Jumat, 12 Maret 2021

Kapan Herd Immunity COVID-19 di Indonesia Dapat Terbentuk? Ini Prediksinya

 Virus Corona COVID-19 masih mewabah di Indonesia. Pemerintah pun tengah menggencarkan vaksinasi COVID-19 untuk mengejar target herd immunity atau kekebalan kelompok secepat mungkin.

Ketika 70 persen warga sudah divaksin dan memiliki antibodi terhadap COVID-19, dipercaya wabah virus Corona di Indonesia akan segera teratasi. Lantas kapan herd immunity bisa terbentuk?


Nazmi Haddyat Tamara, research and data analyst dari Katadata Insight Center, mengatakan lamanya waktu herd immunity terbentuk dapat dilihat dari seberapa banyak orang yang divaksin dalam sehari.


Nazmi pun menjelaskan dalam sebuah pemodelan data untuk menghitung lamanya waktu 70 persen warga atau sekitar 180 juta orang di Indonesia dapat divaksin.


"Saat ini dari data Kementerian Kesehatan yang saya update di hari kemarin pukul 14.00. Status vaksinasi di kita ini untuk dosis pertama sudah tercapai 3,6 juta dosis yang telah disuntikkan kepada penduduk. Itu berarti sekitar 1,34 persen dari total penduduk Indonesia sesuai sensus BPS 2020," kata Nazmi dalam sebuah webinar, Jumat (12/3/2021).


"Saya mencoba menganalisis dengan mengonsumsi kecepatan vaksinasinya ini konstan bahwa di hari kemarin penambahan dosis pertama itu 121 ribu dosis. Dengan asumsi kecepatan yang konstan kira-kira untuk mencapai target 70 persen vaksinasi ini akan tercapai pada Mei 2025," jelasnya.


Bagaimana jika ingin herd immunity dapat tercapai di tahun 2022?

Dalam kesempatan yang sama, epidemiolog dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, mengatakan apabila ingin herd immunity dapat tercapai di tahun 2022 seperti target pemerintah, maka dosis vaksin Corona yang diberikan ke masyarakat minimal harus 1 juta dosis per harinya.


Laura pun menjelaskan, total warga yang harus divaksin adalah 181.554.465 orang. Dengan pemberian dosis sebanyak dua kali per satu orang, maka total dosis vaksin yang diberikan adalah 363.108.930 dosis.


Berikut rincian vaksinasi COVID-19 yang perlu ditempuh oleh pemerintah.


- Satu tahun: 363.108.930 dosis

- Satu bulan: 30.259.007 dosis

- Satu hari: 1.008.634 dosis.


Namun, menurut Laura, hingga per 9 Maret 2021, rata-rata percepatan vaksinasi COVID-19 di Indonesia hanya mencapai 80 ribu dosis per hari.


"Dosis yang diberikan per hari ini baru mencapai 80 ribu sekian. Nah ini kalau dibandingkan dengan target pemerintah yang satu tahun, itu satu juta dosis per hari ini masih jauh," jelasnya.


"Kalau tetap dengan kondisi pemberian vaksin seperti saat ini, maka bisa saja herd immunity akan dicapai lebih dari 5 tahun atau bahkan mendekati 10 tahun," tambahnya.


Oleh karena itu, Laura mengingatkan pemerintah untuk segera meningkatkan jumlah vaksinasi COVID-19 yang dilakukan setiap harinya.


"Mungkin dengan cara meningkatkan jumlah vaksinator, kemudian fasilitas kesehatan untuk pemberian vaksin, dan juga memastikan bahwa ketersediaan vaksin ini cukup untuk diberikan ke masyarakat," tuturnya.

https://nonton08.com/movies/blackway/


Tak Seperti RI, Thailand Tunda Vaksinasi AstraZeneca Terkait Isu Keamanan


- Thailand menunda penggunaan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca yang dijadwalkan akan dimulai pada Jumat (12/3/2021) dengan alasan masalah keamanan setelah laporan pembekuan darah terjadi pada beberapa orang yang menerima vaksin di Eropa.

Thailand adalah negara pertama di Asia yang menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Beberapa negara seperti Kanada, Australia, Filipina, Korea Selatan dan Indonesia mengatakan tetap akan melanjutkan vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca.


Dalam konferensi pers kementerian kesehatan, Prasit Watanapa, Dekan Fakultas Kedokteran di Rumah Sakit Siriraj, mengonfirmasi vaksinasi akan ditunda setelah penangguhan inokulasi menggunakan AstraZeneca terjadi di Denmark, Norwegia, dan Islandia.


"AstraZeneca masih merupakan vaksin yang bagus tetapi dengan apa yang telah terjadi ... kementerian kesehatan berdasarkan nasihat ini ingin menunda penggunaan vaksin AstraZeneca untuk sementara," kata Kiattiphum Wongjit, sekretaris Kementerian Kesehatan, dikutip dari Reuters.


Sementara itu pihak AstraZeneca mengatakan pada Kamis (11/3/2021) bahwa mereka tidak menemukan bukti peningkatan risiko emboli paru atau trombosis vena yang ditandai dengan pembentukan gumpalan darah, dalam data keamanan bahkan ketika mempertimbangkan subkelompok berdasarkan usia, jenis kelamin, produksi batch atau negara penggunaan.

https://nonton08.com/movies/the-taste-of-an-affair-directors-cut/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar