Jumat, 12 Maret 2021

Tak Seperti RI, Thailand Tunda Vaksinasi AstraZeneca Terkait Isu Keamanan

 - Thailand menunda penggunaan vaksin COVID-19 dari AstraZeneca yang dijadwalkan akan dimulai pada Jumat (12/3/2021) dengan alasan masalah keamanan setelah laporan pembekuan darah terjadi pada beberapa orang yang menerima vaksin di Eropa.

Thailand adalah negara pertama di Asia yang menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Beberapa negara seperti Kanada, Australia, Filipina, Korea Selatan dan Indonesia mengatakan tetap akan melanjutkan vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca.


Dalam konferensi pers kementerian kesehatan, Prasit Watanapa, Dekan Fakultas Kedokteran di Rumah Sakit Siriraj, mengonfirmasi vaksinasi akan ditunda setelah penangguhan inokulasi menggunakan AstraZeneca terjadi di Denmark, Norwegia, dan Islandia.


"AstraZeneca masih merupakan vaksin yang bagus tetapi dengan apa yang telah terjadi ... kementerian kesehatan berdasarkan nasihat ini ingin menunda penggunaan vaksin AstraZeneca untuk sementara," kata Kiattiphum Wongjit, sekretaris Kementerian Kesehatan, dikutip dari Reuters.


Sementara itu pihak AstraZeneca mengatakan pada Kamis (11/3/2021) bahwa mereka tidak menemukan bukti peningkatan risiko emboli paru atau trombosis vena yang ditandai dengan pembentukan gumpalan darah, dalam data keamanan bahkan ketika mempertimbangkan subkelompok berdasarkan usia, jenis kelamin, produksi batch atau negara penggunaan.

https://nonton08.com/movies/a-perfect-day-2/


Dokter Paru Sarankan Hal Ini Jika Ingin Pulih dari Long COVID


 Tidak sedikit pasien COVID yang mengeluhkan masih memiliki gejala bahkan setelah dinyatakan sembuh. Kondisi ini kerap disebut long COVID atau sequele (gejala sisa).

Berdasarkan hasil riset oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Persahabatan yang menyurvei 463 pasien dalam rentang Desember 2020-Januari 2021, ditemukan sekitar 63,5 persen di antaranya mengalami long COVID.


"Walaupun sudah dinyatakan sembuh, sembuh kan secara definisi itu kan hanya sembuh dari infeksi COVID tapi sembuh dari sisi fungsional atau kapasitasnya belum tentu," kata dr Agus Dwi Susanto, SpP, spesialis paru sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, kepada detikcom.


Meski demikian, ia optimis pasien long COVID bisa kembali normal. Pasien disarankan untuk melakukan terapi sesegera mungkin jika sudah terindikasi masih mengalami gejala sisa usai dinyatakan sembuh.


"Tentunya yang berkaitan dengan terapi juga penting dilakukan pada mereka yang terkena sequele. semakin dini tata laksananya, semakin bagus hasilnya,"


Untuk lama waktu penyembuhan, dr Agus mengatakan kondisi tersebut bergantung pada seberapa banyak gejala yang dimiliki dan berapa banyak organ yang terkena dampak langsung dari COVID-19. Semakin banyak organ yang terkena, maka pemulihan juga makin lama.


3 Anak Artis Ini Idap Penyakit Langka, Salah Satunya Buah Hati Selvi Kitty


Para orang tua tentunya ingin melihat anaknya sehat, sehingga ketika sang anak jatuh sakit tentunya orang tua merasakan sedih dan patah hati. Apa lagi, jika penyakit yang diidap merupakan penyakit langka.

Pasalnya, kondisi langka menyebabkan anak harus melalui masa-masa sulit yang jarang dialami oleh anak lain. Selain itu, penyakit langka juga sulit ditangani dan membutuhkan biaya yang lebih mahal.


Tak hanya itu, para orang tua, khususnya ibu menjadi harus lebih memperhatikan anaknya. Hal tersebut tentunya dilakukan oleh para orang tua dengan suka rela dan penuh kesabaran agar anaknya dapat kembali sehat.


Sejumlah artis Tanah Air pun ternyata ada yang mengalami kondisi seperti ini. Sebagai orang tua, mereka tentunya terus berusaha dan berjuang untuk kesembuhan sang buah hati. Berikut kisah 3 artis yang anaknya mengidap penyakit langka.

https://nonton08.com/movies/a-perfect-day/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar