Setelah mengungkap karakter villain yang seksi, Resident Evil Village mengungkap ukuran file game ini. Pastikan punya ruang cukup ya.
Resident Evil Village akan rilis pada 7 Mei 2021, dan masih banyak misteri yang belum terungkap dari game horor buatan Capcom ini. Salah satunya spesifikasi minimal untuk PC dan berapa banyak ruang penyimpanan yang dibutuhkan untuk dapat memainkan Resident Evil Village.
Dilansir dari Comicbook, Selasa (9/3/2021) baru-baru ini daftar game di Microsoft Store telah diperbarui. Kini tampak ukuran file untuk game Resident Evil Village di platform Xbox. Perkiraan ukuran dari game ini sekitar 50,02 GB.
Secara keseluruhan, ini tidak terlalu besar. Memang ada peningkatan dari seri sebelumnya, lebih dari dua kali lipat ukuran file Resident Evil 7 yang hanya 24 GB. Namun itu masih relatif ringan dalam hal penggunaan ruang, bilang dibandingkan dengan beberapa game berat seperti Call of Duty: Warzone.
Namun jika detikers hanya ingin mengunduh Resident Evil Village di konsol, ruang yang dibutuhkan bisa lebih kecil. Hal ini dikarenakan ukuran 50 GB juga mencakup Resident Evil (RE): Verse. Game ini tampaknya akan diunduh dan diluncurkan secara terpisah dari Resident Evil Village.
Bila memang benar terjadi, Resident Evil Village bisa diunduh dengan ukuran file sekitar 35 GB. Ini diasumsikan dari ukuran file RE: Verse sekitar 15 GB pada halamannya sendiri di Microsoft Store.
Perlu ditekankan bahwa ruang penyimpanan yang diperlukan untuk game ini dapat mengalami peningkatan atau penurunan. Semua tergantung di platform apa anda memainkannya. Namun sering kali tidak ada perbedaan besar antara platform seperti PlayStation 4, Xbox One dan PC.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menunggu waktu lama agar bisa menguak semua misteri Resident Evil Village. Karena game ini akan segera rilis pada 7 Mei 2021 di PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X, Xbox One dan PC.
https://kamumovie28.com/movies/bugs/
10 Aplikasi yang Terbanyak Umbar Data Pengguna
Penyedia layanan cloud pCloud meneliti sederet aplikasi populer untuk melihat mana yang paling banyak mengumbar data pengguna. Ternyata di peringkat pertama ada Instagram.
Penelitian pCloud ini dilakukan menggunakan label privasi yang diterapkan Apple App Store. Mereka menganalisa bagian 'Third Party Advertising' dan 'Developer's Advertising or Marketing' dari label privasi App Store.
Dari analisa ini, mereka menemukan Instagram berada di posisi teratas karena membagikan 79% data pengguna yang dikumpulkan dengan pihak ketiga, seperti dikutip dari Forbes, Selasa (9/3/2021).
Jenis-jenis data yang dikumpulkan termasuk pembelian, lokasi, informasi kontak, kontak, konten pengguna, riwayat pencarian dan browsing, pengenal, data penggunaan, diagnostik dan informasi keuangan.
Perusahaan induk Instagram, Facebook, berada di posisi kedua karena membagikan 57% data pengguna dengan pihak ketiga. Sementara itu di posisi ketiga ada LinkedIn dan Uber Eats yang membagikan 50% data.
"Meski terkadang aplikasi perlu memberikan informasi tertentu kepada pihak ketiga untuk membantu mereka memberikan layanan, sejumlah besar aplikasi sebenarnya melakukannya untuk keuntungan mereka sendiri, bukan penggunanya," kata Digital Marketing Manager pCloud Ivan Dimitrov.
"Mengambil keuntungan dari berbagi informasi pribadi makin marak dalam praktik online zaman modern," sambungnya.
Tidak hanya dibagikan ke pihak ketiga, aplikasi juga mengumpulkan data pengguna untuk mempromosikan produk mereka di platform-nya sendiri atau di tempat lain.
Lagi-lagi Instagram berada di posisi teratas, bersama perusahaan induknya Facebook. Keduanya menggunakan 86% data pengguna yang dikumpulkan untuk menjual produk mereka sendiri.
Laporan pCloud juga menyorot aplikasi populer yang memiliki praktek keamanan dan privasi lebih baik. Aplikasi seperti Skype, Microsoft Teams dan Google Classroom tidak mengumpulkan data sama sekali untuk pengiklan atau pihak ketiga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar