Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, internet dan teknologi digital dapat menjadi jembatan untuk melestarikan budaya nenek moyang.
Upaya untuk melestarikan budaya lokal terus dilakukan, seperti menjaga eksistensi aksara daerah di tengah gempuran pengguna aksara latin oleh masyarakat. Salah satunya terus dipertahankan adalah keberadaan aksara Sunda.
Dalam kesempatan lain, Dirjen APTIKA, Semmuel A Pangerapan menyampaikan bahwa Internet dan teknologi digital saat ini telah menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyaksikan keberagaman budaya yang dibawa oleh masing-masing wilayahnya.
"Upaya digitalisasi aksara nusantara dalam hal ini aksara Sunda merupakan bentuk ikhtiar kita untuk terus menjaga keberagaman budaya nusantara di ruang digital, sebagai warisan bagi anak cucu kita nanti yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari," ucap Semuel dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3/2021).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji untuk terus mendukung program pelestarian Budaya, Bahasa dan Aksara Sunda ke depannya.
"Sebagai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami terus mendukung program program penguatan kebudayaan program program pelestarian kebudayaan sunda khususnya, karena kami melihat upaya upaya ini akan meningkatkan pelestarian dari bahasa Sunda," ucap Ridwan Kamil.
Sementara dari sisi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), Yudho Giri Sucahyo selaku Ketua Pandi mengatakan bahwa pentingnya pelestarian budaya aksara Sunda.
Bertepatan dengan momentum perayaan hari bahasa ibu internasional beberapa waktu lalu, bisa memberikan sinyal pada dunia bahwa budaya dan aksara daerah di Indonesia memang ada dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita disindir oleh ICANN, pengelola internet dunia bahwa aksara daerah kita hanya muncul di dekorasi hanya muncul untuk kepentingan sejarah dan pendidikan, dan belum digunakan secara umum untuk komunikasi. Mari kita jadikan sindiran dari ICANN tersebut sebagai semangat kita sebagai momentum untuk menggerakkan digitalisasi aksara nusantara," pungkas Yudho.
https://tendabiru21.net/movies/mr-vampire-ii/
Acara Pameran Game Dunia E3 2021 Dibatalkan, Pindah ke Online
Setelah absen pada 2020, pameran game Electronic Entertainment Expo (E3) akan digelar tahun 2021. Namun sayang, event tidak dapat digelar offline.
Dikutip detikINET dari VGC, Selasa (2/3/2021) dalam laporan baru yang diterbitkan oleh Dewan Komisi Pembangunan Pariwisata dan Konvensional Los Angeles, menyatakan acara live E3 2021 dibatalkan. Situasi pandemi Corona yang belum benar-benar pulih menjadi pertimbangan utamanya.
E3 rencananya dilaksanakan pada 15 Juni 2021 dan Entertainment Software Association (ESA) selaku peyelenggara sedang menyusun solusi acara ini secara online. Mereka akan bekerja sama dengan LA Live/LACC untuk melakukan broadcast. Pihaknya pun juga mencoba mengurus izin menggelar E3 pada tahun 2022 dan 2023.
"Kami mengonfirmasi bahwa pengalaman E3 berubah untuk tahun 2021 dan akan segera membagikan detail yang tepat mengenai cara kami menyatukan komunitas global video game," kata juru bicara ESA dikutip detikINET dari IGN.
Pembatalan ini menjadi kali kedua setelah pada 2020 E3 tidak jadi selenggarakan. Tekanan yang diterima ESA juga datang ketika developer besar seperti Sony, EA dan Activision memilih untuk tidak tampil di E3 pada beberapa tahun terakhir. Setelah itu banyak perusahaan seperti EA dan Ubisoft sukses menjalan acara digital mereka.
Sedikit informasi, E3 adalah konferensi video game yang diadakan di Los Angeles, Amerika Serikat. Konsep yang mereka tawarkan yakni informasi terbaru dari dunia video games.
https://tendabiru21.net/movies/scooby-doo-and-the-legend-of-the-vampire/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar