Sabtu, 13 Maret 2021

10 Aplikasi yang Terbanyak Umbar Data Pengguna

 Penyedia layanan cloud pCloud meneliti sederet aplikasi populer untuk melihat mana yang paling banyak mengumbar data pengguna. Ternyata di peringkat pertama ada Instagram.

Penelitian pCloud ini dilakukan menggunakan label privasi yang diterapkan Apple App Store. Mereka menganalisa bagian 'Third Party Advertising' dan 'Developer's Advertising or Marketing' dari label privasi App Store.


Dari analisa ini, mereka menemukan Instagram berada di posisi teratas karena membagikan 79% data pengguna yang dikumpulkan dengan pihak ketiga, seperti dikutip dari Forbes, Selasa (9/3/2021).


Jenis-jenis data yang dikumpulkan termasuk pembelian, lokasi, informasi kontak, kontak, konten pengguna, riwayat pencarian dan browsing, pengenal, data penggunaan, diagnostik dan informasi keuangan.


Perusahaan induk Instagram, Facebook, berada di posisi kedua karena membagikan 57% data pengguna dengan pihak ketiga. Sementara itu di posisi ketiga ada LinkedIn dan Uber Eats yang membagikan 50% data.


"Meski terkadang aplikasi perlu memberikan informasi tertentu kepada pihak ketiga untuk membantu mereka memberikan layanan, sejumlah besar aplikasi sebenarnya melakukannya untuk keuntungan mereka sendiri, bukan penggunanya," kata Digital Marketing Manager pCloud Ivan Dimitrov.


"Mengambil keuntungan dari berbagi informasi pribadi makin marak dalam praktik online zaman modern," sambungnya.


Tidak hanya dibagikan ke pihak ketiga, aplikasi juga mengumpulkan data pengguna untuk mempromosikan produk mereka di platform-nya sendiri atau di tempat lain.


Lagi-lagi Instagram berada di posisi teratas, bersama perusahaan induknya Facebook. Keduanya menggunakan 86% data pengguna yang dikumpulkan untuk menjual produk mereka sendiri.


Laporan pCloud juga menyorot aplikasi populer yang memiliki praktek keamanan dan privasi lebih baik. Aplikasi seperti Skype, Microsoft Teams dan Google Classroom tidak mengumpulkan data sama sekali untuk pengiklan atau pihak ketiga.


Telegram, Clubhouse, Netflix dan Signal juga dipuji karena tidak mengumbar data pengguna. Sementara itu Bigo Live dan Likee masuk ke dalam daftar 20 aplikasi teratas yang paling aman digunakan karena hanya mengumpulkan 2% data pengguna.


"Ke depannya, siapa pun yang menggunakan aplikasi harus lebih berhati-hati akan informasi apa yang mereka bagikan," pungkas Dimitrov.


Berikut 10 aplikasi yang paling banyak umbar data pengguna:


Instagram (79% data)

Facebook (57% data)

LinkedIn (50% data)

Uber Eats (50% data)

Trainline (43% data)

YouTube (43% data)

YouTube Music (43% data)

Deliveroo (36% data)

Duolingo (36% data)

eBay (36% data)

https://kamumovie28.com/movies/chasing-love-to-china/


Makin Dekat! Ini Bocoran Merger Gojek-Tokopedia


- Gojek dan Tokopedia dilaporkan sudah mencapai kesepakatan awal untuk merger. Kedua pihak menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat.

Dilansir dari DealStreetAsia, Selasa (9/3/2021) dua unicorn Indonesia yaitu Gojek dan Tokopedia sudah menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli saham bersyarat. Bocoran ini disampaikan oleh platform D-Insight.


Kesepakatan awal ini menjadi kabar terbaru dari rencana merger yang sebelumnya sudah panas diberitakan. D-Insights menyebutkan setelah merger, Gojek akan memegang 60% saham. Sedangkan Tokopedia akan memegang sisanya.


Gabungan dari dua unicorn ini akan menghasilkan valuasi senilai USD 35-40 miliar (Rp 500,1-572,5 triliun), demikian menurut laporannya. Valuasi ini akan menjadi yang kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Indonesia setelah PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.


DealStreetAsia melaporkan bulan lalu Gojek sudah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat untuk negosiasi merger dengan Tokopedia. Merger ini, jika nanti terkonfirmasi akan menjadi merger terbesar di Indonesia di bidang teknologi.


Kedua unicorn punya investor yang sama anta lain Google, Temasek Holdings dan Sequoia Capital India. Dengan merger itu, Tokopedia dan Gojek punya akses lebih luas kepada pasar dengan menggabung ride-hailing dan e-commerce.


detikINET meminta tanggapan dari Gojek dan Tokopedia soal kabar merger terbaru ini. Nila Marita, Chief Corporate Affairs, Gojek Group mengatakan tidak bisa berkomentar.


"Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap rumor dan spekulasi di pasar," kata Nila singkat.

https://kamumovie28.com/movies/the-love-of-three-smile-scholar-and-the-beauty/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar