Realme belum lama ini mengungkap detail tentang kamera 108 MP yang akan digunakan Realme 8 Pro. Meski mereka belum memberikan tanggal peluncuran ponsel terbarunya, Realme justru membocorkan spesifikasi Realme 8 versi non-Pro sendiri.
Bocoran ini datang dari CEO Realme India dan Eropa Madhav Sheth lewat foto yang ia bagikan di Twitter. Dalam foto yang diambil menggunakan kamera 108 MP Realme 8 Pro tersebut bisa dilihat bagian belakang Realme 8 Pro, dan dua kotak penjualan Realme 8.
Dari teks di kotak penjualan tersebut, tertulis bahwa Realme 8 akan menggunakan display Super AMOLED berukuran 6,4 inch. Ini menandakan pertama kalinya lini ponsel kelas menengah ini menggunakan panel AMOLED.
Sebelumnya, Realme 7 menggunakan panel IPS LCD dengan refresh rate 90Hz. Karena tidak tertulis di kotak penjualannya, ada kemungkinan layar Realme 8 hanya memiliki refresh rate standar 60Hz, seperti dikutip dari Gizmochina, Kamis (4/3/2021).
Realme 8 juga akan menggunakan chipset yang sama seperti pendahulunya yaitu MediaTek Helio G95. Fitur lainnya yang juga diwarisi dari Realme 7 adalah baterai 5.000 mAh dan pengisian cepat Dart Charge 30W.
Jika varian Pro-nya akan menjadi ponsel Realme pertama yang mengusung kamera 108 MP, Realme 8 versi reguler harus puas dengan kamera utama 64 MP. Secara total ponsel ini memiliki empat kamera belakang yang disusun dalam modul berbentuk kotak.
Di bagian bawah kotak juga terdapat logo Android, tapi tidak tertulis versi apa yang digunakan. Semoga Realme 8 langsung meluncur dengan Android 11.
Belum diketahui kapan Realme 8 series akan diluncurkan. Tapi jika Realme sudah buka-bukaan seperti ini, peluncurannya pasti tidak akan lama lagi.
https://tendabiru21.net/movies/the-poet-5/
Kenali e-Commerce Domestik vs Cross Border, Ini yang Dukung UMKM
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh pemangku kepentingan mengagungkan cinta produk Indonesia. Tak hanya itu, dia juga meminta agar didorong kampanye untuk benci produk asing.
"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri. Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri," kata Jokowi.
Pernyataan Jokowi tersebut dilandasi oleh pengakuannya yang telah mengendus adanya praktik perdagangan digital yang berpotensi membunuh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) domestik.
"Baru minggu kemarin saya sudah sampaikan ke pak Menteri Perdagangan ini ada yang nggak bener ini di perdagangan digital kita. MembunuhUMKM," tegas Jokowi dikutip dari CNBC Indonesia.
Saat ini, pasar digital Indonesia melalui platform e-commerce atau market place juga membuat peluang para pelaku UMKM menjadi terbuka lebar. Namun, adanya tindakan spliting atau pembebasan barang yang dibeli dan dilaporkan di bawah harga sebenarnya atau undervaluation membuat UMKM domestik menjadi kalah saing.
Menanggapi hal itu, Chief Executive Officer Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan tindakan spliting memang kerap terjadi di cross border market place. Namun, ia mengaku hal seperti itu tidak terjadi di Tokopedia. Sebab, Tokopedia merupakan marketplace bertipe domestik.
"Jadi memang harus dibedakan antara marketplace domestik dan marketplace cross border. Tokopedia ini kan marketplace domestik di mana pedagangnya yang lebih 10 juta itu semuanya merchant domestik, konsumennya juga seperti itu," ujarnya.
Kemudian, ia mengatakanTokopedia berbeda dengan marketplace cross border yang melakukan impor langsung, ataupedagangnya ada yang dari luar negeri.
https://tendabiru21.net/movies/the-poet-4/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar