Sabtu, 06 Maret 2021

Kenali e-Commerce Domestik vs Cross Border, Ini yang Dukung UMKM

  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemangku kepentingan mengagungkan cinta produk Indonesia. Tak hanya itu, dia juga meminta agar didorong kampanye untuk benci produk asing.

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri. Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri," kata Jokowi.


Pernyataan Jokowi tersebut dilandasi oleh pengakuannya yang telah mengendus adanya praktik perdagangan digital yang berpotensi membunuh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) domestik.


"Baru minggu kemarin saya sudah sampaikan ke pak Menteri Perdagangan ini ada yang nggak bener ini di perdagangan digital kita. MembunuhUMKM," tegas Jokowi dikutip dari CNBC Indonesia.

Saat ini, pasar digital Indonesia melalui platform e-commerce atau market place juga membuat peluang para pelaku UMKM menjadi terbuka lebar. Namun, adanya tindakan spliting atau pembebasan barang yang dibeli dan dilaporkan di bawah harga sebenarnya atau undervaluation membuat UMKM domestik menjadi kalah saing.


Menanggapi hal itu, Chief Executive Officer Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan tindakan spliting memang kerap terjadi di cross border market place. Namun, ia mengaku hal seperti itu tidak terjadi di Tokopedia. Sebab, Tokopedia merupakan marketplace bertipe domestik.


"Jadi memang harus dibedakan antara marketplace domestik dan marketplace cross border. Tokopedia ini kan marketplace domestik di mana pedagangnya yang lebih 10 juta itu semuanya merchant domestik, konsumennya juga seperti itu," ujarnya.


Kemudian, ia mengatakanTokopedia berbeda dengan marketplace cross border yang melakukan impor langsung, ataupedagangnya ada yang dari luar negeri.

Beda dengan marketplace yang cross border, cross border itu misalnya kita belanja dari pedagang misal Singapura nah itu ya barangnya berarti harus dikirim dari sana ke Indonesia. Nah itu berarti proses bea cukainya ada. Memang harus dibedakan antara marketplace domestik dan marketplace cross border," terangnya.


Namun, sebagai pelaku e-commerce, Tokopedia sudah masuk dalam sistem data Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.


"Kami kalau ada barang impor yang dijual di Tokopedia juga barang impornya sudah melalui bea dan cukai," tandasnya

https://tendabiru21.net/movies/22-minutes/


GothamChess VS Dewa Kipas Ramai Dibahas di Twitter


Adu catur online GothamChess VS Dewa Kipas yang kontroversial jadi bahasan juga di Twitter karena ada tuduhan curang. Meskipun, kedua pihak sudah berdamai.

Dewa_Kipas alias Dadang Subur (60), bapak-bapak pecatur asal Indonesia berhasil mengalahkan master catur Amerika, GothamChess alias Levy Rozman di adu catur online, chess.com pada 2 Maret 2021. Sialnya, Dadang Subur diblokir chess.com dengan tuduhan curang terhadap Levy Rozman.


Kontroversi inilah yang memantik perbincangan di jagat maya. Bukan cuma forum online seperti Reddit tapi juga Twitter. Seperti dilihat detikINET, Kamis (4/3/2021) Dewa Kipas menjadi trending dengan 8.334 tweet dan bertambah terus jumlahnya.


Banyak tweet yang memention akun chess.com. Sebabnya, pihak chess.com menegaskan blokir terhadap Dewa_Kipas bukan atas laporan komunitas, tapi dari sistem pendeteksi kecurangan mereka.


Sebenarnya permasalahan antara Dewa_Kipas dengan GothamChess sudah selesai. Mereka sudah berdamai, dan tidak ada dendam dari kedua pihak, seperti yang dijelaskan Ali Akbar, putra dari Dadang Subur kepada detikINET.


"Iya semua masalah sudah selesai, yang sulit itu mencoba menertibkan netizen yang menyerang akun GothamChess. Dia bilang dapat banyak ancaman baik di media sosial atupun email. Untuk rematch, kami tidak ada rencana melakukannya," ujar Ali.


Namun hal ini tetap menjadi pembahasan yang cukup menghebohkan warga Twitter. Beberapa warganet mendukung Dewa_Kipas dan ada pula yang yang meminta untuk dilakukan pertandingan ulang saja. Dari selebriti seperti Reza Arap dan Jovial da Lopez sampai warga biasa, ikut berkomentar.

https://tendabiru21.net/movies/poetry/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar