnya.


Mulai dari wajib membawa surat negatif COVID-19, melalui karantina selama lima hari, hingga kembali dites PCR sebelum bisa keluar dari bandara. dr Nadia menyebut hal ini sebagai bentuk kewaspadaan saat varian Corona B117 ada di lebih dari 70 negara.

https://nonton08.com/movies/a-good-day-to-die-hard/


Kemenkes Sebut 3 Varian COVID-19 yang Diwaspadai, Salah Satunya 'Varian Raja'


Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML), Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan saat ini ada tiga varian COVID-19 yang diwaspadai. Salah satunya, varian B117, sudah terdeteksi di Indonesia.

"Jadi memang ada tiga sebenarnya yang sudah direkomendasikan juga oleh WHO untuk jadi perhatian utama kita. Pertama B117, kemudian dua lainnya... yang dari Afrika dan terakhir varian dari Brasil," kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Jumat (12/3/2021).


"Ketiga ini yang sering kita lakukan pengamatan. Karena sebenarnya mutasi itu banyak sekali, tapi tiga ini yang secara khusus dikatakan oleh WHO untuk terus menerus dimonitoring," lanjutnya.


Varian COVID-19 dari Afrika yang dimaksud Nadia dikenal dengan sebutan B1351. Varian ini mendapat sorotan karena beberapa studi menemukan adanya penurunan efikasi vaksin terhadap varian ini. Beberapa pakar menyebutnya 'varian raja'.


Sementara varian COVID-19 dari Brasil dikenal dengan sebutan P1. Studi menyebut varian ini bisa lebih resistan terhadap antibodi yang dimiliki oleh penyintas, sehingga bisa menyebabkan kasus reinfeksi.


"Ini tantangan kita. Varian B117 itu sudah dilaporkan di 70 negara, kemudian B1351 atau kita sebut varian dari Afrika itu juga sudah dilaporkan lebih dari 20 negara, dan varian P1 atau dari Brasil sudah ditemukan lebih dari 30 negara," ungkap Nadia.

https://nonton08.com/movies/groundhog-day/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar