Rabu, 03 Maret 2021

Beli iPhone 12 Pro Max di Online Malah Dapat Yogurt Rasa Apel

 Seorang wanita di China harus kecewa lantaran ketika menerima paket yang dibelinya di online bukannya mendapatkan iPhone 12 Pro Max malah berisikan minuman yogurt rasa apel.

Dilansir detiKINET dari Apple Insider, Senin (1/3/2021) dalam sebuah video yang diunggah ke Weibo pada Jumat (26/2) wanita yang bernama Liu menjelaskan di mana ia telah membeli iPhone baru di situs resmi Apple seharga USD 1.500 atau sekitar Rp 21,4 juta. Namun begitu barang ia menduga ada seseorang yang telah menukar isinya dengan minuman yogurt.


Hal ini sebab Liu tidak menerima paket tersebut langsung dari kurir resmi dari Apple melainkan dari loker parsel di lingkungan tempat tinggalnya.


Ia pun melaporkan kepada polisi dan polisi setempat menganggap pertukaran tersebut sebagai kasus pencurian meskipun tidak ada ada yang meyakini pasti hal tersebut


Baik Apple maupun Express Mail Service perusahaan yang mengirimkan paket Liu saat ini sedang melakukan penyelidikan.


Seorang staf layanan pelanggan EMS mengatakan kepada Global Times pada hari Jumat bahwa insiden tersebut masih dalam penyelidikan.


"Kami sudah menunjuk rekan kerja untuk menangani secara khusus," ujarnya. Menurut Global Times, Apple juga memberikan tanggapan serupa dengan mengatakan penyelidikan masih berlangsung.


Pengguna di Weibo pun saling memberikan respon dan berdiskusi akan kasus pencurian tersebut mereka mengira-ngira siapa pencurinya mulai dari perusahaan kurir, karyawan gudang Apple dan ada juga yang mengira Li telah membeli dari situs web Apple yang palsu.


Seperti diketahui Apple khususnya produk iPhonenya memiliki nilai jual yang tinggi hingga tak heran menjadi target pencurian. Baru-baru ini, lima pria tertangkap kamera keamanan tengah mencuri produk Apple senilai USD 12.000 yang tampaknya merupakan barang pajangan, dari lokasi Best Buy di Dover, Delaware pada awal Desember.

https://nonton08.com/movies/the-bodyguard-4/


Gunung Es yang Lebih Besar dari Jakarta Terbelah di Antartika


 - Gunung es berukuran raksasa terbelah dari lapisan es Brunt Ice Shelf di Antartika, tidak jauh dari markas penelitian negara Inggris, British Antartic Suvey (BAS). Besarnya diestimasi 1.270 kilometer persegi, sekitar dua kali ukuran DKI Jakarta dan tebalnya 150 meter.

Gunung es tersebut sudah terpantau retak sejak November 2020 dan retakannya itu terus memanjang sampai akhirnya benar-benar terbelah. Jadi, ilmuwan memang sudah memperkirakan kejadian ini walaupun tetap masih bikin takjub.


Retakan yang terjadi tumbuh sekitar 1 kilometer per hari hingga kemudian benar-benar terpecah dari intinya. "Tim kami di BAS telah bersiap untuk peristiwa ini selama bertahun-tahun," kata Direktur BAS, Jane Francis.


Bahkan di tahun 2016, lokasi penelitian mereka dijauhkan dari lokasi itu untuk mencegah kemungkinan terburuk. Di kemudian hari, para staff hanya bekerja selama musim panas karena jika harus dilakukan evakuasi karena gunung es terbelah itu, akan sulit dilakukan di musim dingin.

"Ini adalah situasi yang dinamis. Empat tahun silam, kami memindahkan Halley Research Station untuk memastikan ia tidak ikut terbawa saat gunung es terbentuk. Itu adalah keputusan yang bijak," sebut direktur operasional BAS, Simon Garrod.


Tim ilmuwan Inggris saat ini terus mengamati pergerakan gunung es itu dengan perangkat GPS dan juga citra satelit. Peristiwa semacam ini disebut sebagai sesuatu yang alami dan juga kecil kemungkinannya disebabkan oleh perubahan iklim.

https://nonton08.com/movies/the-bodyguard-3/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar