Senin, 04 Mei 2020

Percuma Punya Masker Mahal Tapi Pakainya Melorot ke Dagu

 Mengenakan masker kain direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah sebagai upaya mencegah penularan virus Corona. Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua warga yang ke luar rumah, misalnya saat ke supermarket, diharuskan mengenakan masker.
Sayangnya banyak masyarakat yang hanya mengenakan masker untuk formalitas saja. Artinya mereka tidak memakai masker sesuai aturan yang dianjurkan yakni menutupi hidung dan mulut.

"Masker jenis apapun, kalau melorot dan hidungnya nggak ditutup berarti kan 100 persen percuma karena ada peluang masuk lewat hidung. Kalau misal mulut yang terbuka dalam artian sampai dagu, virus bisa masuk lewat dua-duanya (hidung dan mulut)," tutur peneliti nanoteknologi dari Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Eng Muhamad Nasir saat dihubungi detikcom ditulis Senin (4/5/2020).

Apabila masker tidak dikenakan dengan benar, maka proteksi untuk menahan partikulat baik virus atau bakteri tak ada walaupun memakai masker bedah atau N95 sekalipun. Jika masker melorot hingga ke dagu, risiko penularan lewat mulut dan hidung sangat terbuka lebar.

"Kan ada juga sekarang yang pakai masker tapi udara masih bisa mengalir jadi itu perlu kita perbaiki. Mungkin karena adanya keterbatasan pemahaman masyarakat kita jadi banyak yang pakai masker begitu saja makanya itu yang perlu kita edukasi mengenai cara memakai masker yang benar jadi hidung dan mulut harus tertutup," jelasnya.

Masker kain pun secara umum harus membuat penggunanya sulit bernapas karena sifatnya harus menahan aliran udara dan menahan partikulat.

Kata Psikolog Soal Prank Youtuber Bagikan 'Makanan' Sampah ke Waria-Bocah

Satu Youtuber dari Bandung, Ferdian Paleka, mendadak jadi perbincangan publik karena satu video prank yang dibagikannya melalui saluran Youtube. Ferdian mengunggah dan menayangkan rekaman video berjudul 'PRANK KASIH MAKANAN KE BANCI CBL' pada Minggu (3/5/2020).
Akibat dari video tersebut, netizen mulai mencarinya di berbagai media sosial, seperti Instagram dan Channel Youtube miliknya. Dalam videp tersebut, terlihat ia membagikan dus makanan berisi sampah kepada sejumlah waria dan sekelompok bocah, sehingga memancing kecaman dari banyak orang.

Psikolog Diah Ayu dari Personal Growth mengatakan bahwa Ferdian ini tidak merasa bersalah telah melakukan prank tersebut. Justru dia merasa melakukan tindakan yang cukup benar, apalagi di bulan puasa dan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini dan menganggap mereka yang masih di luar rumah adalah suatu kesalahan.

"Saya tidak menonton secara full, cuma tahu intinya saja. Jadi, yang saya tangkap si Ferdian ini saat melakukan hal tersebut tidak merasa bersalah sebenarnya," kata Diah saat dihubungi detikcom, Senin (4/5/2020).

"Karena yang saya lihat di situ, dia mengatakan bahwa mohon maaf bencong atau banci tersebut seharusnya tidak beroperasi ketika bulan Ramadhan ini. Kemudian, dia menyampaikan bahwa sekarang adalah masa PSBB. Dia menyampaikan seperti itu di dalam videonya," lanjutnya.

Namun, dilihat dari kacamata psikologi, Ferdian tidak mencerminkan adanya rasa empati di dalam dirinya. Meski begitu, Diah mengatakan kita tidak bisa langsung menyimpulkan apakah dirinya memang tidak memiliki rasa empati.

"Mungkin dari persepsi Ferdian itu (tindakan) benar, tapi apakah dia tidak ada rasa empati juga benar. Tapi sekali lagi, kita tidak bisa menjudge itu adalah benar atau salah, karena kita nggak tau langsung nih kasusnya seperti apa. Kita juga tidak berbicara langsung pada si ferdian ini," katanya.

Diah mengatakan, setiap orang pasti memiliki rasa empati dan hati nurani. Tetapi, dalam kasus ini Ferdian terlihat kurang memiliki rasa empati terhadap sesama. Maka dari itu, harus perlu menumbuhkan lagi rasa empati tersebut di dalam dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar